By: Feby Febiola | Vitamin | 28 Agustus 2011, 00:02:43 | Dibaca: 684 kali
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)
Saat ini saya mau share tentang penderitaan. Sesuatu yang tidak enak ini sering kali terjadi dalam hidup kita. Kadarnya bermacam macam, mungkin kecil, sedang, atau tinggi. Durasinya juga bermacam macam, menengah, dan panjang. Sifatnya bisa sementara atau selamanya.
Penderitaan memang menjadi bagian hidup manusia. Seseorang yang berpikiran positif biasanya menganggap penderitaan sebagai proses yang harus dilalui untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Apa penyebab penderitaan? Bermacam-macam. Penderitaan bisa datang dari keadaan yang tidak direncanakan, kesalahan yang kita buat sendiri, atau korban dari keadaan.
Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana penderitaan itu akan berakhir dalam hidup kita? Jawabannya ada dalam sikap kita. Cara kita menyikapi penderitaan itu. Dengan sudut pandang dan fokus pada masa depan, penderitaan akan menguatkan kita. Sikap mau menerima dan berdamai dengan penderitaan akan mempermudah menyelesaikan akar permasalahan. Beban penderitaan akan terasa ringan. Berbeda halnya apabila kita bersikap putus asa, menyerah, selalu meratap, mengeluh, dan tidak mau bangkit bahkan menyalahkan keadaan. Penderitaan akan terasa semakin berat. Sikap menentukan kadar, durasi dan sifat penderitaan. Saya tidak akan pernah menanyakan bagaimana menghindari penderitaan, karena hal itu tidak mungkin.
Sebagai contoh kecil adalah ketika kita sakit dan perlu disuntik. Walau banyak orang berkata bahwa disuntik terasa seperti digigit semut, tetapi ketika melihat jarum suntik yang tajam dan panjang kita tentu cukup merasa ciut nyali juga. Sakit pasti. Tetapi apakah kita mau menghadapi rasa sakit itu, atau kita mendramatisir keadaan dengan menjerit-jerit dan menangis? Atau kita memilih untuk tidak mau disuntik, sehingga kita terus menerus sakit. Tanpa kita sadari, terkadang karena ketakutan, kita memilih untuk sakit berkepanjangan daripada sakit sementara untuk kebaikan kita sendiri. Padahal, manusia tidak akan pernah belajar jika belum mengalami rasa sakit.
Kita tidak bisa menentukan kapan kita lahir atau mati, semua terserah kepada Tuhan. Kita juga tidak bisa mengatur semua kejadian yang akan terjadi dalam hidup kita.
Okelah, mungkin kita bisa memprediksi sebagian karena wawasan dan kemampuan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Kita juga bisa memilih dan mengambil keputusan. Kita bisa memilih sikap dalam menghadapi hal apapun yang terjadi dalam hidup kita, termasuk saat kita menghadapi penderitaan.
Penderitaan boleh ada, tetapi dunia tetap berputar, dan waktu terus berjalan. Akan ada saatnya dimana kebahagiaan menanti kita, disaat kita mau bangkit dari penderitaan kita. Oleh karena itu jangan menyerah kala penderitaan menghampiri, karena ada Roh Kudus yang akan selalu memberikan penghiburan.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)