23 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kisah Petani dari TemanggungBy: Len | Kesaksian | 29 November 2011, 15:50:43 | Dibaca: 1510 kali Santai, itu kesan pertama yang tertangkap dari sosok Muryanto (52), petani tembakau dari Temanggung. Sesekali senyum lebar diikuti tawa renyah menghias ruang tamunya yang berukuran sedang itu. Ceritanya asyik. Sekaligus menyentak. Siapa menyangka, di balik penampilannya yang sederhana itu, Muryanto adalah salah seorang petani tembakau yang berhasil. Dibantu beberapa orang pekerja, ia menggarap sawah seluas kurang lebih lima ribu meter persegi untuk ditanami tembakau dan padi sebagai selingan. TERGIUR Temanggung memang gudangnya tembakau. Iklimnya sangat cocok. Meski pihak pemerintah, maupun yang lain, pernah menyarankan agar petani Temanggung mencoba mengusahakan tanaman lain, apa boleh buat, namanya orang hidup, kebutuhan lebih berbicara. “Di sini, semuanya dikerjakan bersamasama dengan tetangga. Kita saling berbagi. Misalnya saya punya lahan setengah hektar, ditanami tanaman tertentu, hasilnya tidak seberapa. Coba tanam tembakau, di musim seperti ini hasilnya sangat lumayan,” aku Muryanto. Saat musim menanam, sehari-hari Muryanto menghabiskan waktunya di sawah. Bersama beberapa orang pekerja, ia menjaga tanamannya itu dengan teliti. Kurang lebih empat bulan kemudian, tembakau sudah siap dipanen. ILMU KIRA-KIRA Muryanto melambaikan tangannya dengan ramah kepada seorang pengendara motor yang lewat. Sembari berjalan menuju tempat pemotongan daun tembakau tidak jauh dari rumahnya, ia terus bercerita. Menurutnya, untuk menggaji para pekerja yang membantunya, ia lebih suka menggunakan ilmu kira-kira. Berdasarkan niat tepa salira terhadap sesama. “Yang bantu tidak rugi, buat saya juga tidak terlalu mahal,” ujarnya. Di tempat pemotongan, Sriyati, Ramini, Suryati, dan Sukarni, sedang asyik bercakap-cakap sambil terus memisahkan helai-helai daun tembakau. Meski tidak lagi muda, mereka tampak ceria dan bersemangat. Untuk pekerja yang membantu sehari-hari, Muryanto memberi 40 ribu perhari. Tidak hanya sebagai petani, Muryanto juga jual beras. Caranya rada nyentrik. Konsumen yang ingin membeli beras bisa telpon langsung, lalu beras akan diantar sampai rumah. Kualitasnya terjamin karena Muryanto mengolahnya dari gabah. “Saya bertekad untuk berbeda dari orang lain. Orang lain bisa tipu sana tipu sini, saya nggak begitu. Garansi pokoknya.” Laki-laki tiga anak dan satu cucu ini adalah mantan majelis selama 21 tahun. Ia juga masih dijadwal untuk mengisi khotbah di gerejanya, GKJ Temanggung. Nilai-nilai hidup yang dipegangnya berpengaruh sangat kuat terhadap masyarakat sekitar. Termasuk soal bagaimana memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan ekonomi di negeri ini, yang lebih sering dikutuki ketimbang dipecahkan. Sumber: Majalah Bahana, November 2011 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||