23 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tuhan Menampung Air Mata KitaBy: Pdt. DR. Johnny Wenny Weol., M.Div.,M.M | Vitamin | 13 Desember 2011, 15:52:40 | Dibaca: 1386 kali Menangis adalah ekpresi jiwa. Inilah ekspresi mendasar yang melekat pada setiap manusia. Sikap bawaan manusia yang lumrah. Pengkhotbah merangkumnya dalam Pengkhotbah 3:4. “Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa…”. Menangis juga salah satu elemen emosional kita. Saat sedih atau senang bisa saja orang menangis. Ungkapan emosi dapat keluar dari diri ditandai dengan linangan air mata. Air mata menjadi makna tersendiri yang terkadang menjadi puncak emosi kita. Kisah Dua Raja 2 Samuel 15:30, mengisahkan Daud melarikan diri ke bukit-bukit diikuti oleh para pengikutnya. Ia melarikan diri sambil menangis. Lihatlah, bahkan seorang raja pun tak segan-segan menangis di hadapan Allah meski ia sedang dilihat banyak orang. Ia tidak berperang untuk melawan Absalom, anaknya, tetapi ia melarikan dirinya kepada Tuhan untuk mendapat perlindungan-Nya. Menangis merupakan hal wajar. Tapi jika menangis, menangislah kepada Tuhan karena hanya Tuhanlah yang mengerti bahasa tetesan air mata kita. Contoh lain adalah kisah Raja Hizkia (baca 2 Raja-raja 20:1-20). Ia meratap ketika mengetahui tak lama lagi akan meninggal. Namun karena kesetiaannya kepada Tuhan, ia mendapat perpanjangan umur dari Tuhan. Kesetiaan merupakan nilai tambah yang sangat berarti di hadapan Tuhan. Dalam 2 Raja-raja 18:6-7 tertulis, “Ia berpaut kepada Tuhan, tidak menyimpang daripada mengikuti Dia dan ia berpegang kepada perintah-perintah Tuhan yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa. Maka Tuhan menyertai dia, kemanapun juga ia pergi berperang, ia beruntung.” Inilah nilai tambah si penguasa kerajaan Yehuda. Ia berpaut kepada Tuhan. Nilai-nilai tambah ini akan menjadi nilai positif di mata Tuhan. Belum juga Nabi Natan keluar dari istana, Allah telah menyuruhnya kembali untuk mengatakan bahwa Allah telah mendengar doa Hizkia dan melihat air matanya. Sekali lagi, seorang raja tak terkecuali Daud dan Hizkia tak malu untuk menangis. Bagaimana dengan kita? Sewajarnya kita pun tak perlu malu menangis di hadapan Tuhan. Mazmur 126:5 menulis; ‘Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai.’ Saat Daud menangis dalam menghadapi pergumulannya, Tuhan menolong Daud. Saat Hizkia menangis karena penyakitnya, Tuhan menyembuhkan Hizkia. Tak akan dilupakan oleh-Nya orang yang telah menabur dengan mencucurkan air mata. Kita pun akan pulang dengan sorak-sorai. Tepatlah yang dikatakan Pengkhotbah. Untuk segala sesuatu ada waktunya. Ada waktunya, meski saat kekurangan, kita dituntut untuk menabur. Percayalah bahwa setiap taburan dengan cucuran air mata akan kembali kepada kita dan kita akan menuai apa yang kita tabur dengan kegembiraan. Janji-Nya, kelak airmata akan dihapuskan dari kita, tak ada lagi kesusahan yang melanda hidup kita. Air Mata Sukacita Percayalah bahwa air mata kita ditampung oleh Allah. Ia hitung kesengsaraan kita dan air mata yang tercurah di hadapan-Nya. Kita akan memperoleh mukjizat dari-Nya. Air mata karena sakit, penderitaan, menabur atau karena ucapan syukur yang dibawa dalam doa diperhitungkan Allah. (Ditulis dari khotbah Minggu oleh Steven Ohy). Sumber: Majalah Bahana, Desember 2011 [Kembali] By: sulistiyowati | 06 Februari 2012 | 10:43:23 saya adalah suami dari sulistiyowati....... apakah sy sdh terlambat untuk bertobat? sy saat ini sedang bingung dan gundah dalam menghadapi persoalan sy yng sy anggap terlalu berat untuk sy..... yg dikarenakan kesalahan sy sendiri,,,,,, mohon sy dibantu dalam doa supaya sy dapat menjadi suami yang bener2 bertanggung jawb kpd Tuhan dan anak istri sy....... terimakasih Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||