Inkulturasi Gereja Korea Lahirkan Lagu-lagu Baru

By: Zega/End/UCA-News | Hot News | 08 Nov 2008, 10:51:12 | Dibaca: 2818 kali

Seoul, Bahana
Sekelompok kerasulan awam gereja Katolik Korea sedang mempromosikan lagu-lagu gereja berbahasa Korea untuk membantu dalam inkulturasi liturgi. Beberapa waktu lalu, dewan kerasulan awam Katolik Korea (19/6) mengumumkan para pemenang lomba Our Hymns (lagu Gereja kita). Para pemenang ditampilkan dalam sebuah misa khusus sore hari di Katedral Myeongdong, Seoul.

Ketua dewan awam, Thomas Han Hong-Soon, menjelaskan bahwa menyanyikan lagu-lagu gereja banyak manfaatnya bagi kehidupan iman. Setiap hari kita berdoa dan memuji Tuhan dengan bernyanyi. Namun, hanya sedikit lagu gereja yang cocok dengan budaya Korea.

LOMBA TAHUNAN
Untuk alasan itulah, dewan menyelenggarakan lomba setiap tahun sejak 2006. Mengapa lomba diadakan? “Untuk menciptakan lebih banyak lagu geČreja dan memperkenalkannya kepada khalayak,”kata Han.

Salah satu lomba tahunan adalah lomba menulis syair lagu dalam bahasa Korea. Dan, satu lagi, lomba menggubah lagu dengan menggunakan syair yang telah diseleksi. Para pengarang lagu memasukkan 66 lagu gereja dalam lomba paling akhir.

“Menciptakan lagu gereja dengan sentimen kebudayaan Korea, yaitu lagu yang mudah dinyanyikan oleh orang Korea, tentu akan membantu gereja lokal meningkatkan inkulturasi liturgi,” tambahnya. “Ditandaskan pula menyanyi dapat meningkatkan iman umat Katolik Korea,” cetus Han.

KOMUNIKASI DENGAN TUHAN
Uskup Auksilier Seoul Mgr. Yeom Soo-Jung, yang memimpin misa, dalam homilinya mengatakan lagu gereja membantu memperkaya doa-doa umat dan juga suatu cara untuk berkomunikasi dengan Allah. “Dalam hal ini, menciptakan lagu gereja berbahasa Korea sesuai dengan kebudayaan Korea untuk mengungkapkan perasaan-perasaan kita kepada Allah dalam bahasa kita sendiri,” jelas uskup.

Menciptakan lagu gereja yang baru tidaklah mudah, kata uskup yang mengetuai komisi kerasulan awam dari konferensi wali gereja Korea itu. Namun, ia mendorong para pencipta syair dan komponis untuk meneruskan karya penginjilan dalam konteks budaya lokal.

Benedict Lee Don-oung, seorang komponis, mengatakan bahwa gubahan-gubahan lagu gereja yang baru berbeda secara lirik dan nadanya dari lagu-lagu geČreja yang digunakan sekarang dalam misa. Lee, salah satu dari empat juri lomba, menjelaskan bahwa irama dari lagu-lagu gereja yang umum dipakai berasal dari luar negeri. Lagu luar negeri kurang cocok dengan budaya orang-orang Korea. Lagu-lagu gereja yang baru dengan gaya Korea, jelasnya, lebih mudah dinyanyikan oleh orang-orang Korea karena memiliki syair yang umumnya dikenal dalam Alkitab dan puisi Korea.

Para juri dalam lomba ini juga mempertimbangkan irama dan lirik yang cocok dalam budaya Korea. Lagu-lagu gereja itu mengungkapkan kegembiraan atau kesedihan dalam konteks religius, kata profesor musik dari Universitas Nasional Seoul itu.

Seusai misa, dewan memberikan hadiah kepada enam pemenang, yang komposisinya digunakan dalam liturgi misa saat itu. Hadiah pertama diraih oleh Pastor Paul Lim Seok-su, yang mengarang lagu berjudul Prayer. Direktur pusat pendidikan musik dari Universitas Katolik Pusan menerima sebuah sertifikat dan uang sebesar 2 juta won (sekitar US,900). Dua komponis lain menerima hadiah kedua, masing-masing mendapat sertifikat dan uang 500.000 won. Tiga pengarang lainnya masing-masing menerima penghargaan dengan uang sebesar 300.000 won.

“Suatu kehormatan besar bagi saya untuk menerima hadiah ini,” kata Pastor Lim. “Sebagai seorang imam, saya gembira mendapat kesempatan untuk ikut dalam usaha dewan awam ini. Saya berharap, lebih banyak lagi komponis dalam gereja akan menciptakan lagu-lagu gereja yang bagus.”

Timothy Lee Chan-young, yang mendapat hadiah penghargaan, mengatakan, “Ketika menggubah lagu gereja, saya merenungkan makna syair-syairnya secara mendalam dan berusaha fokus pada pengungkapan makna.” Proses ini, katanya, “Memperdalam iman saya.”

Banyak paduan suara akan menyanyikan lagu-lagu gereja karya pemenang lomba dalam lomba paduan suara tahunan yang diselenggarakan dewan awam November 2008.á

Sumber: Majalah Bahana, November 2008

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13