By: Meydi Viddy Kambong, S.Th | Artikel | 20 Juli 2011, 09:48:36 | Dibaca: 840 kali
Setiap umat yang telah ditebus memiliki tugas, melayani Dia dengan setia.
Kitab Suci mengatakan, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28). Kita punya tugas mewartakan Kabar Baik.
Melayani di daerah terpencil memang butuh kesiapan dan keberanian. Selain itu, kepercayaan dan penyerahan total kepada Sang Khalik jadi modal utama. Sejarah mencatat, meski terdengar banyak martir yang gugur, namun selalu ada benih-benih yang bertumbuh subur. Orang-orang baru yang mengenal Tuhan bermunculan di mana-mana. Lewat korban nyawa yang telah dibayar mahal, banyak jiwa mengenal Dia sebagai tokoh sentral pemberitaan Injil.
SEKADAR REFLEKSI Tahun 2001, setelah menyelesaikan kuliah reguler, saya diutus oleh Yayasan Pelayanan Desa Terpadu (PESAT) untuk pelayanan tahunan, yang merupakan salah satu pra syarat untuk lulus program Diploma II. Tuhan berkenan membuka tempat pelayanan di sebuah suku yang terletak di perbatasan Sulawesi Tengah dan Propinsi Gorontalo. Saya bersama tiga rekan, masuk ke suku itu. Kami tim PESAT yang pertama kali masuk dan menjangkau suku tersebut. Suatu desa yang sepi, jauh dari kota dan keramaian. Transportasi sangat sulit, MCK tidak tersedia, ditambah pemadaman lampu yang terjadi setiap malam. Ini serentetan masalah yang ada di desa. Setelah surya tenggelam semua aktivitas harus terhenti.
Suatu malam, seperti hari-hari sebelumnya, dengan hawa dingin, gelap gulita tanpa nyala lampu, saya dan seorang rekan perempuan memilih untuk beristirahat lebih awal. Sementara dua teman lain, bertandang di rumah salah satu masyarakat yang tinggal di ujung gang. Tiba-tiba, ketukan keras dan kasar dari luar pintu depan, membuat kami terbangun. Muncul beberapa orang pemuda yang belum pernah kami kenal sebelumnya. Dengan hitungan menit saja, tiba-tiba jumlah orang yang berada di luar rumah bertambah banyak, entah dari mana mereka berasal. Para perangkat desapun sudah berjaga di depan rumah. Situasi panik dan takut memenuhi perasaan kami.
Seorang aparat desa berkata, “Kami akan melakukan pemeriksaan di rumah ini”. Kalimat itu saya ingat sampai sekarang. Saat kegaduhan terjadi dalam kegelapan, terdengar suara dari luar, “ Bakar...bakar...bakar...” Terbersit dianganku, apakah ini akhir dari pelayananku mengabdi kepada-Nya?. Dengan langkah gontai, tertatih-tatih, hati saya berteriak dalam kegelapan malam, “Mengapa ini terjadi?”. Lari..... adalah kata yang muncul dari benakku. Saya dan seorang teman keluar lewat pintu belakang rumah. Tanpa mengenakan sandalpun sudah tak terasa lagi. Melewati hutan kecil, semak belukar dan pagar kawat menjadi pilihan kami. Namun, kekuatan dan ketenangan dari-Nya melingkupiku, sehingga timbul keberanian dan kesanggupan yang luar biasa.
BELUM SEBERAPA Pengorbananku belum seberapa dibandingkan para martir. Saya belum sempat mencucurkan darah, meski banyak goresan di kaki dan betis saat melewati hutan kecil. Saat melewati rumah yang ada di ujung gang, tempat teman kami bertamu, kami bertemu dengan mereka. Meski tidak rinci, setelah menceritakan kisah yang kami alami, kami berempat memutuskan untuk kembali ke rumah kontrakan. Banyak orang di sana, menunggu kedatangan kami. Kami diinterogasi dalam ruang tertutup, supaya massa jangan sampai masuk.
Dalam situasi pelik seperti ini, Tuhan memakai salah seorang perangkat desa yang berpengaruh di desa itu. Bapak ini menjadi penengah antara kami dan massa di luar rumah. Situasi panas dan mencekam dapat diredakan atas pertolongan Tuhan melalui bapak itu. Berbagai tekanan dan ruang gerak kami dibatasi tidak menyurutkan niat untuk terus berjuang. Kedua teman kami mulai mencari daerah lain sebagai ganti daerah itu. Beberapa kali survei di desa-desa sekitar, akhirnya mereka mendapatkan suatu tempat baru.
Bila menarik pelajaran dari peristiwa ini, ternyata Dia hendak memperluas jangkauan pelayanan kami. Dengan cara ini, ada dua desa terlayani. Karena itu jangan pernah mundur hanya karena tantangan.
*) Penulis adalah tenaga pengajar di Pelayanan Desa Terpadu (PESAT) Salatiga, Jawa Tengah
jadi pada intinya seberat apapun tantangan yang kita hadapi jangan pernah menyerah, hadapi dengan iman kepada Tuhan, tetap yakin bahwa Tuhan akan selalu ada bersama-sama dengan kita walau dalam keadaan apapun.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)