By: Robby Repi | Inspirasi | 27 Juli 2011, 15:39:53 | Dibaca: 824 kali
Rimba lebat Kalimantan punya banyak cerita yang sarat suka dan duka. Begitu halnya dengan perjuangan Ruben Anis Yohanis Sakai ketika menabur Kabar Baik di tempat itu.
Berbeda dengan postur orang kebanyakan. Yohanis Sakai, begitu ia disebut, memiliki tubuh pendek, gempal. Tutur katanya tegas tapi menarik untuk disimak. Kepandaiannya bercerita menjadi nilai lebih yang dimaksimalkannya untuk tugas utamanya, mengabarkan Kabar Baik.
Dalam usia 70 tahun, Sakai punya segudang kisah menarik untuk diketengahkan. Terutama perjuangannya menembus kelebatan hutan Kalimantan. Menyeberangi sungai dan mengarungi lautan. Semangatnya itu tidak berkurang, meski usia sudah di penghujung senja.
Kalau ada yang kurang, mungkin penglihatannya. Anak sulung Sakai Bian dan Gerit Lasung ini sudah tidak bisa lurus melihat. Pandangan lurus matanya sudah sirna. Ia hanya bisa menggunakan sisi bola matanya. Sehingga bila berbicara dengan orang, ia terpaksa memalingkan muka untuk bisa melihat orang di depannya. “Ini akibat pengaruh obat malaria,” katanya ketika berbincang di sela-sela Konferensi Nasional Gereja kemah Injil Indonesia di Hotel Semapaja Samarinda (19/5).
ANAK NAZAR Yohanis Sakai dibaptis dalam usia 13 tahun, pada tahun 1954 lewat pelayanan Pdt. Abai. Boleh dibilang ia adalah anak nazar. Karena kelahirannya begitu diharap orang tuanya. Lewat doa seorang pendeta ia lahir. Orang tuanya kemudian mengkhususkan ia untuk pelayanan.
Ditambah dengan keberadaannya sebagai anak yatim, Sakai kemudian pergi melanjutkan ke Sekolah Alkitab dan gigih memperjuangkan kerinduannya untuk menebar Kabar Baik. Darah Dayak Lundayeh yang giat, mungkin menjadi sebab dirinya menjadi pribadi yang antusias.
Satu waktu, pada tahuan 1975, pria kelahiran Paputuk, Long Bawan, 6 Juli 1941, ini menaburkan Kabar Baik ke Suku Punon dan Suku Basap. Dalam pelayanan ke tempat di utara Kalimantan ini ia mengalami nasib malang. Perahu longboat yang ditumpanginya mogok di tengah laut. Rombongan lainnya terkapar karena tak kuat menahan mabuk laut. Seharian mereka terkatung-katung di tengah laut. Diterpa terik matahari dan panas laut yang begitu ganas. Dengan kedua tangannya, bersama pengemudi perahu, ia mendayung terus, hingga air laut mengering dan mengendap di antara jemarinya, kemudian menggaram.
Peristiwa lain, perahu yang ia tumpangi terdampar di tengah laut. Dikepung karang. Sembilan jam lamanya, ia terpaksa menunggu air pasang guna membebaskan perahu. Perjalanan menuju Batu Putih, masih di utara Kalimantan Timur itu berkesan hingga kini. Mengapa? Karena di tempat ini ia melakukan baptisan air pada subuh, pukul 05.00.
Nyawanya nyaris hilang dari raga ketika menabur Kabar Baik ke daerah Halong, Kalimantan Selatan. Di kawasan Pegunungan Meratus ini ia akhirnya bisa lolos. Lewat pertolongan yang sulit diterima akal sehat manusia.
TIDUR DENGAN ANJING Penolakan, termasuk dari sesama umat Kristen penah dialaminya. Di daerah Tumbang Senamang, Kalimantan Tengah ia terpaksa tidur di dermaga bertemankan anjing. “Selama pelayanan di daerah Sungai Katingan dan Sungai Bemban itu, 4 kali perahu saya karam dan 2 kali kandas. Tapi hasilnya 54 orang petobat baru dibaptis,” ujarnya dengan wajah berseri-seri.
Pelayanan di Seruyan, Kalimantan Tengah itu kini diseriusinya. Disini ia membangun sekolah berdinding bambu. Melalui pendidikan, ia mengajak Suku Dayak setempat untuk meningkatkan taraf hidup. Lewat pendidikan ini, Injil masuk. Dan setelah Injil masuk baru pemerintah berani masuk.
Memasuki 50 tahun pelayanannya, pada Juli 2011, Yohanis Sakai yang kemudian disebutnya kependekan dari saya kabarkan Injil tidak tahu pasti berapa suku yang sudah dilayaninya. Begitu juga dengan jumlah bangunan gereja yag didirikannya. “Mungkin sekitar 30 suku. Mungkin juga sudah 20-an bangunan gereja,” katanya sambil mengernyitkan dahi memulihkan ingatan.
Tapi satu kebanggannya bahwa dalam mengabarkan Injil, ia kenyang menghuni Hotel Seribu Bintang. Hotel yang bila malam beratap langit dan leluasa tanpa hambatan menatap bintang-bintang, ciptaan Tuhan yang diabdinya.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)