22 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Di Balik Kabar BurukBy: Pdt Timur Citra Sari, Th.M | Vitamin | 10 Agustus 2011, 15:45:38 | Dibaca: 1021 kali Nama Hananya diperkenalkan dalam Perjanjian Lama sebagai “... nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu...” (Yeremia 28:1). Sekalipun kita tidak terlalu mengenalnya, ia menyampaikan kabar baik bagi orang Yehuda. Kata Nabi Hananya, “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu. Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!” (Yeremia 28:2-4) Wow, padahal bagi orang Yehuda saat itu, raja Babel yang dimaksud adalah raja yang perkasa. Kerajaan Babel pun adalah kerajaan yang tangguh yang menindas mereka. Jadi, bisa dibayangkan, betapa kabar yang dibawa Nabi Hananya, tentang Allah yang akan menaklukkan raja Babel dalam waktu dua tahun, benar-benar menjadi kabar yang dinantikan segenap orang Yehuda. Hore! Sebaliknya, bertolak belakang dengan kabar baik yang disampaikan Nabi Hananya, Nabi Yeremia justru memberitakan kabar buruk. Ia berseru, “… Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: Oleh karena kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku... Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya....” (25:8,11) Tentu saja orang Yehuda sangat tidak bersenang hati mendengar kabar seperti ini. Apalagi, kita tahu, orang Yehuda memandang diri mereka sebagai umat yang dikasihi dan dibela Allah. Jelas tidak mungkin Allah membiarkan umat kesayangan-Nya dijadikan budak oleh bangsa Babel yang tidak mengenal Allah, bukan? – Respon bernada keberatan tersebut terdengar jelas dalam Yeremia 26:8: “... sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati!’” – Waduh! ***** Bukan hal yang mengejutkan, sebetulnya, bahwa orang Yehuda lebih senang mendengar kabar baik dari Nabi Hananya daripada kabar buruk yang dibawa Nabi Yeremia. Kabar baik memberi semangat, sedangkan kabar buruk melemahkan orang. Kabar baik membawa harapan, sedangkan kabar buruk meremukkan jiwa. Bukankah kita juga tidak berbeda dengan orang Yehuda yang lebih memilih mendengar kabar baik daripada kabar buruk? Bukankah dalam hidup sehari-hari kita kerap membungkus kabar buruk dengan kabar baik agar kabar tersebut lebih enak terdengar? Padahal jika orang Yehuda mau menyimak pesan dalam kabar buruk itu, mereka akan menemukan berita tentang Allah yang mengasihi umat-Nya sehingga tidak ingin mereka jauh dari-Nya. Padahal jika orang Yehuda mau mencermati pesan yang terkandung dalam kabar buruk, mereka akan terhindar dari persoalan yang lebih besar: terpisah dan tercerai dari Allah yang menjadi sumber hidup mereka. Sayang sekali, “bungkus” yang berbentuk kabar buruk berhasil mengecoh mereka sehingga mereka enggan mendengar pesan yang sesungguhnya. ***** Dalam bulan Agustus ini banyak kabar baik yang bisa kita dengar. Tentang Negeri tercinta yang berulangtahun ke-66. Tentang berbagai pencapaian dan kemajuan sepanjang tahun-tahun kita disebut sebagai bangsa yang merdeka. Pula, tentang bermacam-macam kemeriahan dalam rangka merayakan ulang tahun kemerdekaan ini. Namun, belajar dari pengalaman orang Yehuda, sekalipun kita lebih senang mendengar kabar baik dan menyenangkan tentang Negeri tersayang, tetap sediakan telinga kita untuk mendengar beraneka kabar buruk nan tidak menyenangkan. Misalnya tentang masalah narkoba yang makin merajalela. Atau tentang persoalan pekerja Indonesia yang menjadi korban di luar negeri. Atau juga – tentu saja – tentang urusan korupsi yang seakan tidak ada ujungnya. Dan seterusnya. Soli Deo Gloria!. Sumber: Majalah Bahana, Agustus 2011 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||