22 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Aku Punya SahabatBy: Imanuel Kristo | Vitamin | 14 Oktober 2011, 15:51:58 | Dibaca: 1270 kali Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik dan relasi dengan banyak orang dalam sebuah komunitas. Yang pertama kita sebut persekutuan dengan Tuhan dan yang kedua kita sebut persahabatan dengan sesama. Yang pertama kita ekspresikan lewat ibadah, doa dan ritual. Yang kedua kita ekspresikan dengan cinta dan keramah tamahan. Kedua bagian itu saling berkaitan namun tidak dapat dicampur baurkan. Kedekatan dan keintiman kita dengan Tuhan tidak boleh membuat diri kita terpisahkan dan jauh dari sahabat-sahabat kita. Tuhan ingin kita dekat dengan-Nya tetapi sekaligus juga menunjukkan cinta kasih dan komitmen kita kepada sahabat-sahabat. Namun persahabatan dan persaudaraan kita dengan sebanyak mungkin orang juga tidak mungkin dijadikan sebagai pengganti perjalanan spiritual yang kita lakukan. Keakraban dan persahabatan dengan sesama tidak pernah dapat menggantikan relasi kita dengan Tuhan. Dari keduanyalah kebahagiaan hidup itu kita dapatkan. Pertanyaannya kemudian adalah, “Bagaimana keduanya itu dapat kita wujudkan dan nikmati?” Jawabnya adalah lewat kerelaan kita untuk mengosongkan diri. Pengosongan diri, menolong kita untuk dapat menjalin relasi yang indah dengan Tuhan – Sang Khalik pencipta dan pemelihara kita tetapi juga dengan setiap orang yang Sang Khalik hadirkan dalam hidup kita. Hanya mereka yang bersedia mengosongkan diri sajalah yang pada akhirnya dengan rendah hati mengaku bahwa dirinya membutuhkan Tuhan. Mereka juga dapat menghadirkan diri secara penuh bagi teman-teman dan para sahabatnya. Tanpa pengosongan diri maka kita tidak mungkin dapat mengembangkan inter relasi dan inter dependensi dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Lewat kerelaan mengosongkan diri maka setiap kita di bebaskan dari egoisme dan egosentrisme diri sendiri. Di situlah relasi diantara keduanya meresap merasuki jiwa masing-masing dengan indah. Setiap pelakunya dapat saling memberi, menerima dan berbagi secara tulus. Di dalamnya ada sikap saling menghargai: tidak pernah menuntut dan juga tidak pernah memaksa. Saat itulah aku dan engkau menjadi kita secara sadar dan penuh kerelaan. Sekalipun aku tetap aku dan engkau tetap engkau namun keduanya telah menjadi kita. Aku dan engkau tidak tanpa kita, tetapi sebaliknya kita tidak meniadakan aku dan engkau yang ada di dalamnya. Henri Nouwen, pernah berkata demikian: “Kau bisa memanggilku kapan saja – saat kau ingin mencariku. Kau menjadi puas dengan diriku apa adanya – bukan diriku sebagaimana yang kau inginkan.” Lewat semua itulah persahabatan yang sejati di tumbuhkan dengan indah. Semakin hari semakin bertumbuh berbuahkan kekaguman: bukan semata-mata karena apa yang kita lakukan bagi sahabat-sahabat kita tetapi dari siapa dan seperti apa diri kita bagi mereka. Dari sanalah orang mengenal diri kita (yang di dalamnya ada aku dan engkau) bukan dari apa yang mereka dengar tentang kita tetapi dari apa yang mereka lihat dan rasakan saat bersama-sama dengan kita. Maka rantai persahabatan itu akan semakin panjang, dan lingkarnya semakin luas. Hasilnya adalah setiap orang akan menjadi sahabat bagi sesamanya, dan dunia ini akan menjadi semakin indah. Akhirnya ingatlah: butiran-butiran salju itu hanyalah bendabenda alam yang lembut, tapi perhatikanlah jika mereka semua saling melekat satu sama lain maka kekuatannya tidak lagi sama seperti saat mereka masih terpisah-pisah. Begitu juga dengan persahabatan yang kita bangun dan kembangkan akan mengoptimalkan setiap potensi yang ada pada diri kita. Dan mampu menghadirkan perubahan yang maha dahsyat. Selamat menjalin persahabatan dengan Sang Khalik dan juga dengan setiap orang, dan katakanlah : “Aku Punya Sahabat” oleh karenanya aku dan engkau sekarang menjadi lebih kuat.. Sumber: Majalah Bahana, Oktober 2011 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||