23 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dampak Kawin CampurBy: Ret | Hot News | 16 Desember 2011, 15:43:16 | Dibaca: 1699 kali Jakarta, BAHANA Sandjaja memaparkan kawin campur ditinjau dari tahap psikologis perkembangan perkawinan. Tahap-tahap tersebut antara lain, Pertama, tahap perkembangan perkawinan. Kedua, tahap pesona. Pada tahap ini cinta di antara pasangan masih meng gebebu-gebu dan berharap selalu bahagia. Ketiga, tahap realistis. Pada tahap ini romantisme mulai menurun. Perilaku perasaan dan sikap asli mulai muncul. Masalah riil pun mulai bermunculan. Pada tahap ini pasangan sudah menyadari ada perbedaan prinsip dan pandangan hidup. Tahap keempat yakni, tahap negoisasi. Pada tahap ini pasutri merasa terperosok dalam ikatan perkawinan. Suasana emosi pun berubah negatif. “Pasutri menghadapi tantangan tersulit dan butuh kerja keras untuk membangun relasi yang berkualitas,” ujar Sandjaja. Lalu tahap kelima adalah tahap integrasi. Pada tahap ini perbedaan pasutri mulai menuju pada harmoni dan mulai muncul rasa damai. Tahap selanjutnya adalah tahap kasih sayang. Pada tahap ini pasutri sudah menyadari bahwa relasi antara perkawinan beda agama dengan relasi sosial secara umum. Tahap terakhir adalah tahap terpadu utuh. Pada tahap ini pasutri sudah menghayati kasih sayang sebagai realitas yang tidak berubah. Tetap ada konflik, namun dapat diselesaikan dengan damai sehingga kebersamaan dan kebutuhan dapat cepat tercipta kembali. Sandjaja menegaskan, bagi pasutri yang memutuskan untuk menikah beda agama harus betul-betul harus memerhatikan keempat tahap tersebut, terutama pada realistis dan negoisasi. “Alkitab sudah memperingatkan tantangan perkawinan beda agama yang dapat menimbulkan distress,” tambahnya. Sandjaja berpesan agar para konselor perkawinan fokus kepada dampakdampak kawin campur sehingga bisa mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagi pasutri yang tengah mengalami masalah perkawinan. Sumber: Majalah Bahana, Desember 2011 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||