23 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ada apa di Keluargaku?By: Ps. Indri Gautama | Vitamin | 11 November 2011, 15:42:03 | Dibaca: 1447 kali Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal yang membuat orang-orang di sekelilingnya menolak mereka. “Meet My Real Modern Family”. Ini sebuah judul artikel di sebuah majalah internasional terkemuka awal tahun ini. Artikel itu ditulis oleh seorang peraih penghargaan National Book Award, yang menceritakan kehidupannya membangun keluarga lengkap dengan anak-anak, bersama pasangan homoseksualnya. Inikah yang disebut modern? Sungguh memprihatinkan, betapa jauhnya budaya dan pemikiran masyarakat dunia telah dialihkan sama dari rencana Allah. Keluarga adalah institusi pertama di Bumi yang dibangun atas ide Tuhan sendiri (Kej. 1:26-28), dengan mandat untuk menghasilkan keturunan ilahi (Mal. 1:15) yang memerintah dan menguasai Bumi. Tahun 1975, Tuhan mempertemukan dua orang hamba-Nya – Loren Cunningham dan Bill Bright – dan mewahyukan kepada mereka tentang tujuh pembentuk pola pikir dan budaya suatu bangsa (7 mindmolders) atau disebut juga “7 gunung”, yaitu keluarga, pemerintahan, pendidikan, seni-olahraga-hiburan, media, bisnis, dan agama. (selanjutnya kata ‘gunung’ merujuk pada arti pola pikir/budaya bangsa yang dimaksud- red). Penguasa di suatu gunung lah yang menentukan nilai-nilai apa yang dianut pada gunung tersebut. Setiap gunung saat ini dikuasai oleh nilai-nilai dan sistem dunia. Untuk mengambil alih gunung-gunung itu bagi Tuhan, maka nilai-nilai Kerajaan Allah harus beroperasi di setiap gunung. Salah satu gunung terpenting untuk dikuasai adalah gunung keluarga. Tuhan berkata bahwa bumi ini akan dimusnahkan- Nya kecuali terjadi pemulihan hubungan antara ayah dan anak (Mal. 4:6). Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang menentukan bagaimana seseorang bertumbuh dan berkembang, yang akhirnya akan menentukan bagaimana jadinya masyarakat dan bangsa itu. Di Ulangan 7:1 tercatat tujuh suku bangsa yang harus dikalahkan oleh bangsa Israel sebelum memasuki Tanah Perjanjian, salah satunya suku Yebus. Yebus berarti place of trodden down and rejection, tempat yang diinjak-injak dan ditolak. Roh Yebus adalah ilah penguasa gunung keluarga yang beroperasi terutama melalui penolakan. Roh ini memanfaatkan setiap celah sekecil apapun untuk menaburkan benih-benih penolakan ke dalam diri seseorang, baik itu penolakan yang benar-benar terjadi atau menganggap diri ditolak. Dampaknya mengerikan. Kepercayaan diri dan citra diri seseorang hancur. Bahkan menyebabkan penyimpangan identitas dan perilaku seksual seseorang. Penolakan terjadi karena kurangnya kasih dari keluarga, penganiayaan atau pelecehan, baik secara fisik, mental, emosional, seksual. Penolakan melahirkan penolakan dan lebih banyak lagi penolakan. Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal yang membuat orang-orang di sekelilingnya menolak mereka. Memahami dampak mengerikan dari pekerjaan roh Yebus dan resiko jangka panjang yang dapat terjadi pada generasi ini, saya menyerukan agar kita bangkit bersama dan merangkul kembali anak-anak kita. Restorasi hati untuk kembali mengasihi anak-anak dan keluarga kita akan menutup celah masuk bagi roh Yebus. Kitalah yang harus dengan sengaja mengambil alih gunung keluarga dan menegakkan Kerajaan Allah di situ. Sumber: Majalah Bahana, November 2011 [Kembali] By: Darwin Sitepu | 29 Desember 2011 | 12:58:10 Artikel yang sangat menginspirasi, menggugah dan patut dilakukan secara nyata dalam kehidupan keluarga sehari-hari, terlebih lagi saat ini ikatan keluarga semakin hari semakin dianggap remeh dan tidak penting. Bagi saya pribadi, keluarga adalah dasar pembentukan karakter suatu bangsa. Saya pernah membaca satu buku dimana dikisahkan oleh seorang " Raja dukun " yang sudah bertobat mengatakan bahwa prioritas penghancuran utama dari iblis adalah " KELUARGA ". Saya setuju dengan anda agar kita harus berserah kepada Roh Kudus supaya setiap keluarga senantiasa mengandalkan Kristus. GBU Darwin S By: NOVY JEMMY TAPILATU | 16 Februari 2012 | 08:39:03 Keluarga adalah kunci dari kehidupan kita, dimana dasar keluarga adalah Kristus, sehingga kita bisa mengarakan segala perjalanan kita, khususnya ketika kita mendiami dunia ini, kita harus ingat bahwa Tuhan memberikan mandat kepada kita, agar kitabisa membawa keluarga kita seutuhnya kepada ALLAH. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||