By: Imanuel Kristo | Vitamin | 19 September 2011, 15:34:42 | Dibaca: 1222 kali
Seorang wanita dibingungkan dengan lemari pakaiannya penuh berjejal dengan pakaian berbagai model. Tidak ada lagi ruang untuk menggantung dan tempat untuk menyusun pakaian dengan rapih. Setiap hari dia kebingungan harus memakai pakaian yang mana. Penuh sesaknya lemari pakaian miliknya membuat dirinya kerepotan memilih. Hingga suatu kali seorang teman berkunjung ke rumahnya dan mendiskusikan hal itu bersama dengan dirinya. Sang teman mengusulkan untuk mulai memilih dan memilah pakaian-pakaian yang ada di lemarinya. Usul yang bagus bukan. Maka mulailah pakaian itu diseleksi. Dari tumpukan pakaian miliknya dijumpai beberapa pakaian yang sudah tidak pantas lagi untuk dikenakan. Sebagian pakaian yang memenuhi lemarinya itu hanyalah sebagai benda kenangan tentang sejarah masa lalu dan fantasi dirinya. Terlihat pula sebuah jaket model hippies dengan warna-warni terang yang pasti tidak akan cocok lagi untuk dikenakan. Karena ia yang sekarang adalah seorang wanita karier yang lebih sering mengenakan pakaian formal. Sementara itu rok mini yang dipakai dimasa remajanya sudah menjadi baju yang kesempitan dan tidak nyaman untuk dikenakan. Belum lagi baju-baju yang sudah ketinggalan zaman tidak akan pantas lagi dipakai karena sudah tidak ada momen yang mendukungnya. Satu persatu baju-baju kenangan itu dipisahkan dan hasilnya lemari pakaian miliknya menjadi lebih luas. Semua pakaiannya dapat tersusun lebih rapih, dan mulai saat itu ia tidak pernah kebingungan lagi untuk memilih baju setiap harinya. Sekalipun jumlah baju miliknya berkurang banyak, namun ia merasa bahwa ia memiliki baju ganti lebih banyak dari sebelumnya.
Bukankah jika kita boleh jujur dengan lemari pakaian milik kita maka dapat dipastikan bahwa lebih dari 60% adalah baju-baju yang tidak pernah kita pakai. Kita hanya memindahkan dari pusat perbelanjaan ke dalam lemari kita. Dapat dipastikan pula bahwa kita hanya memakai baju yang itu-itu saja. Baju yang kita anggap cukup nyaman untuk kita kenakan – sementara yang lain, disentuhpun tidak.
Hal itu terjadi karena kita tidak lagi bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kita mensejajarkannya begitu saja kedua kata sifat itu. Padahal keinginan tidak lebih hanya memenuhi hasrat kemanusiaan kita, keinginan hanyalah menyangkut passion. Tetapi passion tidak selamanya pantas untuk selalu dipenuhi, karena passion juga tidak selamanya membuat kita menjadi bahagia. Bahkan sebaliknya passion yang tidak dapat dengan segera kita wujudkan akan sangat mengganggu kita dan menghilangkan ketenangan diri kita. Dengan demikian passion perlu kita kelola dan kita tata, sehingga bukan passion yang memenjarakan kita justru kitalah yang menentukan pemenuhannya. Tempatkanlah passion sebagai sesuatu yang tidak selalu penting dan mendesak untuk dipenuhi. Meskipun demikian jangan padamkan passion kita tetapi kelolalah dan jadikanlah sebagai sumber semangat demi pencapaian positif kita. Selanjutnya biarkanlah passion kita tidak lebih tinggi dari kebutuhan kita. Jagalah kebutuhan kita supaya tetap menjadi kebutuhan yang wajar dan logis. Selama ini media dan iklan acapkali menggoda kita untuk terus memanjakan keinginan dan merusak kebutuhan kita. Hasilnya adalah lemari pakaian menjadi tampak penuh, rak sepatu juga terlihat sesak tanpa ruang. Tinggallah kita yang dibingungkan dengan pilihan kita sendiri.
Akhirnya: sangat sulit untuk meminta seseorang melawan keinginannya sendiri, walaupun untuk hal sekecil apapun. Karena hal itu membutuhkan keberanian untuk meninggalkan kepentingan sendiri demi kepentingan lain yang lebih penting. Selamat mengelola keinginan dan kebutuhan kita, dan nikmatilah kebahagiaan kita.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)