Pemimpin yang Berhasil

By: ryu | Renungan | 29 Sept 2011, 15:58:50 | Dibaca: 1977 kali

Bacaan: 1 Raja-raja 4:1-20
Pada masa awal pemerintahannya, Salomo memperoleh anugerah hikmat kebijaksanaan dari Tuhan (1 Raj. 3:11-13). Dengan anugerah tersebut ia menjalankan roda pemerintahan, sehingga masa pemerintahannya menjadi masa puncak kejayaan monarki Israel. Hal yang menarik, meski memiliki kebijaksanaan yang sedemikian besar, Salomo tidak takabur atau lupa daratan. Ia tetap menyadari bahwa bagaimana pun dirinya tetaplah manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Maka dari itu, ia kemudian mengangkat dua belas orang pilihan untuk menjadi kepala daerah yang menolongnya mengelola keseluruhan kerajaan Israel. Hasilnya, kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh Israel. “Orang Yehuda dan orang Israel jumlahnya seperti pasir di tepi laut. Mereka makan dan minum serta bersukaria” (1 Raj. 4:20).

Bagi banyak orang, seorang pemimpin selalu diidentikkan dengan sosok pribadi unggul. Misalnya unggul dalam hal intelektual, pengalaman, kemampuan pribadi, kekuasaan, dan lain sebagainya. Di satu sisi pandangan seperti ini memberi efek positif yang membuat seseorang memiliki kebanggaan atas keberadaan dirinya. Namun bila tidak dikendalikan, perasaan banggga tersebut dapat membuatnya sombong karena menempatkan diri sebagai pribadi yang paling berkompeten dibanding orang lain dalam segala. Lebih pandai, lebih benar, lebih tahu, dan selalu lebih dalam segala hal sehingga mengabaikan keberadaan orang lain.

Melalui keputusannya mengangkat dua belas kepala daerah, Salomo dalam kebijaksanaannya ingin menyatakan bahwa seorang pemimpin selalu memerlukan orang lain agar mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dengan kata lain, tidak ada pemimpin yang dapat berhasil seorang diri. Maka dari itu, seorang pemimpin haruslah seorang yang tidak hanya memiliki keunggulan kualitas individu, tetapi juga kesadaran bahwa dirinya–tentunya tanpa mengesampingkan campur tangan Tuhan–juga selalu memerlukan orang lain untuk menolongnya.

Pagi hari ini, bila saat ini kita dipercaya untuk menjadi pemimpin, kiranya apa yang dilakukan Salomo dapat menjadi pembelajaran yang berharga bagi kita agar menjadi pemimpin yang baik.

Sumber: Renungan Pagi, September 2011

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13