• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Warga Gereja Turut Berperan Dalam Politik dan Pembangunan

By: Jermia/Gro | Hot News | 18 Aug 2011, 08:43:39 | Dibaca: 2180 kali

Bandung, BAHANA
Gereja Katolik Gandarusa Santo Gabrie, Bandung menyelenggarakan seminar sehari bertema “Peranan Gereja dalam Membangun Manusia Indonesia dan Pandangan Gereja Tentang Politik Indonesia”.

Seminar yang digelar ( 12/6) di Bandung tersebut dihadiri Pengamat Komunikasi Politik, DR. Tjipta Lesmana yang memaparkan pandangannya tentang gereja dan politik di Indonesia. Selain itu hadir pula Ketua Kerawam Keuskupan Bandung, Romo Rusbani Setiawan, Pr yang memaparkan tentang gereja dalam membangun Indonesia.

Ketua Panitia, Yeremia Wong berharap, umat berperan aktif membangun bangsa, khususnya diawali dilingkungan yang terkecil yaitu dari RT. Banyak warga gereja yang merasa alergi terhadap politik karena politik yang berkembang di Indonesia tidak memihak pada warga gereja. “Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk cerdiklah seperti ular dan tulus seperti merpati. Kita harus dapat berpolitik di dalam kehidupan bermasyarakat. Itulah tujuan seminar ini diadakan, yaitu membangkitkan kembali nasionalisme dan cinta tanah air.”

BERKARYA UNTUK INDONESIA
Romo Rusbani menjelaskan, umat Katolik sejak awal kemerdekaan sudah ikut berjuang
merebut kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan. “Pada tanggal 17 Agustus 1945 umat Katolik sudah mengibarkan bendera merah putih di Keuskupan Yogyakarta.

Begitu juga pada saat Konsili Keuskupan Katolik ketika Yohanes Paulus ke II mengajarkan gereja dan membentuk komisi kerasulan kaum awam. Ini merupakan langkah di mana kaum awam untuk dapat merasul dan berperan serta dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Tjipta Lesmana di dalam pemaparannya menjelaskan, sejak reformasi, legislatif terlalu kuat, kepala daerah juga terlalu kuat. Hal inilah yang membuat seringkali tidak terjadinya sinergi antara pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah. “Pemilihan kepala daerah menghabiskan banyak biaya. Setelah terpilih, terbuka peluang untuk korupsi. Selain itu, terlalu kuatnya nilai tukar rupiah dan serbuan modal asing yang masuk ke Indonesia dapat mengancam perekonomian Indonesia,” jelas dosen UPH ini.

Ia menilai bahwa sektor industri Indonesia juga lemah. Produk-produk China yang menguasai pasar menyebabkan banyak perusahaan-perusahaan Indonesia bangkrut karena kalah bersaing. Dan masih banyak kondisi negara ini yang disembunyikan kebenarannya oleh pemerintah. Itulah sebabnya, ia berharap peranan gereja dan warga gereja bukan hanya berdoa, tetapi harus berkarya nyata dan peduli dalam membangun Indonesia. “Sekarang waktunya untuk peduli dan berkarya nyata untuk Indonesia.” Acara ini juga di meriahkan. dengan lantunan lagu Hai Anak Bangsa ciptaan Yeremia Wong dan Herna.

Sumber: Agustus 2011

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13