By: Manati I Zega | Hot News | 01 Mei 2009, 13:53:14 | Dibaca: 1252 kali
Pendidikan formal di negeri ini kian mengkhawatirkan. Banyak generasi muda yang tak punya kesempatan untuk menikmati pendidikan. Mereka bahkan liar bak domba tak bergembala. Bagaimana tanggung jawab gereja dan orang Kristen?
Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak setiap warga negara. Tanpa memandang status sosial, setiap warga negara berhak mendapatkan akses pendidikan. Pemerintah seharusnya bertanggung jawab untuk melakukan tugas itu. Tapi, realitanya pemerintah belum maksimal menjalankan peran tersebut. Buktinya, masih banyak anak usia sekolah yang belum punya akses untuk menikmati pendidikan. Di kota-kota besar, mereka melanglang buana, hidup dijalanan. Mereka bekerja agar dapat bertahan hidup.
Memang secara hukum, salah satu butir konvensi ILO nomor 138 tahun 1973 mengatakan batas minimum bagi anak untuk bekerja — tidak boleh kurang dari 15 tahun. Namun, demi menyambung hidup mereka terpaksa menjalani semua itu.
Belum lagi biaya pendidikan yang makin mahal. Anak-anak yang terlahir dari keluarga kurang mampu bermimpi untuk sekolah saja tidak berani. Memang pemerintah mengucurkan BOS (Biaya Operasional Sekolah) namun hal itu belum menyentuh sebagian kelompok masyarakat.
BELUM MENJAWAB KEBUTUHAN Rohaniwan dan Budayawan alm. Romo Y.B. Mangun Wijaya pernah berkata bahwa pendidikan dasar yang dilaksanakan hanya diperuntukkan bagi mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Apa artinya? Yang dimaksud adalah pendidikan dasar belum bisa membuat anak-anak survive dan independen. Maka, menurut Mangun terjadi pengangguran intelektual dan para lulusan cenderung meminta pekerjaan dari pada menciptakan pekerjaan. Seharusnya, peserta didik diajar mandiri dan menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri atau masyarakat sekitar. Tapi kenyataannya tidaklah demikian.
PRIHATIN Berangkat dari keprihatinan tentang wajah suram pendidikan di negeri ini, maka diberbagai tempat muncul pendidikan alternatif. Sebut saja aktivitas Saur Marlina Manurung alias Butet Manurung di Suku Anak Dalam Jambi. Sri Wahyaningsih dengan Sekolah Alam (SALAM) di rumahnya di kampung Nitiprayan, Ngestiharjo, Bantul, Yogyakarta. Dan masih banyak kegiatan serupa di berbagai tempat.
Sekarang, bagaimana reaksi gereja menanggapi panggilannya dalam dunia pendidikan? Bukankah Yesus sang Guru Agung menaruh minat yang serius dalam hal mengajar (pendidikan)? Selama di dunia ini, mengajar dan menyembuhkan yang sakit mendominasi pelayanan Yesus. Bahkan Amanat Agung memerintahkan, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:19-20).
Ketika wajah pendidikan kian carut marut, bagaimana tanggung jawab gereja dalam mencerdaskan generasi marjinal ini? Bagaimana pula respons orang-orang Kristen yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus untuk membebaskan mereka yang tidak punya akses untuk mendapatkan pendidikan formal? Edisi ini, Bahana menurunkan berbagai kisah menggetarkan mengenai pendidikan kita. Kiranya mencerahkan Anda.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)