By: Niken Maria Simarmata | Kesaksian | 17 Januari 2012, 15:34:40 | Dibaca: 326 kali
Moses Binur sangat bersyukur. Ia bertemu Tuhan yang memberinya kehidupan baru. Dari kegelapan kepada terang. Bapa yang penuh kasih itu menyediakan hal-hal yang tak pernah dipikirkannya.
Ia mengaku masa lalunya amat kelam. Hitam pekat. “Umur 13 tahun, saya hamili pacar saya. Saya juga tusuk teman. Saya masuk penjara. Karena bapak saya polisi, saya cuma sebulan mendekam di penjara,” kata Moses mengawali kisahnya.
KABUR DARI RUMAH Moses berpikir ia akan dibela dan selalu disayang oleh bapaknya. Namun, ia keliru. Ternyata bapaknya sangat kecewa dengan perbuatannya. “Keluar dari penjara saya dipukuli bapak. Saya kabur dari rumah, keliling Papua.” Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia mencopet dan mencuri. Di Sorong, Moses kembali menusuk orang.
Menghindar, ia kabur ke Ujung Pandang. Ia hidup bersama para pencopet di pasar. Di sana ia mulai menghisap ganja.
Pada 1977 Moses ke Jakarta dan tinggal di rumah kakaknya yang seorang pesepak bola nasional di daerah Rawamangun. Tak lama kemudian ia tinggal di terminal Rawamangun. “Saya makin jahat, makin hancur. Saya sempat pukul tukang becak,” ungkap pria kelahiran Serui, Papua, 27 September 1959.
Moses pindah ke daerah Mangga Besar yang terkenal dengan dunia malam. Sudah terbayangkan ke mana arah hidupnya. Jadilah Moses bandar narkoba. Dari 1984-1999, ia menjadi bandar ekstasi. “Saya juga seorang pembunuh. Pezina yang luar biasa. Tujuh kali kumpul kebo, hidup dengan wanita tanpa ikatan pernikahan. Rasanya semua dosa sudah saya lakukan.”
BERHARAP MATI Pada 1999, karena terlalu banyak mengonsumsi narkoba- 23 tahun- Moses paranoid. Selama tiga bulan hidup dalam ketakutan. Ia sangat tersiksa dengan kondisinya. Terlintas dalam pikirannya lebih baik mati. “Saya minum air sabu biar mati.Tapi nggak mati-mati, cuma gila doang. Hampir tiap hari muntah darah. Kondisi saya parah sekali.”
Seorang mantan preman, Nicholas Johan Kilikily yang telah melayani Tuhan datang bersama hamba Tuhan lainnya, Sebastian Napitupulu dan Budiyanto Soeryadi dari GBI Sungai Yordan ke mes Papua tempat tinggal Moses. Mereka menyampaikan tentang kasih Tuhan dan mengatakan orang Kristen penakut, dan pengecut adalah orang Kristen yang turun dari gereja, bikin zina, dan tetap hidup dalam dosa.
JAMAHAN TUHAN Esoknya, mereka mengajak Moses ke gereja mengikuti Seminar Hidup Baru dalam Roh. Banyak hadir mantan preman dan preman. Padahal saat itu Moses sedang ‘on’ karena ekstasi. Namun, saat itu Moses teringat akan hidupnya yang penuh dosa. “Saya minta Tuhan Yesus menyembuhkan ginjal saya yang sakit parah. Setelah berdoa, ajaib, saya merasakan Tuhan menjamah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Saya merasa tubuh saya enak. Ginjal saya sembuh. Saya menangis. Aneh….hehehe. Itulah untuk pertamakalinya saya menangis. Bapak saya meninggal saja saya tidak menangis,” tuturnya mengenang.
Di acara itu, film pertobatan seorang gangster Nicky Crusz diputar. Moses heran bukan main, kok bisa ya? Ia kembali teringat akan hidupnya yang kacau balau. Moses minta ampun pada Tuhan. Roh Kudus bekerja di hatinya. Moses menerima anugerah besar. Tumbuh di hatinya kasih Tuhan. Dan ia juga ingin membagikan kasih itu kepada orang lain. Setiap kali bertemu orang, ia cerita tentang Tuhan Yesus. Ia bersaksi akan hidupnya yang telah diubahkan oleh kuasa-Nya. “Awal pertobatan, saya cuma bisa berdoa, “Terima kasih Tuhan Yesus, amin.”
Moses meninggalkan pekerjaan di dunia malam. Ia dipekerjakan sebagai sekuriti gereja. Namun, sering kali keringat Moses berwarna merah darah. Atas anjuran penatua senior, Pdt. Jos Lamel, Moses masuk rehabilitasi narkoba. Di tempat rehabilitasi, ia bertemu hamba Tuhan, orang Papua. Dia bertanya pada Moses, apakah bisa membaca? Moses tak malu, jujur mengaku bahwa ia bisa membaca tapi tidak lancar, membaca dengan dieja. Hamba Tuhan itu memberi dorongan, “Baca saja, Tuhan Yesus yang kasih pintar Bapa…”. Moses melakukan saran baik itu. Ia membaca Alkitab setiap hari. Dalam 2 tahun berturut-turut 3 kali membaca Alkitab. “Setelah itu saya lincah, baca lancar,” katanya tertawa.
Usai rehab, Moses kembali ke gereja. Ia melayani orang-orang yang terkena HIV. Ia banyak belajar dari seminar-seminar yang diadakan oleh gereja. Bersyukurlah Moses karena berada di lingkungan gereja yang sangat terbuka pada orang-orang yang mempunyai masa lalu seperti dirinya. “Tuhan banyak memakai para pemimpin untuk membentuk hidup saya.”
WANITA PENOLONG Rasa syukur lain adalah Tuhan memberinya seorang penolong, wanita bernama Perak Wiwin, full timer gereja. Mereka menikah 7 Oktober 2006. Hari bahagia itupun dipenuhi dengan kemurahan Tuhan. Semula karena kondisi keuangan, mereka hanya menyiapkan 50 kotak kue yang akan dibagikan setelah pemberkatan.
Namun sehari sebelum hari H, begitu banyak orang datang memberikan tanda kasih berupa uang bagi pernikahan mereka. Banyak yang menyatakan akan menghadiri pernikahan itu. Mereka adalah orangtua dari anak-anak yang dilayani Moses karena narkoba dan HIV. Bahkan beberapa pejabat datang.“Dari persiapan cuma 50 kotak kue, akhirnya kami memesan 500 kotak. Berkat-Nya luar biasa. Kami terheran-heran. Tuhan menyediakan yang tak terpikirkan. Puji Tuhan. Saya terharu. Kado pernikahan begitu banyak. Ada yang antar kulkas. Motor sampai ada dua …ah, siapa sih saya? Padahal saya cuma kelas 3 SD, tulisan kayak cakar ayam,” ujar Moses tersenyum.
KERJA BUAT TUHAN Moses dan Perak Wiwin sama-sama melayani Tuhan di divisi MADULIMA GBI Sungai Yordan, Roxy-Jakarta Barat. Mereka selalu berusaha memberi yang terbaik. Mereka juga sadar semua berkat yang mereka terima berasal dari Tuhan. Meskipun sampai saat ini belum dikarunia anak, mereka memiliki 10 anak asuh yang mereka biayai sekolahnya. Prinsipnya, diberkati untuk memberkati. “Tuhan sangat baik. Luar biasa baik. Semua berkat-Nya datang tak terduga.”
Selalu ada masa depan bila kita bersama Tuhan. Hidup kelam Moses telah terbenam. Hari-harinya dipenuhi pelayanan. Hidup tak seperti dulu lagi. Ada yang tak mungkin?
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)