By: Feby Febiola | Vitamin | 26 Juli 2011, 11:28:52 | Dibaca: 642 kali
Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” (Ibrani 10:30)
Dari sekian banyak film yang saya tonton, film Social Network meninggalkan kesan yang kuat dalam pikiran saya. Kisahnya cukup mencengangkan. Seorang multi milyuner belia bernama Mark Zuckerberg yang sekarang berusia 26 tahun kaya bukan karena warisan, korupsi, “nyolong”, menikah dengan anak sultan atau alasan-alasan lainnya melainkan karena patah hati.
Mungkin Mark sendiri tidak menyangka bahwa Facebook akan menjadi tren. Saat ini siapa yang tidak punya akun Facebook? Facebook seakan menjadi demam, dan mengakibatkan kecanduan. Dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak, bahkan keluarga Kerajaan Inggris pun punya akun Facebook. Kabarnya di Kota Jogja pun ada seorang penarik becak yang memanfaatkan Facebook untuk menarik klien.
Sebuah kalimat dalam film berkata bahwa mereka tidak punya jalan tapi mereka punya akun Facebook di Bosnia. Tidak ada mall tetapi, hal yang penting adalah mereka punya akun Facebook.
Apa sih yang membuat Facebook lebih terkenal dari pendahulu-pendahulunya? Disinilah letak kejelian Mark yang waktu itu adalah mahasiswa Harvard. Ia membuat media sosial menjadi elegan, sederhana dan friendly. Ia menciptakan jejaring sosial dengan tampilan yang elegan. Sebuah media sosial yang cocok untuk semua kalangan. Facebook menjadi ajang pergaulan, promosi, silaturahmi, reuni, bahkan pertemanan yang lama terputus terjalin kembali karena jejaring ini.
Film Social Network dibuka dengan pembicaraan dua orang mahasiswa, seorang cowok kutu buku dan seorang cewek cantik berotak brillian. Si cowok kutu buku yang arogan menganggap semua orang tidak ada yang lebih pintar darinya. Ia tidak bisa menerima ketika gadisnya memutuskan hubungan dengannya. Dengan setengah mabuk ia kembali ke asrama, dan mulai menulis blog dengan emosi tinggi. Apa yang terjadi ketika kita menulis di media sosial dengan penuh emosi? Tentu saja penyesalan di kemudian hari. Ada sebuah pelajaran penting dalam media sosial yang harus kita terapkan: You are free to express, but don’t do something you might awfully regret (Anda bebas berekspresi, tetapi jangan lakukan hal yang akan kau sesali).
Ini berlaku tidak hanya untuk blog, tapi juga twitter. Mengenai mini blog yang dapat diakses bisa langsung dari smart phone, istilah jarimu harimaumu berlaku. Dengan penuh emosi, Mark juga membuat Facemash, sebuah game media sosial yang dianggap melecehkan kaum perempuan. Dengan cara menyelusup ke jaringan komputer Harvard dan mencuri foto cewek dari buku tahunan, ia membuat Facemash, sebuah game yang membandingkan cewek-cewek Harvard dari fotonya. Dan luar biasa, Facemash hits berat! Pengunjungnya mencapai 22.000 visitor dalam semalam. Suatu pelecehan bagi kaum cewek kampus, namun kegembiraan bagi cowok.
Nah hal, yang menarik disini adalah jika Mark Zuckerberg tidak patah hati, Facebook mungkin tidak akan pernah ada. Facebook diciptakan dari emosi saat Mark terluka dan patah hati. Dengan ekspresi hati dinginnya yang bergolak, otaknya berpikir. Perpaduan antara kekuatan emosi dan otak bisa menjadi motivasi luar biasa untuk berpikir. Bagaimana dengan kita? Apa yg kita akan lakukan saat sedang patah hati atau kecewa? Apakah kita bisa memanfaatkan rasa kecewa kita untuk hal yang positif atau kita hanya bisa patah hati dan membiarkan diri kita terseret ke dalam arus kesedihan yang semakin dalam?
Seorang yang bijak dapat memanfaatkan hal negatif menjadi positif.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)