23 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Natal Sang Firman Turun ke BumiBy: Romo Lazarus Bambang Sucanto, MTS | Vitamin | 30 Desember 2011, 16:01:43 | Dibaca: 558 kali Natal bukanlah perayaan, lebih tepat disebut peringatan. Kita mengingat kasih-Nya yang besar. Dia meninggalkan surga, turun ke bumi memberi keselamatan kekal. Itulah Natal. Sejak Natal diperingati oleh gereja sekitar abad keempat Masehi, Natal menuai kritik dari banyak pihak. Beragam alasan diungkapkan. Namun, di sini saya menjelaskan esensi Natal yang sesungguhnya. Natal adalah peristiwa turunnya Firman ke bumi. Firman itu telah menjadi daging melalui perawan Maria. Kitab Suci mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada- Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14). Natal dapat juga dikatakan peristiwa pewahyuan Allah secara penuh. Sebuah peristiwa pembaruan, yakni peristiwa penebusan. Sejak awal, Allah menciptakan manusia bukan karena kebutuhan-Nya, melainkan karena kasih-Nya. Untuk itulah ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Allah berusaha mengembalikan manusia itu pada posisinya semula. Sejatinya, Natal telah dinubuatkan dalam kitab Perjanjian Lama (PL). Dalam Kejadian 3:15 dikatakan, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Di sana disebutkan tentang keturunan perempuan. Mengapa dikatakan keturunan perempuan? Karena memang Yesus tidak berasal dari benih laki-laki. Yesus tidak berasal dari hubungan biologis pria dan wanita. Itulah sebabnya ketika Yesus lahir Alkitab mencatat Dia dikandung dari Roh Kudus. HARUS DIPERINGATI Lalu, apakah dengan adanya ekses negatif itu lalu kita mengatakan Natal tak usah diperingati? Seharusnya tidak demikian. Natal harus diperingati oleh umat Tuhan. Saya mengatakan dengan jujur bahwa saya tidak tahu pasti kapan persisnya Yesus dilahirkan (tapi, antara akhir Desember—awal Januari, sebelum ditetapkan 25 Desember, gereja perdana-Orthodox-memperingati Natal setiap 6 Januari). Namun, tanggal, tahun, dan bulan kelahiran bukanlah esensi. Esensi yang harus ditangkap adalah kelahiran Yesus tersebut adalah fakta, bukan legenda, dan bukan pula maya. Yesus sungguhsungguh lahir di dunia. Dalam sejarah kita belajar, sekitar abad ke-4/5, gereja merayakan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal. Mengapa tanggal 25 yang adalah lahirnya dewa matahari diperingati sebagai hari Natal? Ini sebuah inkulturasi. Inkulturasi itu artinya kita menggunakan budaya setempat, suatu budaya lokal, tetapi isi dari budaya itu diganti dengan sesuatu yang baru. Gereja memakai tanggal itu agar orangorang kafir dapat mengikut Kristus. Tuhan Yesus mengatakan Akulah Terang Dunia. Dalam hal ini gereja tidak berlaku sinkretis. Gereja tidak mencampuradukkan antara budaya dan firman Tuhan. Sejatinya yang terjadi adalah inkulturasi. Kalau ada orang Kristen tidak merayakan Natal, berarti ia mengingkari fakta sejarah. Sejarah mencatat Sang Firman betul-betul telah turun ke dunia. Dia adalah Yesus. Dengan demikian, keselamatan juga betul-betul terjadi. Keselamatan dalam Kristus, bukan hanya impian. Namun, peristiwa Natal meneguhkan bahwa keselamatan dalam Yesus adalah pasti. Di sisi lain, sebagian orang menolak Natal karena pikirnya Kristus belum datang. Persoalannya, apakah Anda percaya Alkitab atau tidak? Kalau Anda percaya Alkitab sebagai firman Tuhan seharusnya percaya juga pada yang tertulis di dalamnya. Alkitab katakan firman telah turun ke bumi. Dia, Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat dunia. Sumber: Majalah Bahana, Desember 2011 [Kembali] By: joy to the Lord | 12 Maret 2012 | 11:00:36 Please back to the Bible Brother, back to the Words of God.. do not use your own opinion. Luk 22:19 and 1 Cor 24-25 says "and when he had given thanks, he broke it and said, “This is my body, which is for you; do this in remembrance of me. In the same way, after supper he took the cup, saying, “This cup is the new covenant in my blood; do this, whenever you drink it, in remembrance of me.” please note the word "remembrance" in above words, the only one remembrance day is on Act 20:7, the frist day of that week means the Lord's day. christmas is nothing, or whatever the day people called it. do not mix up in whatever you said "inkulturisasi" in Christian life, please do not do that, just back to the bible to the what is God will and desire, please read Rev 22:18-19.
Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||