By: Yohanes Bretho | Kesaksian | 09 Mei 2011, 15:57:58 | Dibaca: 1736 kali
Dari Kak Vila, aku belajar murah hati. Melalui Kak Vila juga aku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Banyak saudara dari bapak yang hanya kukenal lewat telepon. Salah satunya Theresia Avila Aser, aku memanggilnya Kak Vila. Mama dari Kak Vila adalah kakak bapak. BERITA GEMBIRA Setelah lulus SMA aku bekerja membantu orangtua di sawah milik tetangga. Saat aku sedang membajak sawah siang itu Kak Vila telepon. Hari itu Kak Vila bertanya apakah aku mau bekerja di Jakarta. Karuan saja senang. Sebab itulah yang kutunggu-tunggu. Sudah lama aku ingin bekerja di ibukota. Kayaknya enak. Lihat banyak teman dekatku yang bekerja di Jakarta pulang kampung membawa banyak uang. Meskipun Tasikmalaya tak jauh dari Jakarta belum pernah sekalipun aku ke Jakarta. Maka ajakan Kak Vila langsung kusambut dengan gembira. Asik!
Sore setelah pulang dari sawah, kusampaikan niatku ke Jakarta pada bapak dan mamak. Mereka tak keberatan demi kemajuanku. “Di manapun kamu bekerja harus jujur. Pandai-pandailah membawa dirimu. Jangan bergaul dengan orang-orang nakal,” nasihat bapak dan mamak. Begitu juga ketika aku pamit pada emak dan aki (nenek-kakek), orangtua dari mamak. Kuterima nasihat yang sama.
Tiga hari kemudian aku berangkat ke Jakarta. Mamak dan adik menangis melepasku. Berat juga hatiku sebenarnya meninggalkan keluarga. Tapi keinginan untuk maju mengalahkan rasa sedihku.
MURAH HATI Lewat handphone Kak Vila memandu kendaraan yang kunaiki. Ia juga memberi arah dengan detail supaya sampai ke Jakarta tanpa nyasar. Betapa senang hatiku bertemu dengan Kak Vila. Ia membawaku ke kontrakannya di daerah Bekasi. Kak Vila seorang penjahit yang juga mendesain baju. Beberapa tahun sebelumnya ia bekerja pada konveksi dan butik.
Aku membantu Kak Vila memasang payet, pasang kancing dan menyetrika pakaian. Sedangkan Kak Vila memotong dan menjahit. Kalau order banyak maka ada beberapa tenaga tambahan. Namun kadang sepi order. Inilah yang mendorongku bekerja di luar. Membantu Kak Vila mengurus jahitan setelah pulang kerja.
Kak Vila sangat baik. Ia sangat murah hati. Hatinya penuh belas kasih bila bertemu orang yang lanjut usia atau anak-anak kecil hidup meminta-minta. Tangannya selalu terulur untuk mereka. Bahkan saat kakak sedang sulit uang ia tetap memberi.
Entah karena terlalu baik atau apalah banyak orang yang tak melunasi uang jahitan. Hingga jumlah piutangnya cukup banyak di luar. Beberapa orang malah tak bisa dihubungi setelah jahitannya diambil. PESONA SALIB Setiap makan bersama, Kak Vila selalu berdoa. Sebelumnya membuat tanda salib. Beberapa hari setelah tinggal di rumahnya aku beranikan diri bertanya tentang salib. “Itu tanda kemenangan,” katanya. Salib Tuhan Yesus yang menebus dosa manusia. Ia memberiku Kitab Suci untuk kubaca-baca. Dengan sabar Kak Vila menjelaskan tentang iman kepada Yesus.
Hari Minggu tiba, Kak Vila mengajakku ke Gereja Santo Gabriel Pulo Gebang, Bekasi. Saat memasuki gereja, perasaanku begitu damai. Air mataku menetes. Kuingat dosa-dosaku. Saat itulah aku terpanggil mengikuti-Nya. Tak lama kunyatakan keputusanku pada orangtua saat aku pulang ke Tasikmalaya. Mereka menghargai keputusanku begitu juga dengan emak dan aki. “Tidak apa-apa yang penting kamu bertanggung jawab pada keputusanmu. Kamu sudah besar, sudah bisa menentukan pilihan.”
12 Desember 2010 hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Aku dibaptis dengan nama Yohanes Bretho. Aku adalah anak pertama dari empat bersaudara. Setelah menikah bapak jarang ke gereja dan semua anak-anaknya mengikuti agama mamak. Termasuk aku. Namun sesungguhnya di hatiku yang terpaling penasaran. Ingin kutahu tentang Yesus Kristus. Rasa penasaran makin bertambah ketika nonton film The Passion di televisi. Mau bertanya tentang Yesus pada bapak, sungkan.Ternyata Tuhan memakai Kak Vila.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)