Bintang Lima di Antara Petani Miskin dan TK-TK Usang
By: Toni | Misi Gereja | 11 Agustus 2011, 15:37:02 | Dibaca: 706 kali
Imannuel Nathan tidak pernah berpikir jika karier gemilangnya di dunia perhotelan, akan berakhir sebagai pembina sekolah dan pelayan pendidikan di pedesaan. Namun, mantan Manajer F&B Hotel Horizon, Ancol, Jakarta dan beberapa hotel berbintang lainnya ini tidak melalui proses transisi kehidupan itu dengan gampang. Banyak rintangan menghadang, tapi itu masa lalu katanya. Kini ia telah dengan gagah seperti sedang berlari mengejar visi barunya. Bersama sang Istri, Martha Wenti, mereka saling topang untuk membangun pendidikan anak-anak desa miskin di Lampung.
Editor Blessing Villages, Toni, menemuinya di Lampung untuk berbincang mengenai pelayanannya. Berikut sedikit petikan wawancaranya:
Bagaimana awalnya ketika Anda tiba di Lampung? Awalnya saya rasa agak berat, selain medannya cukup berat, di tambah kami juga tidak memiliki biaya operasional. Modal utama kami hanyalah anak-anak yang rindu sekolah dan guru-guru yang bekerja sangat tekun. Meski dengan berjalannya waktu tidak sedikit yang pergi meninggalkan Lampung karena berbagai alasan.
Mengapa para guru pergi? Para guru rata-rata masih muda, dan mereka berfikir tentang fasilitas yang ada. Kami jauh dari kota, situasi yang statis di pedesaan kerap menekan mereka. Tapi mereka juga dihiburkan dengan pemikiran bahwa ini adalah suatu “panggilan”, kami lalu saling menguatkan.
Bagaimana pelayanan di Lampung? Kami mendidik anak-anak di desa-desa transmigran di Lampung, melalui enam TK yang sejak 1987 telah meluluskan ribuan anak. Ditambah kami juga punya harapan untuk mewujudkan impian anak-anak, agar mereka punya mimpi yang indah akan hari esok, dan itu yang terus kami upayakan.
Masalah yang umum ditemui di tiap sekolah? Keterbatasan kemampuan orangtua murid untuk membiayai sekolah anaknya. Rata-rata mereka adalah buruh tani yang miskin, selain menunggak, masih ada yang tidak mampu membayar uang sekolah meski sudah super murah, hanya Rp. 15 ribu per bulan. Ini tentu berpengaruh, para guru berjalan terseok-seok dengan biaya operasional yang minim.
Untuk membangun masyarakat, apa yang Anda dan tim Anda upayakan? Kami berupaya agar orang tua dapat melihat anak-anak mereka berubah, mengalami pertumbuhan karakter moral yang baik. Anak-anak yang kami didik memiliki citra diri dan moral yang baik dan itu menolong keluarga mereka untuk dapat mencontoh anak-anak tersebut.
Apa yang sedang Anda perjuangkan? Kami berupaya keras agar keenam TK yang ada dapat menjadi TK percontohan. Dan mampu mengembangkan pembangunan pendidikan anak desa, melalui pendidikan anak usia dini sebagai gerbang awalnya.
Kami juga mempunyai visi; lima atau sepuluh tahun kami bisa melayani di 11 kabupaten di sini. Di pelosok-pelosok Lampung.
Bagaimana dengan kondisi sekolah? Kami masih sedang berdoa untuk upaya pembangunan sekolah yang sudah tua dan rusak, sebab khawatir akan roboh. Diharapkan TK bisa dibangun menjadi indah. Kalau bisa juga ada yang mengadopsi anak-anak TK kami, agar para guru tidak berjalan terseok-seok dengan biaya operasional yang minim.
Apa harapan Anda ke depan? Di masa datang saya berharap dapat bergandeng tangan dengan lebih banyak orang, yang peduli untuk membuat perubahan di sini. Serta berdoa agar Tuhan membuka jalan bagi pelayanan pendidikan ini. Termasuk mendirikan TK di setiap desa, yang ada di seluruh Lampung, yang menurut hasil survei 70%-80% adalah desa miskin. Sungguh kenyataan yang menyedihkan bukan?
Setelah menutup karier perhotelannya, Immanuel Nathan bergabung dengan Yayasan PESAT (Pelayanan Desa Terpadu) dan pergi ke pedalaman-pedalaman Indonesia untuk membangun masyarakat desa, antara lain ke Palopo (Sulsel), Arso (Papua), Nias, Partigi dan Sibolangit (Sumut).
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)