By: Suci Tobing | Artikel | 11 Juni 2011, 13:15:22 | Dibaca: 563 kali
“How should I define a candle Mom??”asked Nina, Mrs.Levine’s little daughter who loves to know about everything In her age which is still five years old. Mrs. Levine told Nina like this, “Candle is a stick of wax with a string. It (candle) gives out a lights when it burns, honey…”
Candle, atau lilin, adalah salah satu tools untuk menyalakan api. Seperti yang kita ketahui, lilin mempunyai banyak kegunaan seiring dengan api yang dihasilkan apabila sumbunya dibakar. Lilin bisa menjadi alternatif bagi yang tiba-tiba rumahnya mati lampu, kosannya mati lampu, selain itu lilin dengan beberapa bentuk dapat menjadi hiasan kue ulang tahun, yang ditiup oleh si peniup (yang ulang tahun pastinya) dengan penuh harapan. Can you see??? Lilin, walaupun kecil memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menerangi dunia… haha, oke sepertinya saya berlebihan. Satu lilin sepertinya kurang untuk menerangi dunia ini, tapi bagaimana dengan satu juta lilin?? Atau mungkin seratus juta lilin?
Sebenarnya yang bisa menjadi alat bantu penerangan bukan hanya lilin, selain itu ada juga senter, lampu ‘gawat darurat’ yang biasa dicharge setiap saat dan saat mati lampu dapat menyala, cahaya dari layar LCD laptop, TV,handphone, and the others. Tapi, konteks lilin disini adalah, kesederhanaan. Alat-alat itu membutuhkan berbagai macam teknologi luar biasa sehingga dapat digunakan sebagai alat penerangan. Haloo, ini adalah sebuah analogi. Saya menganalogikan lilin dengan kita, manusia biasa, makhluk yang paling hina sekalipun, mampu menjadi lilin yang dapat mengubah sekitar kita. Kalau saya bawa-bawa nilai agama nih, maksudnya adalah kita mampu menjadi berkat dimanapun, kapanpun, kepada siapapun.
Banyak yang mengartikan menjadi berkat identik dengan pelayanan, dan pelayanan identik dengan gereja. Well, berhubung saya masih merasa ‘kurang dalam’ mengenai hal seperti ini, saya tidak berani menulis lebih jauh mengenai konsep pelayanan. Hanya saja saya pernah mendengar salah seorang teman saya yang berkata seperti ini, “Suci, pelayanan itu artinya luas. Lo ga perlu jadi pendeta buat melakukan pelayanan. Cukup lo belajar dengan tekun aja, itu udah bisa disebut pelayanan lho…”
Saya pernah stress setengah mati mencari tahu apa itu hidup sesungguhnya, apa itu mengasihi sesungguhnya, apa itu kasih… Pikiran saya seringkali bercabang-cabang ketika saya melihat teori yang sering diucapkan beberapa manusia namun jarang mereka implementasikan. Saya hampir gila dan temen lama saya menasihati saya, “Haduuh, suci… Ada hal-hal yang ga perlu terlalu lo pikirin. Biarin aja mengalir apa adanya…” Oke, saya tahu hal tersebut mungkin menurut beberapa orang wasting time, tapi bagi saya itu penting sehingga saya berani menetapkan langkah mana yang akan saya pilih dalam menjalani kehidupan yang seperti roda ini. Saya ingin menjadi terang. Ingiiin sekali. Saya ingin menjadi garam yang berguna, tidak hanya stay di lautan, sia-sia.
Beberapa orang pernah bercerita, bahwa ketika hidup, berbuat baiklah sebanyak-banyaknya sehingga kamu bisa mendapatkan berkat yang luar biasa dari Dia. Saya kemudian bertanya dalam hati Kalau kita berbuat baik kepada sesama supaya mendapat berkat dari Dia, berarti kita bisa dikategorikan pamrih ga sih??? Serius, mungkin Anda merasa “Halooooooooo, ga penting banget sih lo begituan aja lo pertanyakan????? Masih banyak hal penting hal nih, kaya lo udah bikin tugas kuliah belom, lo udah nyobain the newest fashion blom? Lo udah nyobain Japanese Food di sekitar jalan ini blom?, bla,bla,bla…” Saya berpikir lebih lagi. Sungguh Dia Luar Biasa lho, beneran… Setiap saya berada dalam kebimbangan, kebingungan, Dia datang. Dia berbicara melalui berbagai cara. Banyak cara mendengar suara Bapa. Sungguh banyak..
Saya bertanya kepada seseorang mengenai konsep kasih. Apakah kita mengasihi karena kita memang harus melakukannya supaya mendapat berkat lebih, supaya Dia mengasihi kita juga, supaya kita masuk surga? Tidak. Kita mengasihi karena kita TERLEBIH DAHULU telah dikasihi Bapa. Sudah seharusnya kita melakukan hal yang sama terhadap sesama kita karena Dia telah mengasihi kita terlebih dahulu. Tuhan telah menyiapkan tempat bagi kita di kerajaan surga, kenapa bahkan sampai mengasihi pun masih pengen timbal balik? Kita telah ditebus lho, ditebus dan dibayar lunas. LUNAS. Dalam Hidup kita justru harus bisa menjadi berkat. Kalo banyak berkat yang dikasih Tuhan itu bonus. Masalahnya, Tuhan itu murah hati bangeeeeeeeeeet, padahal yaa hidup di kerajaan surga kan udah sangat luar biasa tuh, tapi dia tetap ngasih segalanya sama kita. Gilaaa… bayangin aja, kalian punya Bapa yang super duper tajir mampusssss……
Tolong jangan pernah membatasi Dia, ketika saya menulis, lilin mampu menerangi dunia. Mother Theresa dengan berbagai kesederhanaannya mampu mengubah dunia lho. Kita gak perlu koar-koar ngomong ke semua orang tentang Kristus, kalau dengan tindakan yang kita lakukan mampu mewakili gambar Kristus yang melekat dalam diri kita. Seseorang pernah berkata tentang konsep nyaman. Kamu mungkin nyaman dengan situasi kamu saat ini, tapi kalau kamu tetap stick with your comfort zone, you’ll never get moved to the higher grade. Tapi, bukan berarti semua yang nyaman itu salah, hei kamu pasti bisa membedakannya donk. Setiap manusia punya hikmat untuk mengetahuinya. Contoh simpel adalah belajar. Mungkin, tidur-tiduran di kosan itu lebih terasa nyaman, main ke mall dengan teman dibandingkan mengerjakan tugas kuliah lebih terasa nyaman, tapi jangan menangis kalau suatu hari nanti kamu melihat teman-teman kamu lulus tepat waktu dan kamu terpaksa stay di kampus dua tahun lagi (jangan sampai yaaa…. ).
Menjadi lilin, berarti kamu bisa membawa kasih kamu di manapun kamu berada. Setidaknya kamu berguna bagi orang di sekitar kita, jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Kalau masalah yang berkaitan dengan keuntungan diri sendiri seriusnya minta ampun, tapi saat orang lain dalam kesusahan malah ditinggalin. Kalau teman kita berbuat kesalahan, kita hakimi gila-gilaan. Padahal ya, menurut ayat yang pernah saya baca cuma Dia yang boleh melakukan penghakiman. Tahu apa sih kita tentang hati teman kita? Apa kita tahu kalau setiap malam ternyata dia menangis di tempat tidurnya memohon ampun atas dosa yang dia perbuat? Apa kita tahu teman kita itu ternyata bahkan gak berani berdoa kepada Dia karena merasa kotor, jijik terhadap dirinya yang dipersalahkan teman-temannya karena menurut teman-teman seimannya dia ga layak bagi Bapa. Hal yang perlu dicamkan nih, walau saya tidak berani mengupas lebih dalam karena level pengetahuan tentang agama yang belum sampai tingkat tinggi, siapa sih yang tahu hati manusia? Rata-rata yaaah, Tuhan justru menggunakan pendosa sebagai alat bagi-Nya dalam memberitakan tentang kemuliaan Dia? Kita bayangkan saja, Dia lebih menghargai pelacur maria magdalena dibandingkan dengan murid-muridnya yang kudus. Itu karena maria magdalena lebih merendahkan dirinya dibandingkan dengan mereka-mereka yang merasa diri mereka tinggi, suci dan kudus. Tuhan berjanji lho, dan janji Tuhan itu luar biasa dan JanjiNya itu SELALU ditepatinya. Dia berjanji, siapa yang merendahkan dirinya akan ditinggikan.
Banyak tokoh-tokoh yang luar bisa mampu menjadikan dirinya panutan bagi dunia tanpa harus menunjukkan mereka selalu saat teduh setiap hari, mereka rajin gereja, bahkan perpuluhan mereka ratusan juta dolar. Mereka diam tentang hal itu. Mereka menunjukkan hal lain. Seperti kisah wanita Amerika yang meninggal ditabrak kendaraan tentara Amerika ketika dia membela kaum Palestina yang bahkan tidak seagama dengannya, kisah beberapa pejuang kebangsaan yang berusaha menghapuskan tindakan diskriminasi terhadap ras, kisah Hellen Keller yang dengan segala keterbatasannya mampu menjadi seseorang yang dihormati karena kecerdasannya yang luar biasa, kisah seorang Pastur yang mempu menemukan teori genetika yang berguna sampai detik ini. Can you see? Well, Kamu gak perlu jadi tokoh yang dikenang sepanjang masa seperti mereka untuk menjadi terang. Cukup seseorang di sebelah kamu saat ini, coba lihat ekspresinya. Ketika dia kesusahan, coba dengarkan keluh kesahnya. Tidak perlu bilang padanya, diam-diam doakan dia. Minta hikmat bagaimana kita dapat membantu dirinya. Kita adalah lilin. Another candles, yang mampu menerangi dunia. Tolong jangan batasi kalimat itu.
“How should I define a candle Mom??”asked Nina, Mrs.Levine’s little daughter who loves to know about everything In her age which is still five years old. Mrs. Levine told Nina like this, “Candle is a stick of wax with a string. It (candle) gives out a lights when it burns, honey…” “I wanna be a candle Mom, I can give out a light to shine the world…Can’t I?” Mrs.Levine smiled to her lovely daughter then said,”Of course. You can, honey…” Suci Marina, only an ordinary girl…
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)