23 Februari 2012,
Flash News: Line service BB: 21416FCB • Info pemasangan iklan pada eBahana.com: klik here   Wisdom today: "Apa yang kita tabur, suatu saat pasti kita tuai."
 

Hayatilah Makna Natal yang Sesungguhnya

By: Manati I. Zega / Steve | Hot News | 24 Desember 2011, 13:46:49 | Dibaca: 469 kali

Perayaan Natal sering membawa dampak negatif. Gereja pecah. Panitia berselisih paham. Timbul sakit hati di antara sesama rekan. Siapa yang salah? Benarkah diakibatkan oleh Natal, atau manusia yang tak bijaksana?

Bila berkata jujur, kenyataan lapangan menunjukkan bahwa perayaan Natal sering menimbulkan masalah. Perayaan Natal dapat memecah kesatuan hati panitia. Sering terdengar kabar gereja menjadi pecah. Panitia bertengkar. Karena itu, seseorang pernah mengusulkan agar istilah perayaan diganti menjadi peringatan. Pada umumnya, perayaan identik dengan pesta. Sementara peringatan, tidak sama dengan pesta atau sejenisnya.

Dampak negatif perayaan Natal yang sering kita temukan menyebabkan sebagian saudara Kristen tidak merayakan Natal. Mereka menjadi alergi dengan Natal. Dengan segenap kekuatan dan argumentasi logis, Natal berusaha ditiadakan dari perayaan kristiani. Perayaan Paskah dianggap sudah cukup. Namun, mereka lupa kalau kelahiran saja diragukan, bagaimana mungkin merayakan kematian dan kebangkitan? Ini sesuatu yang tak masuk akal.

URAI SECARA TEPAT
Pdt. Gilbert Lumoindong, S.Th. (45) meyakini tidak ada yang salah pada perayaan Natal. Menurutnya, Natal itu tidak perlu mewah melainkan megah. Apa perbedaan antara mewah dan megah? Mewah bisa diidentikkan pesta. Tentu, yang ini tidak dibenarkan karena Natal bukanlah pesta pora. Kalau megah lebih pada suasana ceria dan sukacita. Hari lahir Juruselamat dunia. “Kami tidak mengadakan Natal yang mewah. Kami menyelenggarakan Natal yang megah,” ujar Gilbert. Megah di sini dipahami sebagai pujian dan penyembahan yang dialamatkan kepada Yesus. “Yesus itu Raja. Dia sangat pantas menerima yang terbaik dari umat- Nya,” ujar hamba Tuhan yang sering melayani KKR tersebut.

Natal sesungguhnya tidak bermasalah. Yesus Kristus adalah tokoh terbesar sepanjang zaman. Dia adalah Tuhan. Pribadi yang Mahakuasa. Sebenarnya yang membuat masalah dalam Natal adalah manusia. Manusia merayakan Natal dengan cara yang kurang bijaksana. “Pesta, perpecahan, perselisihan, dan sejenisnya bukan karena Natal itu sendiri,” ujar Pdt. Fatinaso Dawolo, M.A. (40). Di sini, ketemulah akar masalahnya. Berarti, masalahnya terletak pada manusia. Kalau demikian halnya, manusialah yang perlu dibereskan.

Jika masalahnya panitia, pilihlah orang-orang yang mudah bekerja sama. Pst. Dr. Djohan E. Handojo punya banyak pengalaman mengenai perayaan Natal yang diselenggarakan besarbesaran. “Kuncinya panitia dan tim harus solid,” ujarnya kepada BAHANA. “Panitia solid, saling memahami, pasti tidak ada perpecahan,” urai Director Division of Apostolic and Overseas Mission GBI Gatot Subroto, Jakarta itu.

Secara konkret, kata Pdt. Fati, dapat dianalisis bagian-bagian dalam perayaan Natal yang biasa memicu masalah. Misalnya, perihal perayaan yang menghamburkan dana yang tak sedikit. Bila penyebabnya itu, Natal dapat dibuat lebih sederhana. Esensi Natal bukan perayaan melainkan kesederhanaannya. “Bisa juga gereja mengurai masalah lain. Semua itu dapat dibuat analisis,” kata Fati, Gembala Jemaat Gereja Kristus Tuhan (GKT) Jemaat 1 Malang tersebut.

Ibarat ulat yang merusak tanaman, untuk menyelamatkan tanaman, ulatlah yang harus dibasmi, jangan tanamannya ditebang. Demikian pula Natal. Suatu kekeliruan besar bila orang tidak memperingati Natal hanya karena hal-hal yang tidak prinsip. Pohon natal, pesta yang tidak seharusnya, lalu orang menyalahkan Natal. Dengan sinis mengatakan ini gara-gara perayaan Natal. Jelas, cara berpikir demikian keliru.

MEMORI JANGKA PENDEK
Guru Besar Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta, Prof. Irwanto, Ph.D. (54) memaklumi bahwa sebuah sukacita perlu dirayakan. Ekspresi sukacita tak dapat dibendung. Silakan saja. Hanya, urai Irwanto, tidak boleh berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Makan berlebihan pada akhirnya akan menuai masalah. Prinsip keseimbangan perlu diperhatikan.

Kini, ada kecenderungan merayakan Natal secara berlebihan. “Saking berlebihan, kadang-kadang kita melupakan Tuhan,” beber kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah itu.

Menyelenggarakan event Natal besar-besaran perlu bijaksana. Perlu dihitung ongkos yang dikeluarkan. Jikalau terlalu besar, tidakkah lebih baik di-invest -kan untuk sesuatu yang lebih baik. Maksudnya, untuk sesuatu yang punya dampak jangka panjang. Memberi beasiswa untuk anggota jemaat yang kurang mampu, dampaknya jangka panjang. Seumur hidup orang itu terus mengingat dan mendoakan gereja yang telah menolongnya. Bandingkan memberi nasi bungkus ketika Natal menjelang. Nasi bungkus diingat sebentar. Setelah itu dilupakan. Beasiswa dan nasi bungkus sama-sama pemberian. Namun, beasiswa memiliki memori jangka panjang.

Kurang tepat bila memberikan sesuatu hanya saat Natal. Tindakan sesaat itu kurang melekat dalam diri orang yang pernah ditolong. Kegiatan-kegiatan sosial ketika Natal memang tidak salah. Namun, lebih baik dilakukan terus-menerus, kata Pdt. Gilbert Lumoindong. “Jangan hanya mengerjakannya saat Natal,” ungkap gembala senior GLOW FC Jakarta tersebut.

Sebagai umat kristiani, kata Irwanto, kita harus banyak berbuat. Natal menginspirasi kita. Yesus tidak hanya berbicara melainkan berbuat. Tidak sekadar mengumbar janji bak orang kampanye. Dia tidak hanya memboroskan kata-kata melainkan membuktikan katakata- Nya. “Saya mengharapkan masyarakat kristiani lebih banyak do (bekerja-red) untuk orang lain,” tegas Co-Director Pusat Perlindungan Anak di FISIP Universitas Indonesia (UI) itu.

DUA SISI MATA UANG
Dalam Natal, ada dua hal yang tidak boleh dilupakan. Bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Apa itu? Meminjam istilah Rev. Dr. Bob Jokiman (69), Natal adalah celebration and proclamation. Natal celebration, sebuah perayaan. Umat manusia memperingati peristiwa akbar, Firman Allah menjadi manusia. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang hebat. “Orang percaya harus merayakan ini,” tandas Rev. Bob kepada Zega. Ini bukan peristiwa biasa. Karena alasan itulah, semua umat percaya harus merayakan. Di sisi lain, kata Bob, Natal adalah proclamation, ya sebuah proklamasi. Proklamasi berarti memberitakan kasih Allah kepada umat manusia. Bagi yang belum percaya kepada-Nya, berita Natal wajib diwartakan.

“Kasih Allah kepada dunia harus diproklamasikan,” jelas pendeta di Agape Evangelical Church California itu. Inilah misi, kehendak Allah bagi gereja-Nya. Tidak ada alasan untuk menunda mengabarkan Berita Sukacita tersebut. Dunia sekarang sangat memerlukan berita bahagia, tentang Anak Allah yang datang ke dunia. Kenyataannya tidak mudah. Berita Natal sering ditolak. Namun, bukan alasan untuk tidak membagikannya.

Merayakan dan memproklamasikan peristiwa Natal, di setiap negara atau daerah dapat dilakukan dengan cara berbeda. Bercermin dari pelayanan di California, Rev. Bob melakukannya dengan mengunjungi para jompo. Selain kegiatan di gereja atau komunitas, perayaan dan proklamasi sangat dinantikan oleh mereka yang sudah tua. Mereka yang tidak bisa ke manamana karena faktor kesehatan. “Anda harus tahu, di Amerika, Natal adalah hari stres bagi orangtua,” ungkap hamba Tuhan yang telah puluhan tahun melayani di Amerika. Kesempatan ini dapat digunakan untuk perayaan dan proklamasi.

MENGAPA NATAL?
Bagaimana kita dapat memahami Natal? Pasti, setiap orang dapat mendefinisikan Natal berdasarakan pemahamannya. Pdt. Gilbert Lumoindong mengatakan Natal adalah tindakan nyata kasih Allah yang mencari, menyelamatkan, dan menerima manusia apa adanya. Melalui peristiwa ini, bahasa kasih Allah mudah dipahami. Seandainya Natal tidak terjadi, sukar untuk mengerti Allah yang penuh kasih itu. Kasih menjadi abstrak bila Firman Tuhan tidak turun ke bumi.

Selain tindakan kasih, apakah hakikat Natal sesungguhnya? Paling tidak ada tiga hakikat Natal menurut Pdt. Fatinaso Dawölö. Pertama, Natal merupakan klimaks wahyu Allah. Kita mengenal wahyu umum dan wahyu khusus. Dalam wahyu umum Allah mengenalkan diri melalui ciptaan-Nya. Saat menyaksikan gunung yang menjulang tinggi, kita memuji kebesaran Tuhan yang telah menciptakannya. Selanjutnya, dalam diri Yesus Kristus, wahyu khusus itu mencapai puncaknya. Kedua, Natal berbicara tentang Allah yang menggenapi janji-Nya. Kalimat ini mengandung pengertian bahwa Natal merupakan rencana Allah agar manusia memiliki relasi dengan-Nya. Ketiga, Natal adalah wujud penyertaan Allah. Kita mengenal istilah Imanuel. Kata itu menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari Allah hadir dan menyertai umat-Nya. Tuhan mendampingi perjalanan hidup kita hingga akhir zaman.

Akan tetapi, setelah Natal diperingati, yang terjadi adalah kelesuan rohani. Saat Natal, semua gembira dan bersukaria. Namun, begitu Natal selesai, kehidupan menjadi loyo. Iman kepada Yesus pun ikut lesu. Apa sesungguhnya yang terjadi? Sebenarnya, semangat Natal dapat memengaruhi kehidupan umat sepanjang tahun. Namun, sering terjadi sebaliknya.

Bercermin dari pengalaman penggembalaan, Pdt. Fatinaso Dawölö meyakini semangat Natal dimungkinkan bertahan sepanjang tahun. Wah, hebat sekali. Bagaimana caranya? “Selaraskan program Natal dengan program gereja tahun berikutnya,” urai ayah dua anak ini. Dalam hal ini, tema Natal dan gereja untuk satu tahun ke depan kiranya seirama. Peran gereja untuk membantu umat menghayati semangat Natal pastilah sangat besar. Gereja dapat memfasiltasi. Dengan demikian umat dapat menjalani kesulitan hidup dengan semangat, Tuhan itu Imanuel.

Di samping itu, Rev. Bob menyebutkan harus ada pembaruan rohani. Setiap hari membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Saat teduh, doa, dan sebagainya harus dipelihara setiap saat. Artinya, ada upaya terus-menerus untuk membangun kehidupan iman. Jika hal itu tidak dilakukan, kekosongan bahkan kelesuan rohani setelah gegap gempita Natal, akan terjadi. Bukankah kondisi ini suatu ironi? “Saya menyaksikan keadaan seperti itu di Indonesia bahkan di luar negeri,” beber jebolan Fuller Theological Seminary, USA.

Menarik untuk mencermati makna Natal bagi Prof. Irwanto, Ph.D. Baginya, Natal adalah sebuah kesempatan. Terutama kesempatan untuk lahir kembali. Natal merupakan kesempatan terbaik untuk mengoreksi diri. Saat Natal, kita harus punya pengharapan baru. Mengapa harus punya pengharapan? “Tuhan mengasihi dan selalu memberi kesempatan untuk berbenah diri,” ujarnya. Irwanto mencontohkan penjahat yang disalib bersama Yesus. Ketika penjahat itu bertobat, Yesus memberi kesempatan baru. Karena itulah, jelas suami Irene Indrawati Raman, kita harus memiliki optimisme dalam hidup. Tidak boleh ada pesimisme. Optimisme di sini bukan asal-asalan. Optimisme tersebut dibangun karena keyakinan yang teguh dalam Tuhan.

Akhirnya, memperingati Natal tahun ini, kiranya kita kembali kepada makna Natal yang sesungguhnya. Natal bukan pesta. Natal bukan menikmati hari libur. Natal itu kasih Allah diwujudkan. Dengan demikian, mengakhiri tahun ini, kita punya semangat dan pengharapan dalam Tuhan. Selamat tinggal pesimisme. Selamat datang optimisme. Selamat Natal.

Sumber: Majalah Bahana, Desember 2011


Nama
Email
Komentar Anda *) Tekan "Shift+Enter" untuk turun 1 baris.
 12704
Masukkan code unik di atas

 
 
 
Most Wanted
Imelda Fransisca - Host Natal Vatikan
Menjadi ibu adalah kebanggaan yang dirasakan oleh mantan Miss Indonesia 2005, Imelda Fransisca (29). Apalagi ... Selengkapnya
Lebih Suka Jadi Atlet
Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Irwan Alexander Kartiko - Orangtua Asuh
Artis Irwan Alexander Kartiko merasa terbeban menolong anak-anak muda di Indonesia. Terlebih lagi ketika ia ... Selengkapnya
Iin Indriani - Rilis Single Hasratku
Penyanyi keroncong, Iin Indriani mengaku, menyanyi keroncong memang sulit. Karena dinilai sulit, banyak anak muda ... Selengkapnya
Astrid Ellena - Alami Mukjizat di Ajang Miss Indonesia 2011
Ellen terhenyak ketika terpilih sebagai Miss Indonesia. Mahkota yang diidam-idamkan para wanita Indonesia itu mendarat ... Selengkapnya
Astrid Tiar - Pesan Film dari Tuhan
Artis berdarah Batak, Astrid Tiar Panjaitan kini tengah sibuk main film. Tahun ini, ia akan ... Selengkapnya
Glenn Alinske - Investasi Saham
Artis berwajah oriental, Glenn Alinskie memilih menginvestasikan uangnya dalam bentuk saham. Hal itu dilakukannya sejak ... Selengkapnya
Nadine Chandrawinata - Jadi Produser Film
Nadine Chandrawinta baru saja memulai debutnya sebagai produser film. Film perdana yang diproduserinya adalah The ... Selengkapnya
Maria Selena - Si Tomboi yang Menjadi Putri
Walau dulu penampilannya begitu tomboi, Maria Selena sempat berpikir untuk mengikuti kontes kecantikan. Sayang, karena ... Selengkapnya
Ministry Music Center - Melayani Jual Beli Alat Musik
Mempertahankan eksesitensi suatu usaha, lebih sulit dibandingkan ketika merintisnya sendiri. Dengan keyakinan dan kegigihan, pasti ... Selengkapnya
Menghidupi Injil dalam Keanekaragaman
Ketika remaja, Geoff berencana untuk kuliah di universitas, lalu bekerja di perusahaan ayahnya. Tapi, Tuhan ... Selengkapnya
Utojo Sutjiutama - Sampaikan Kabar Sukacita dengan Sinema
Ketika industri film nasional lesu, bukan berarti mengurangi semangatnya untuk tetap berkarya di dunia sinematografi. Semangat ... Selengkapnya
Arend Stevanus Michiels - Optimis Bisa Lestarikan Musi Keroncong
Banyak anak muda Indonesia yang melupakan musik keroncong. Padahal musik keroncong berasal dari Tanah Air ... Selengkapnya
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari Raya Semua Orang Kudus selalu diperingati oleh gereja pada 1 November. Momen ini sekaligus ... Selengkapnya
Risma Oktavia Simbolon - Lestarikan Khazanah Bangsa
Tidak banyak generasi muda yang berminat melestarikan budaya bangsa. Kondisi tersebut rupanya mengusik penyanyi Rizma ... Selengkapnya
Meninggalkan Popularitas Melayani Komunitas
Keinginan menjadi penyanyi mulai dirintis Alvin Kurniawan saat ia duduk di bangku SMA. Dengan dukungan ... Selengkapnya
Ayah dan Pekerjaan Rumah Tangga
Sulitnya mencari pekerjaan dewasa ini berimbas pada perubahan peran pria dan wanita, termasuk dalam keluarga.Teman ... Selengkapnya
Natal yang Berkesan dan Penuh Arti
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang ... Selengkapnya
Natal yang Suram
Shalom Pak Eko di BAHANA, Mungkin email saya agak membingungkan, tapi harus saya katakan bahwa ... Selengkapnya
Membiasakan Anak dengan Utang
Pak Eko di BAHANA Saya ingin bertanya tapi mungkin pertanyaan saya agak aneh. Apakah salah ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat
Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
Mempertahankan Kekayaan
Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Tips Praktis Melejitkan Kinerja
Manusia bukan mesin yang dapat bekerja tanpa bantuan orang lain. Namun, sehebat-hebatnya mesin, kita mengenal ... Selengkapnya
Membagi Waktu dengan Anak
Seorang teman mempunyai bayi lagi. Anak pertamanya laki-laki, sebut saja Danny, sekarang berusia 26 bulan. ... Selengkapnya
Natal Sang Firman Turun ke Bumi
Natal bukanlah perayaan, lebih tepat disebut peringatan. Kita mengingat kasih-Nya yang besar. Dia meninggalkan surga, ... Selengkapnya
Wadah bagi Anggur Baru
Jangan pernah merasa gagal ataupun menyerah, karena jika Anda tidak pernah menyerah, Anda tidak akan ... Selengkapnya
Tuhan Menampung Air Mata Kita
Menangis adalah ekpresi jiwa. Inilah ekspresi mendasar yang melekat pada setiap manusia. Sikap bawaan manusia ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan
Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
Ada apa di Keluargaku?
Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
Aku Punya Sahabat
Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Manfaat Roh Kudus bagi Kita
Roh Kudus adalah oknum Allah Tri Tunggal yang sangat diperlukan orang percaya. Roh Kudus itu ... Selengkapnya
Daniel
Daniel dan ketiga sahabatnya termasuk tawanan yang dibuang ke Babel. Mereka berasal dari keturunan bangsawan ... Selengkapnya
Moses Binur (53) - Hidup Tak Seperti Dulu Lagi
Moses Binur sangat bersyukur. Ia bertemu Tuhan yang memberinya kehidupan baru. Dari kegelapan kepada terang. ... Selengkapnya
Debora Endah Yati (17) - Natal Tiba...
Setiap kali Kak Corlis Napitupulu datang ke kampungku di Indramayu, aku ikut mendengar cerita tentang ... Selengkapnya
Kisah Petani dari Temanggung
Santai, itu kesan pertama yang tertangkap dari sosok Muryanto (52), petani tembakau dari Temanggung. Sesekali ... Selengkapnya
Claradila Damayanti Putri - Kalau Aku Besar Nanti ...
Kulihat sebuah iklan di koran tentang arena bermain bernama Kidzania. Iklan itu menarik perhatianku. Iklan ... Selengkapnya
Berliana Renta Simangunsong - Pertolongan di Setiap Persimpangan Jalan
Kesulitan hidup mengajar Berliana Renta Simangunsong tak bosan berjuang. Berjalan berkilo-kilo meter, mendatangi rumah-rumah, mencari ... Selengkapnya
JOHN HARTMAN: Banyak Orang Berdoa untuk Kesembuhan Saya
Rev. John Hartman memulai pelayanannya di Placerville, California tahun 1976. Selain aktif dalam pelayanan lewat ... Selengkapnya
Enaknya Bau Ayam Goreng
Selamat datang di KFC! Dengan Sany, ada yang bisa dibantu?” Demikian sapaan selamat datang bagi ... Selengkapnya
KADIA - Terbaik untuk Andika
Kalau diserahkan, kami akan kehilangan anak kami untuk selama– lamanya. Gula darahnya sangat tinggi. Bisa ... Selengkapnya
Rezeki Mendadak
Bacaan: Matius 7:12-14 Apa yang akan Anda lakukan seandainya menemukan uang Rp 1 Miliar ketika ... Selengkapnya
Menyambut Pergantian Tahun
Bacaan: 2 Samuel 11:1-27Malam tahun baru adalah hal yang dinanti-nantikan oleh banyak orang dengan beragam ... Selengkapnya
Hadiah Terindah
Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
Posisi di Hadapan Tuhan
Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
Jangan Wariskan Utang
Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
Bertobat Secepat Mungkin
Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
Jangan Mau Dibohongi
Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
Pemimpin yang Melayani
Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
RUU Kerukunan Umat Beragama Harus Ditolak
Jakarta, BAHANA Rancangan Undang-Undang Kerukunan Umat beragama harus ditolak karena di dalamnya memuat berbagai hal ... Selengkapnya
Pelatihan Jurnalistik di Universitas Negeri Malang
Malang, BAHANA Tulisan punya dampak yang sangat besar dalam perjalanan sejarah dunia. Seandainya tidak ada ... Selengkapnya
Penahbisan Pendeta Diharapkan Optimalkan Pelayanan
Yogyakarta, BAHANA Berawal dari kerinduan jemaat memiliki dua pendeta, GKJ Wirobrajan, Yogyakarta, akhirnya menyelesaikan serangkaian ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur
Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Doa Bersama untuk Negeri
Bandung, BAHANASekitar 600 orang mengikuti doa dan puasa bersama di depan Istana presian di jalan ... Selengkapnya
Anak-Anak Panti Asuhan Cetak Prestasi
Jakarta, BAHANAMenurut Direktur Panti Asuhan (PA) St. Vincentius Putera, Pastor Daniel Dedie Kurniadi OFM, nama ... Selengkapnya
Album Kasih Setia Mu Teddy Andrew - Terpilih Untuk Dikasihi
Jakarta, BAHANA Impian merupakan suatu harapan yang diperjuangkan. Ketika impian Teddy Andrew membuat album menjadi ... Selengkapnya
Syafii Maarif, Konsisten Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan
Jakarta, BAHANA “Sebagai anak bangsa sejatinya tetap konsisten untuk berteriak dan bertindak dalam menyuarakan kebenaran ... Selengkapnya
Karakter Sejati Murid Kristus
Pengarang : Brian ByrneFormat Buku : 14 x 21cmJumlah Hlm : xiii + 205Be my ... Selengkapnya
Bertumbuh dalam Kebenaran
Judul: Kebenaran yang MembebaskanPengarang : Johny TheFormat Buku: 14 x 21cmJumlah Halaman: viii + 152Ada ... Selengkapnya
Dipulihkan untuk Memulihkan
Judul: Healing MinistryPengarang : Chester dan Betsy kylstraFormat Buku : 16 x 24cmJumlah Hlm : ... Selengkapnya
Pola Pikir Melayani
Pengarang : Ev. Daniel Alexander Format Buku : 12 x 19cm Jumlah Hlm : viii ... Selengkapnya
Pengangkatan
Judul : Could The Rapture Happen Today?Tebal : VII + 199Penulis : Mark HitchcockFormat : ... Selengkapnya
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Pengarang : Pdt. Jonar T.H. Situmorang,M.A.Format Buku : 15 x 23cmJumlah Hlm : x + ... Selengkapnya
MENELANJANGI IBLIS
Pengarang : Pdt. Jekoi Silitonga Format Buku: 14 x 21Jumlah Hlm: xvi + 216 ... Selengkapnya
Renungan Akhir Zaman
Pengarang : Haryadi BaskoroFormat Buku : 14 x 21Jumlah Hlm : xiv + 370 Kedatangan Tuhan ... Selengkapnya
 

Semua Warta »

Warta Selengkapnya

Debora Endah Yati (17) - Natal Tiba...Ministry Music Center - Melayani Jual Beli Alat MusikPelatihan Jurnalistik di Universitas Negeri MalangTomboy, tapi Feminim
Sinar Pelangi, Sinar LaserHabis Natal, Kok Jadi Pusing?Natal Sang Firman Turun ke BumiGambar Iblis Ditemukan di Lukisan Giotto
Langsing dan CerahImelda Fransisca - Host Natal VatikanPenahbisan Pendeta Diharapkan Optimalkan PelayananHadiah Terindah
Fakta Unik di Sekitar NatalHayatilah Makna Natal yang SesungguhnyaNatal yang Berkesan dan Penuh ArtiMenghidupi Injil dalam Keanekaragaman
Yesus Dasar PertobatanDampak Kawin CampurUtojo Sutjiutama - Sampaikan Kabar Sukacita dengan SinemaWadah bagi Anggur Baru
NATAL, KOK BIKIN KESAL? Mencari Makna Natal yang HilangTuhan Menampung Air Mata KitaNatal yang SuramHidup dalam Kebenaran
Arend Stevanus Michiels - Optimis Bisa Lestarikan Musi KeroncongKuhidup dalam KemenanganLebih Suka Jadi AtletDoa Bersama untuk Negeri
Anak-Anak Panti Asuhan Cetak PrestasiKisah Petani dari TemanggungPosisi di Hadapan TuhanPerceraian Politik
Jangan Wariskan UtangSegala Sesuatu Ada BaiknyaPentingnya Lagu untuk AnakLagu Dewasa Bukan untuk Anak-anak!
Hari Raya Semua Orang KudusBertobat Secepat MungkinMembiasakan Anak dengan UtangRisma Oktavia Simbolon - Lestarikan Khazanah Bangsa
Ada apa di Keluargaku?Indonesia Siapa Punya? Cara orang-orang sederhana mencintai bangsanyaBerawal dari KeluargaSebungkus Mie Instan
Karakter Sejati Murid KristusTINA TOON WORK HARD, PLAY HARDClaradila Damayanti Putri - Kalau Aku Besar Nanti ...Hubungan Sesama Jenis
Irwan Alexander Kartiko - Orangtua AsuhSpirit Keberhasilan


Cari Arsip


Warta Kita
06 Desember 2011
Berlangganan Majalah Bahana bisa diskon 20%
...Selengkapnya

03 April 2009
Mohon bantuan tentang info jadwal ibadah dan misa
...Selengkapnya

20 Maret 2009
Saran browser untuk akses website eBahana.com
...Selengkapnya

Video

Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)

Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini»
*)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB)



Top Artikel



Polling
Rubrik Inspirasi mana yang paling Anda sukai dari majalah Bahana ?
  Jumpa Bintang
  Bincang Tokoh
  Hati Gembala
  Usaha Kita
  Inspirasi



SMS Renungan
>Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Pagi
Kirim ke:
TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363
Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG
dan kirim ke 5454 (Telkomsel)
Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN



Sabda Tuhan
:
http://sabdaweb.sabda.org
 
 




Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi |