23 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Natal yang Berkesan dan Penuh ArtiBy: Benny Santoso, M.Com. CFP® | Tips | 19 Desember 2011, 15:46:38 | Dibaca: 773 kali Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. (Lukas 2:15-17, 20) “Saya harus berutang untuk bisa memberikan hadiah dan mengadakan perayaan Natal. Saya tidak punya uang, tetapi saya tidak tega melihat anak dan istri saya tidak bisa menikmati sukacita Natal karena tidak bisa pesta dan mendapatkan hadiah Natal seperti kebanyakan orang”. Ini adalah pernyataan seorang teman menjelang Natal. Saya percaya banyak orang juga mengalami kondisi yang sama ketika mendekati Natal, merasa harus memiliki uang dalam jumlah besar agar bisa menikmati Natal. Bahkan, jika perlu mereka akan berutang supaya bisa menyambut Natal seperti gambaran Natal di kepala mereka. Apakah kita boleh merayakan Natal dengan mengadakan pesta Natal dan memberikan banyak hadiah kepada keluarga? Tentu saja, boleh. Merayakan Natal dengan cara seperti ini sama dengan cara orang Majus merayakan Natal. Mereka melimpahi Yusuf dan Maria dengan pemberian yang dalam perwujudannya memerlukan banyak uang. Tidak salah jika merayakan Natal ala orang Majus, yaitu dengan pesta dan memberikan hadiah kepada orangorang yang kita sayangi. Bahkan, kita tidak perlu menunggu sampai Natal untuk bisa melakukan semua ini. Tetapi dengan catatan, kita memiliki uang untuk bisa mewujudkan semua itu. Jika kita tidak punya uang, tidak perlu kita memaksakan diri untuk mengeluarkan banyak uang untuk merayakan Natal. Apakah kita bisa merayakan Natal ketika berada dalam kondisi kurang baik? Tentu saja. Dalam kondisi apa pun kita tetap bisa merayakan Natal. Jangan sampai berpikir bahwa kita tidak bisa merayakan Natal ketika tidak memiliki uang berlebih. Uang bukanlah elemen terpenting dalam merayakan Natal. Uang bisa membuat perayaan Natal menjadi lebih meriah. Namun jika tidak ada uang pun, kita masih bisa merayakan Natal yang berkesan. Mungkin memang bukan perayaan Natal yang mahal, tetapi Natal yang berkesan dan penuh arti. Cara ini adalah cara merayakan Natal ala gembala seperti tertulis pada ayat tadi. Para gembala tidak memiliki uang, tetapi mereka membawa “perhatian” dan memberikan kabar baik. Ketika tidak memiliki uang, kita bisa merayakan Natal seperti para gembala. 1. Kebersamaan 2. Memberitakan kabar baik Sumber: Majalah Bahana, Desemeber 2011 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||