22 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Nyanyikan Lagu Ciptaan SuamiBy: Gro | Inspirasi | 08 September 2011, 09:24:47 | Dibaca: 943 kali Awalnya menyanyi hanya sekadar hobi saja. Akan tetapi hobi inilah yang membawa Dina Saerang (42) menjadi pemuji tetap bagi Tuhan. Sejak usia 10 tahun, ia memang sudah suka menyanyi. Namun hingga usia 19 tahun, ia merasa tidak memiliki kepercayan diri yang tinggi untuk menyanyi depan banyak orang, apalagi menyanyi untuk Tuhan dalam suatu ibadah. ”Kalau aku nyanyi, ya itu pada saat aku kumpul sama keluarga dan teman-teman saja,” jelasnya. Keberaniannya menyanyi baru mulai timbul ketika ia melibatkan diri dalam tim musik gereja sebagai singer. Dari mimbar gereja inilah ia belajar banyak mengasah vokal dan teknik bernyanyinya. Peneguhan bahwa aku memiliki talenta menyanyi yang baik datang dari salah satu seniornya yang juga pemusik gereja yang sekarang menjadi suaminya. Sumber: Majalah Bahana, September 2011 Awalnya menyanyi hanya sekadar hobi saja. Akan tetapi hobi inilah yang membawa Dina Saerang (42) menjadi pemuji tetap bagi Tuhan. Sejak usia 10 tahun, ia memang sudah suka menyanyi. Namun hingga usia 19 tahun, ia merasa tidak memiliki kepercayan diri yang tinggi untuk menyanyi depan banyak orang, apalagi menyanyi untuk Tuhan dalam suatu ibadah. ”Kalau aku nyanyi, ya itu pada saat aku kumpul sama keluarga dan teman-teman saja,” jelasnya. Keberaniannya menyanyi baru mulai timbul ketika ia melibatkan diri dalam tim musik gereja sebagai singer. Dari mimbar gereja inilah ia belajar banyak mengasah vokal dan teknik bernyanyinya. Peneguhan bahwa aku memiliki talenta menyanyi yang baik datang dari salah satu seniornya yang juga pemusik gereja yang sekarang menjadi suaminya. MELAYANI DI MIMBAR ”Semua berawal ketika tahun 1990, ia bilang bahwa Tuhan akan pakai saya untuk menjadi pemuji dan penyembah.” Saat itu, ia baru saja menyelesaikan sekolah penginjilan dan pembentukan karakter di Youth With The Mission dan selesai melakukan pelayanan di pedalaman Kalimantan. Itu menjadi pengalaman tersendiri baginya untuk terus melayani. Dua tahun setelah peneguhan dari suaminya, Beyond Pessak, ia mulai merintis jalur pelayanan menyanyinya menjadi singer di Persekutuan Doa Immanuel pimpinan Erwin Pohe. Menjadi singer ia lakoni selama 2 tahun. Sejak tahun 1994 hingga sekarang ia menjadi worship leader. Suami yang merupakan seorang musisi dan juga pencipta lagu, juga menciptakan beberapa lagu rohani. Akan tetapi lagulagu bagus yang diciptakannya hanya dipopulerkannya dalam pelayanan mimbar. ”Banyak yang tidak tahu bahwa lagu yang saya nyanyikan dalam ibadah adalah lagu suami saya. Suami saya pun menciptakan lagu sesuai dengan karakter suara saya. Mereka kaget dan tidak menyangka bahwa lagu pujian yang bagus tidak banyak orang tahu,” ujar jemaat Gereja Duta Injil ini. RILIS ALBUM Baru di usia pernikahannya yang ke-7, kesempatan merilis album pun menjadi kenyataan. Album berjudul Satu Jawaban yang dirilis tahun 2002 menjadi album pertamanya. Album itu seperti membuka kran untuknya memproduksi album Kemenangan (2006) dan Tangan Tuhan (2009). Masih dengan beberapa lagu ciptaan suaminya, di awal tahun ini Dina bersama Hosana Record baru saja merilis album yang berjudul Tuhan Pasti Sanggup. Dengan melibatkan lagu ciptaan suaminya, ibu tiga anak ini ingin terus mendapat masukan dari sang suami, agar setiap album yang dirilis harus benar-benar bagus dan dapat menjadi berkat bagi yang mendengarkan. Meski tidak muda lagi, ibu tiga anak ini ingin terus dapat menyanyi di mimbar dan menyanyikan lagu-lagu suaminya. Setelah 20 tahun melayani Tuhan di mimbar dengan konsisten, ia merasa hidupnya hanya untuk memuji Tuhan. Selain hari Minggu, ia tetap aktif ikut dalam pelayanan. Ia merasa hari-hari tanpa pelayanan, hampa rasanya. Ia pun memantapkan hati untuk terus melayani Tuhan melalui pujian di mimbar.”Melayani di mimbar merupakan proses diri saya untuk semakin mengandalkan Tuhan dalam melayani. Selama badan saya masih sehat, saya akan terus berkarya untuk Tuhan.” ujarnya mantap. [Kembali] By: TOMI SITUMORANG | 24 Oktober 2011 | 11:44:32 salam kenal bunda, Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||