By: Timothy Roy dan Shiny Kartiko | Vitamin | 14 Januari 2012, 13:07:19 | Dibaca: 685 kali
Masalah keluarga seperti, suami atau istri dominan atau otoriter yang dialami An, Sulut pada edisi Desember 2011 ternyata banyak juga dialami oleh pembaca BAHANA yang lain. Kali ini Pastor Timothy Roy dan Shiny Kartiko akan menambahkan pemahaman dan solusi bagi masalah tersebut.
Shalom, Pembaca BAHANA di seluruh Indonesia, Ada dua hal saya tegaskan sebelum menjawab problem tersebut. Pertama, saya menyarankan suami atau istri yang mengalami masalah tersebut banyak berdoa. Tanpa doa yang banyak, Allah Roh Kudus tidak memberi solusi dan Anda tak tahu hakikat dan norma kristiani dalam berumah tangga. Kedua, saya selalu menekankan pada kedua belah pihak “yang beperkara” bahwa konselor yang bijak tidak begitu saja percaya pada pengaduan atau alibi dari satu pihak saja, dan tidak hanya memberikan solusi yang “praktis-objektif-logis”.
1.Penyebab Suami atau Istri Dominan bahkan Otoriter a.Faktor genetika, lingkup keluarga asli, atau lingkup kerja: Memang “dari sono”-nya mungkin sudah terpola keras. Misal, anak yang orangtuanya dominan (nyaris otoriter) dalam hal bicara, mengatur uang, agenda tiap hari, dan lain-lainnya. Atau bila ia seorang anggota militer yang memang harus bersikap dan bersifat tegas, exact, pengomando anak buah di lapangan, terkadang sikap tersebut terbawa dalam rumah tangga.
b.Faktor tuntutan dan keterpaksaan karena keadaan Maksudnya si suami/istri bukan demikian aslinya. Sikonlah yang memaksanya menjadi dominan dalam mengatur keluarga. Bila ia tidak dominan dalam mengatur uang, pendidikan anak, jadwal waktu kegiatan, bisa berantakanlah masa kini dan masa depan keluarganya. Dominasi bisa dilakukan baik oleh suami (lebih banyak) maupun oleh istri. Wajarnya (dan secara alkitabiah) suamilah yang mendominasi aspek-aspek berkeluarga.
2.Analisis dan Solusi Kasuistis (dalam Keluarga Anda) a.Pernahkah suami terbukti (dalam tanda petik) merugikan, menelantarkan, gegabah, mengabaikan kewajiban sebagai kepala rumahtangga sehingga membahayakan masa depan keluarga? Sudah tentu saya hanya berharap bahwa faktor di poin 1. a sajalah penyebab istri dominan. Namun bila ternyata 1. b faktanya, suami wajib segera berubah, introspeksi-mawas diri, dan memohon Allah Roh Kudus memulihkan dirinya. Jujur dalam introspeksi membawa pemulihan dan perbaikan signifikan dalam masa depan keluarga Anda! Bila 1. b faktanya, hanya Allah Roh Kudus yang bisa kerjakan. Konselor atau gembala hanya bisa membantu doa. Tekad berubah nan tuluslah yang membuat Allah membalik sikon keluarga Anda sehingga istri takut mendominasi apalagi otoriter. Juga bagi suami siapa pun yang merasa “underdog” dalam keluarga, bertobatlah dari hal-hal yang saya sebutkan. Allah akan membuat istri Anda menjadi lembut, kembali mencintai dan tunduk pada suami, penuh kehangatan dalam keluarga dan menghormati suami kembali.
b.Selama belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap istri, suami tidak akan bisa mengubah istri untuk menghargainya. Tiada kalimat manusia yang bisa mengubah seseorang, kecuali kalimat-kalimat ilahi, yakni firman Allah. Namun, hanya perubahan dan pertobatanlah yang bisa membuat si otoriter dalam rumah tangga berubah jadi lembut dan penuh kasih sayang.
Sebagai penutup, teringatlah saya akan sebuah kalimat, “…..semuanya itu dibawa Daud kembali” (1 Samuel 30:19). Daud kehilangan istri dan anak-anak, harta tak berarti baginya dibanding istri dan anak-anaknya, semua dijarah musuhnya. Apa yang Daud lakukan sehingga bisa tertulis dalam Alkitab “…..semuanya itu dibawa Daud kembali” ? “PR” bagi semua suami, mohon baca 1 Timotius 2:8 / 1 Korintus 16:13, Kolose 3:19. Anda akan membawa istri dan anak-anak kembali. Tuhan Yesus memberkati seluruh keluarga di Indonesia!
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)