Yesus: Pemimpin yang Mengubahkan

By: ndd | Inspirasi | 22 Jun 2009, 09:49:49 | Dibaca: 2471 kali

Untuk dapat melihat Yesus secara benar, kita harus mendengar dari mereka yang berjalan bersama–Nya. Para murid Yesus inilah yang secara teliti mencatat kejadian-kejadian penting dalam kehidupan Yesus.

Nilai-nilai yang Diperjuangkan
Banyak pengajaran Yesus yang menjungkirbalikkan pandangan umum. Bukannya memberkati para pemimpin yang besar-besar dan penuh glamor, Dia malah memberkati mereka yang miskin rohani –yang melihat bahwa tidak ada kekuatan diri sendiri untuk menyukakan Allah. Yesus tidak memberkati mereka yang kehidupannya penuh dengan pencapaian diri yang memuaskan, tetapi kepada mereka yang berdukacita karena berkekurangan. Bukan pula pada para penakluk yang penuh kebanggaan, tetapi orang-orang yang lembut hatinya.

Visi yang Mengubahkan
Yesus menyampaikan misi dan maksud–Nya dengan jelas. Ia menyatakan diri sebagai Mesias yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orangorang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk. 4:17-19).

Penentang Status Quo
Yesus membawa perubahan gagasan dan keyakinan. Dalam Khotbah di Bukit, Dia mengontraskan gagasan-gagasan baru dengan tradisi. Berulang kali Yesus menggunakan frasa, “Kamu telah mendengar,” dan dilanjutkan dengan, “Tetapi Aku berkata.” Yesus benar-benar menghendaki adanya perubahan arah dari ketergantungan pada kebenaran diri sendiri menjadi kemerdekaan melalui hubungan kasih dengan Bapa. Dengan tidak mengenal lelah Yesus mengajarkan gagasan baru–Nya di sinagoga-sinagoga dan dari lereng bukit.

Pemimpin yang Berkharisma
Ketika orang banyak mendengar Yesus mengajar, mereka saling menatap satu dengan yang lain dengan keheranan. Mereka kagum melihat Yesus mengusir roh-roh jahat (Mrk. 1:27-28) dan mengampuni dosa (Mrk. 2:5-12). Ketika mereka melihat Yesus meneduhkan angin ribut, mereka menjadi takut dan kagum (Mrk. 4:41). Mereka gemetar melihat kuasa kesembuhan–Nya (Mrk. 5:30-34). Yesus menggabungkan kasih yang sempurna dengan kuasa yang universal. Paduan keduanya menghasilkan sebuah kesimpulan, seperti yang dikatakan oleh Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat. 16:16). Sekalipun Dia mengendarai seekor keledai yang berjalan lambat, orang-orang yang mengelilingi–Nya bersorak-sorai ketika Dia memasuki kota Yerusalem (Mrk. 11:9-10). Sungguh tak terbantahkan. Orang Nazaret yang rendah hati ini adalah pemimpin karismatik yang mengherankan.

Gembala yang Baik
Perbandingan antara Yesus dan gembala terlalu nyata untuk diabaikan. Dia bukanlah gembala upahan, yang lari menyelamatkan diri sendiri karena tidak peduli pada domba-domba. Yesus adalah Gembala yang Baik (Yoh. 10:1-18), yang mengasihi domba-domba–Nya serta menyerahkan hidup–Nya bagi mereka. Dia mengenal setiap domba–Nya dengan baik. Dengan lembut Dia menyembuhkan setiap luka dan merawat jiwa yang gelisah. Dia sangat peduli terhadap setiap keperluan kita dan menjadi pembela yang penuh kasih.

Menyentuh Hati dan Pikiran
Tidak seorang tokoh pun di dalam sejarah, yang pernah mengguncangkan pikiran tradisional manusia selain Yesus. Para pemikir filsafat seperti Plato, Aristoteles, Kant, dan Jean Paul Sartre mempengaruhi dunia dengan pencerahan baru. Yesus melempar tradisionalisme dan menelanjangi para pemimpin agama yang berusaha mempertahankan otoritasnya. Dia berbicara dengan otoritas yang mengagumkan sehingga para pendengar–Nya terheran-heran. Penentangan-Nya telah menyentuh dasar-dasar agama Yudaisme yang legalistik. Dalam setiap kesempatan, Dia memutar jarum kompas yang telah diserongkan oleh para pemimpin agama dan pemberontak politik, lalu mengubahnya ke arah yang baru.

Pemimpin yang Melayani
Yesus adalah Model pertama tentang pemimpin yang melayani. Kita telah melihat bahwa Bapa memilih para pemimpin yang melayani. Bapa memilih Yesus untuk menjalankan misi–Nya di dunia. Karena kasih–Nya yang begitu dalam, Allah mengutus Anak Tunggal–Nya untuk membawa harapan penebusan. Yesus berulang kali mengatakan bahwa Dia diutus dari Surga untuk hidup dan mati (lih. Yoh. 5:36-37; 6:38-39). Dia dipilih sebagai kurban yang hanya Dia sendiri yang dapat melakukannya.

Sumber: Renungan Pagi, Juni 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13