Singing and Making Melody

By: Sugiyanto/dbs | Hot News | 04 Nov 2008, 10:12:01 | Dibaca: 2324 kali

A bell is not a bell until you ring it; A song is not a song until you sing it.

Musik diciptakan Tuhan untuk kehidupan dan pemujaan kepada-Nya. Tuhan menciptakan manusia dengan selera seni tinggi sehingga bangsa-bangsa menyanyi. Melantunkan suara kita dalam nyanyian mendatangkan kesenangan bagi Sang Pencipta, juga bagi kita. Alkitab menyebutkan 300 kali kata “nyanyian”. Hal ini mengindikasikan bahwa nyanyian sebagai suatu prioritas dalam ibadah. 

Bangsa Penyanyi
Bangsa Yahudi dikenal gemar musik dan terkenal dengan nyanyian mereka. Hampir setiap peristiwa dalam kehidupan umat Israel selalu melibatkan nyanyian. Musik memiliki peranan penting dalam hidup sosial maupun keagamaan mereka. Musik dan nyanyian digunakan pada saat gembira maupun berkabung. Musik, menyanyi, dan menari adalah hal biasa dalam pesta (Yes. 5:12), khususnya pesta panen (Yes. 16:10) dan pesta perkawinan (Yer. 7:34). 

Ada nyanyian kemenangan sesudah berjaya dalam pertempuran. Miryam dan kaum perempuan memukul rebana dan menari-nari merayakan kehancuran Firaun dan tentara berkudanya (Kel. 15:20-21). Nyanyian kemenangan juga didaraskan oleh Deborah setelah ia bersama umat Israel mengalahkan Sisera dalam pertempuran di Kison (Hak. 4:15, 5:19). Yosafat kembali dalam kemenangan ke Yerusalem dengan gambus, kecapi, dan nafiri (2 Taw. 20:28). 

Selain itu, ada nyanyian perpisahan. Misal Laban ingin mengucapkan selamat jalan kepada Yakub dengan nyanyian (Kej. 31:27). Nyanyian ratapan tampak ketika Daud meratap bagi Saul dan Yonathan, serta Absalom (2 Sam. 1:19-27; 18:33). 

Musik dan nyanyian dalam kehidupan umat Tuhan memiliki spektrum yang luas dengan berbagai aspek dan dimensi. 

Nyanyian Daud
Dalam usianya yang belasan tahun, Daud sudah disuruh menggembalakan beberapa ekor domba orangtuanya. Pekerjaan ini cukup berisiko bagi anak seusianya. Betapa tidak, serigala, bahkan singa dan beruang selalu mengincar domba-domba gembalaannya. Mengapa orangtuanya tega? Agaknya, kelahiran Daud tidak dikehendaki oleh orangtuanya (Maz. 27:10). Namun, justru saat-saat sendiri di padang rumput Daud memiliki banyak waktu memuji Tuhan. Dengan ditemani beberapa ekor domba, Daud memainkan kecapinya dan menaikkan madah pujian bagi Tuhan semesta alam. 

Melalui pekerjaan sebagai gembala, Daud belajar kelemahlembutan dan jiwa pengasuhan terhadap kawanan dombanya. Ia juga ditempa menjadi berani (1 Sam 17:34-35).

Daud dikenal pandai bermain kecapi, disertai Tuhan, cakap bicara, perawakannya elok, dan pahlawan yang gagah perkasa. Namun, perjalanan hidupnya penuh liku. Dengan permainan kecapinya, Daud mampu mengusir roh jahat yang mengganggu Raja Saul. Sementara dengan strategi dan ketangkasannya dalam berperang, Daud membawa kemenangan besar bagi umat Tuhan. Namun, raja yang pencemburu ini justru hendak menghabisi Daud, menantunya sendiri. Daud harus melarikan diri bersembunyi di Gua Adulam, bahkan mengasingkan diri di tempat orang Filistin, musuh Israel. Pada masa tuanya, Daud juga menghadapi pemberontakan oleh anaknya sendiri. 

Pengalaman hidup itulah yang kemudian disyairkan sebagai pujian, rintihan, penyesalan, dan harapan kepada Yahweh, Tuhannya. Gubahan Daud ini berjumlah 73 pasal dari 150 pasal Kitab Mazmur yang menggambarkan luapan jiwa penulisnya. 

Mazmur merupakan cermin hati Daud yang lembut sekaligus menjadi kekuatan untuk mengembangkan semangat penduduk Yerusalem dalam membangun mezbah Tuhan. Inspirasi Daud terbesar adalah keberhasilannya membuat hubungan musik dan lagu menjadi satu kekuatan. Hal ini tampak ketika pemindahan Tabut Perjanjian dari Obed-Edom ke Yerusalem. 

Daud bukan jebolan akademi atau sekolah tinggi musik, tapi gubahan nyanyian dari pengalamannya menjadi madah yang indah di hadirat Tuhan. Nyanyian Daud awalnya mungkin hanya nyanyian anak gembala, tapi di hadapan Tuhan, nyanyian itu lahir dari hati. Itulah pujian terindah di hadapan Tuhan. 

Getaran Jiwa MARIA
Beberapa waktu setelah dikunjungi malaikat Gabriel, Maria bertandang ke rumah Elizabeth. Begitu tiba di rumah Elizabeth, ketika Maria memberikan salam, janin yang ada dalam kandungan Elizabeth melonjak kegirangan. Ada apa gerangan? Elizabeth sadar bahwa janin yang dikandung kerabatnya ini istimewa. Ia menyebut Maria “Diberkati di antara semua perempuan dan ibu Tuhanku” (Luk. 2:42-43). 

Maria membalas dengan sebuah nyanyian pujian. Nyanyian ini merupakan getaran jiwa Maria yang naik ke puncak sukacita dan pujian kepada TUHAN. Gadis desa ini merasa tersanjung karena Tuhan Yang Mahatinggi berkenan memilihnya sebagai ibu Mesias. 

Nyanyian Pujian Maria terbagi dalam 4 bait yang menerangkan: Pertama, Maria dengan sukacita memuliakan Tuhan, mengucap syukur dan memuji Dia karena berkat yang diterimanya. Kedua, sifat dan sikap Tuhan dalam kasih-Nya bagi semua orang yang takut akan Dia. Ketiga, kedaulatan Tuhan dan kasih-Nya yang khusus terhadap orang-orang yang rendah hati. Keempat, kebebasan nasional dari penindas sebagai rahmat- Nya yang khusus terhadap bangsa Israel. 

Nyanyian yang Membebaskan
Menyanyikan lagu-lagu pujian adalah gejala kehidupan gereja rasuli (1 Kor. 14:15,26, Yak. 5:13). Lukas mencatat nyanyian puji-pujian liturgis Kristen dipakai sebagai pengungkapan spontan dari kesukaan Kristen, dan sebagai cara mengajar iman (Kol. 3:16). Ada musik dan tarian saat anak yang hilang kembali (Luk. 15:25). Inilah gambaran dari gereja yang menaikkan pujian, tarian, dan kesukacitaan pada jiwa-jiwa yang kembali kepada Kristus. Jadi, nyanyian merupakan bagian inheren dari umat Tuhan, baik dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam ibadah. 

Matius dan Markus menyebutkan bahwa setelah perjamuan Paskah Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya menaikkan nyanyian pujian sebelum mereka pergi ke Bukit Zaitun. Sungguh luar biasa! Sebelum Kristus pergi pelayanan, bahkan menjelang disalibkan, Dia memperteguh diri-Nya dengan nyanyian. 

Nyanyian puji-pujian kepada TUHAN mampu menghadirkan kuasa yang membebaskan. Dalam kondisi terbelenggu, Paulus dan Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian. Terjadi ledakan di alam roh yang berimbas kegoncangan di alam fisik. Sendi-sendi penjara goyah dan semua pintu penjara terbuka. Mereka dibebaskan, dan kepala penjara bersama seluruh keluarganya menerima Kristus (Kis. 16:25-34). Inilah kisah besar tentang kekuasaan Tuhan di tengah puji-pujian gereja. 

Pujian juga bisa keluar dari mulut pengemis yang lumpuh sejak lahir. Sudah bertahun-tahun ia mangkal di gerbang Bait Suci. Ketika Petrus dan Yohanes lewat, seperti biasa ia berharap sedekah pada dua orang itu. “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan padamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” kata Petrus. Setelah Petrus memegang tangan kanan orang itu, kaki orang itu menjadi kuat. Ia pun berjalan, melompat-lompat serta memuji Tuhan (Kis. 3:6-8). 

Hati SEBAGAI MEZBAH
Hati adalah sumber dan altar penyembahan. Kualitas hati seperti apa yang membuat terobosan dalam nyanyian, pujian dan penyembahan kita? Merujuk Bram Soe Ndoen dalam Revolusi Penyembahan Profetik, setidaknya ada 9 kualitas hati: 
1. Hati yang suci (Mat. 5:8) . 
2. Hati yang mengampuni (Mrk. 11:25) 
3. Hati yang rindu (Mzm. 27:4,8; 42:2-9). 
4. Hati yang mencintai dan penuh hormat (Mzm. 69:10a; Flp 3:7-14) 
5. Hati yang remuk (Mzm. 51:19) 
6. Hati yang bersyukur (Mzm. 50:23, Ibr. 13:15) 
7. Hati yang percaya/beriman (Ibr. 11:6; Mat. 28:17) 
8. Hati yang bersungguh (Yak. 5:17) 
9. Hati yang bergairah (Mzm. 40: 4,9) 

Memuji dan menyembah adalah seni mengekspresikan diri kepada Tuhan. Kita harus mempelajari ekspresi itu dan membuka hati sebagai saluran bagi Roh Kudus. Dalam menyanyi, mari kita mengalunkan melodi dan lirik yang indah plus diurapi Roh Kudus sehingga lagu kita menyenangkan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. 
Hidup ini sebenarnya seperti sebuah melodi yang indah, sebab itu marilah kita selalu menciptakan di hati kita nada-nada yang memuliakan Tuhan. Singing and making melody in your heart to the Lord. Hidup adalah lagu, nyanyikanlah..

Sumber: Majalah Bahana, November 2008

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13