By: Timothy Roy dan Shiny Kartiko. | Konseling | 26 Juli 2011, 11:19:03 | Dibaca: 740 kali
Shalom…Saya Titin, lahir baru di Gereja “A”. Kebetulan di gereja itu suami saya juga menjadi penatua gereja, namun suatu saat ada masalah atau beda pendapat yang kemudian suami saya mengajak untuk pindah gereja. Pertama saya ikuti, namun karena berpindah-pindah terus sampai 3 kali jadi saya pilih kembali ke Gereja “A” lagi. Sedangkan suami saya tetap di gereja ke-3 yang jauh dari rumah. Saya mohon himbauan dan solusi apa yang harus saya lakukan? Apakah baik dengan keadaan seperti ini? Terima kasih. (Titin)
Shalom Ibu Titin, Syukurlah Ibu peka dengan kondisi “mendua” dalam hal berjemaat ini. Jelas hal ini tidak ideal dalam teologi maupun konteks alkitabiah. “Idealisme alkitabiah” ialah setiap umat Tuhan harus bisa memperoleh perjanjian-perjanjian Allah dalam hidupnya turun-temurun!
Salah satu Ayat akan saya petik berikut ini: “Engkau akan mendengar kembali Suara Tuhan dan melakukan segala PerintahNya yang kusampaikan kepadamu hari ini. Tuhan Allahmu akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab Tuhan, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek-moyangmu dahulu” (Ulangan 30:8-9).
Anjuran Saya: Ibu segera adakan “rekonsiliasi”, pemulihan hubungan kembali antara suami dengan Ibu. Kemudian rekonsiliasi antara Ibu dan gembala sidang Gereja “A”, agar suami bisa diterima kembali dengan penuh kasih, oleh gembala sidang dan segenap civitas Gereja “A”. Pada prinsipnya tidak ada seorang gembala, yang menolak siapapun untuk kembali ke gerejanya, selama orang yang pernah undur itu beritikad baik untuk untuk kembali berjemaat di gerejanya.
Dengan datang sowan pada gembala, akan menghilangkan hambatan-hambatan psikologis dari luar Jemaat ini sendiri. Sowan yang saya maksud ini tidak begitu penting sebenarnya, yang terpenting adalah kembali ke kandangnya semula. Saya anjurkan “jangan menunda”. Lebih cepat lebih baik! Di lubuk hati suami pasti ada suara yang memintanya balik ke kandang semula, seberapapun ia diterima di gereja-gereja lain.
Bila suami-istri sudah menyatu dalam satu kandang, akan lebih nyatalah kuasa Allah dalam rumah tangga ini. Suami harus dibantu menghilangkan rasa gengsi untuk kembali ke Gereja “A”. Siapa yang harus bantu? Ibu adalah orang pertama yang harus peka untuk membantunya. Kemudian barulah pihak Gereja “A”, yang justru wajib menunjukan kasih Kristus pada suami Ibu. Tuhan Yesus memberi teladan dengan meninggalkan 99 ekor domba dalam kandang, hanya untuk mencari 1 ekor yang belum masuk kandang.
Anjuran saya yang lain bila Ibu sudah minta pihak gereja Ibu, untuk membantu membawa kembali suami, dan ternyata pihak Gereja “A” tidak melakukannya, saya anjurkan Ibu berpindah dari Gereja “A” ini ke gereja suami. Ini tanda bahwa Gereja “A” tidak memiliki cukup kasih untuk menerima suami Ibu kembali. Maka Ibu wajib ikut suami Ibu, dan inilah solusi paling rohaniah bagi keluarga Ibu. Jangan lambat, lakukanlah langkah-langkah yang saya uraikan di atas, Roh Kudus membantu Ibu dan suami. Tuhan Yesus memberkati keluarga Ibu, Amin!
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)