By: James Gwee T.H., MBA | Vitamin | 20 Juli 2011, 09:37:54 | Dibaca: 654 kali
Kita hidup dalam dunia yang penuh kontradiksi. Itu sebabnya, banyak orang yang bingung mengenai apa yang salah dan benar atau apa yang baik dan tidak baik dilakukan. Hasilnya, orang tidak meraih potensi mereka dengan maksimal.
Coba amati seorang bayi. Bayi tidak tahu apapun tentang rasa malu. Jika mereka butuh sesuatu, mereka menggunakan bahasa sederhana untuk meminta yaitu menangis. Mereka begitu terus terang sehingga tidak ada satupun yang ragu ketika mereka meminta sesuatu. Kadang sang ibu tidak mendengar, atau berpura-pura tidak mendengar, kadang juga terlalu sibuk untuk memenuhi kebutuhan bayi, tapi bayi terus-menerus meminta. Bayi tidak mudah merasa kecewa. Ia juga tidak malu karena ia menganggap apa yang ia lakukan adalah alami. Bagaimana lagi ia mendapatkan apa yang dibutuhkannya jika ia tidak meminta?
Kita dulu adalah bayi yang gigih meminta. Tanpa kegigihan, dapatkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi? Jika kita terlalu “malu” untuk mengganggu ibu, ayah, atau pramusiwi, bukankah kita akan mati kelaparan?
Bahkan Alkitab pun mengatakan, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu.” Mengapa kita begitu enggan bertanya untuk meminta sesuatu?
CARA KITA DIBESARKAN Sejak kecil, kita dilarang orangtua untuk meminta-minta. “Belajarlah mandiri. Lakukan itu sendiri. Jangan meminta bantuan orang lain. Jangan ganggu orang lain. Jangan bikin Papa malu,” demikian kira-kira nasihat orangtua. Saat mengunjungi rumah saudara dan mereka menghidangkan kudapan lezat lalu kita meminta disajikan untuk kedua kalinya, kita ditegur Ibu dalam perjalanan pulang. “Jangan begitu lagi. Orang akan mengira kamu tidak cukup makan di rumah. Memalukan.”
Tidak heran jika banyak dari kita bertumbuh dengan keengganan meminta sesuatu. Kita susah mengumpulkan keberanian untuk bertanya meminta sesuatu. Bahkan justru merasa bersalah jika harus meminta sesuatu.
Padahal, amat wajar bertanya meminta sesuatu. Anda sekadar bertanya, bukan memaksa. Pihak yang ditanya pun punya wewenang untuk menjawab ya atau tidak. Bertanya adalah bagian dari kehidupan, insting untuk bertahan. Mintalah sebuah saran, atau perjanjian, mintalah informasi, atau mintalah agar klien Anda mempelajari proposal Anda secara mendetail.
SIKAP TERHADAP PENOLAKAN Ketika bertanya, kita akan mendapat aneka jenis jawaban. Namun semua dapat dikategorikan menjadi tiga : ya, tidak, dan mungkin/lain kali (tidak sekarang).
“Tidak” adalah satu dari jawaban yang memungkinkan. Jika saya bertanya dan mendapat satu jawaban dari ketiga yang ada, saya baik-baik saja. Saya bisa memahaminya. Hal itu tidak akan membuat saya sedih, atau menurunkan motivasi saya, atau mengecewakan saya. Bagi saya, itu hanya sekadar jawaban.
“Ya” adalah jawaban yang amat hebat. “Mungkin/lain kali” berarti saya harus lebih sabar. Saya harus menawarkan alasan-alasan yang lebih nyata sehingga pelanggan akan serius dengan tawaran saya. Jika saya sabar dan cukup profesional, saya akan memperoleh penjualan esok hari. Jadi, “Mungkin/lain kali” merupakan “Ya” yang berpotensi untuk segera terjadi.
Sementara mendapat jawaban “Tidak” juga tak mengapa. Ada dua skenario mengapa pelanggan mengatakan “Tidak”.
Pertama, “Tidak” berarti tidak untuk sekarang. Hal ini bisa berarti perusahaan kami tidak membutuhkan apa yang Anda tawarkan oleh karena keadaan perusahaan. Namun keadaan bisa berubah. Saya tetap mempertahankan hubungan positif dengan klien potensial karena saya tahu bahwa suatu hari keuangan perusahaan tersebut membaik. Jenis “Tidak” ini bukan “Tidak” untuk selamanya.
Kedua, dalam setiap penjualan, ketika seorang pelanggan tidak yakin apakah perlu membeli atau tidak, jawabannya adalah “Tidak.” Jenis “Tidak” ini berarti “Saya belum yakin”. Ketika saya mendengarnya, saya tidak menerimanya sebagai sebuah penolakan. Hal itu berarti saya perlu memperbaiki kinerja saya. Saya tidak mencoba mengubah “Tidak” menjadi “Ya” karena itu terlalu konfrontatif. Saya akan perlahan mengarahkan pelanggan mengubah “Tidak” menjadi “Mungkin”. Jawaban “Mungkin” lebih mungkin menjadi jawaban “Ya.”
Jadi pesannya adalah : sangat wajar bagi Anda untuk bertanya dan jawaban “Tidak” pun bukanlah jawaban yang buruk. Selamat bertanya!
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)