22 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kristen dari DalamBy: ryu | Renungan | 19 September 2011, 15:32:00 | Dibaca: 886 kali Bacaan: Roma 2:17-29 Pemandangan seperti itu tentu tidak asing bagi kita. Suka atau tidak, pemandangan seperti tersebut di atas hanyalah satu dari sekian banyak kenyataan kalau saat ini banyak orang yang mengaku diri Kristen, tetapi sikap dan kelakuannya justru bertentangan dengan nilai-nilai kekristenan. Hanya saat ini? Ternyata tidak. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus juga mendapati pemandangan yang sama, yaitu orang-orang yang mengaku diri mengenal Tuhan –sebagai buktinya mereka disunat dan belajar tentang hukum Taurat– tetapi perbuatannya justru tidak mencerminkan hal tersebut. Mereka tetap mencuri, berzinah, dan melakukan berbagai dosa, padahal mereka juga tahu mengetahui kalau semua itu bertentangan dengan hukum Tuhan (ay. 2-23). Gara-gara kelakuan seperti itulah nama Tuhan dihujat banyak orang. Lantas apa yang seharusnya dilakukan oleh orang Kristen di tengah dunia yang penuh godaan ini? Dalam bagian lain Kitab Roma, Rasul Paulus menasihati: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rm. 12:2). Artinya, ketika kita sudah mengenal Tuhan, sikap dan perilaku kita haruslah menunjukkan hal tersebut. Malam ini, jangan puas saat disebut Kristen hanya karena pakaian, aksesoris, atau penampilan lahiriah semata. Lebih dari itu, banggalah saat kita disebut Kristen karena sikap dan perilaku kita yang memuliakan Tuhan. Sumber: Renungan Malam, September 2011 [Kembali] By: gani | 26 September 2011 | 20:37:24 tanpa sentuhan dari Tuhan tidak ada yg sanggup bersikap baik, atau perubahan terjadi kalau Tuhan menjamah hidup seseorang By: JAS | 01 Oktober 2011 | 22:25:17 Trima kasih... Kalau saja, kita bagian dari anak2 yang telah di TEBUS, & dilahirkan kembali, maka, selayaknya kita merubah perilaku... Kelahiran kembali, bukan berarti, kita SUCI seperti Bapa di SURGA. Yang membedakan kita dengan ALLAH, adalah kita tidak terlepas dari salah & Dosa.; Memang domba yg satu itu, lebih penting, dari 99, lainnya... Tapi... Pohon Ara, itu pasti ditebang, bila tuannya, kembali dan tidak menemukan buahnya... SEGALA PUJIAN HANYA BAGI DIA TUHAN MEMBEKATI KITA SEMUA Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||