22 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jenni Farida - Fisikawati yang Jatuh Hati pada MentawaiBy: Toni | Misi Gereja | 31 Januari 2011, 09:50:56 | Dibaca: 1008 kali “Hanya suara debur ombak dan tiupan angin di menara-menara gereja, tapi aku senang, keterpencilan Mentawai tidak membuatku terisolasi, akan kubuat pulau-pulau tropis ini dinamis..” Dara hitam manis kelahiran Medan 26 tahun yang lalu ini adalah seorang sarjana pendidikan fisika. Jenni Farida namanya. “Panggil saya Jenni,” katanya bersahabat. Awalnya tak sangka ia berasal dari luar Mentawai, Jenni begitu akrab dikenal oleh penduduk di dusun-dusun Mentawai. Kesupelannya dan hal-hal berdampak positif yang ia kerjakan bagi perubahan desa membuat lajang jebolan Fakultas Ilmu Pasti Alam UNIMED tahun 2007 ini sangat diterima masyarakat. Terang saja ketika tiba di Mentawai sekitar dua tahun yang lalu, ia mencari para perempuan muda dan ibu rumah tangga, memotivasi mereka, lalu melatihnya dalam sebuah training singkat guru TK lewat program pelatihan intensif selama 4 bulan yang diselenggarakan Sentra Pelayanan Yayasan PESAT cabang Mentawai. Tak tanggung-tanggung, bersama staf pengajar lainnya, ia melatih 53 perempuan lokal untuk menjadi guruTK. “Saya kebagian mengajar mata kuliah Psikologi Anak dan Karakter Guru, turut memuridkan mereka agar sukses menjadi guru TK yang berkarakter baik,” paparnya lugas. Sekarang, 30 orang dari mereka sudah tamat dan mengajar di TK-TK di seluruh Kepulauan Mentawai, di Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan, tambahnya. Suka-dukanya melatih penduduk dusun sampai menjadi guru? Aduh, seru sekali, Jenni bercerita, mereka itu kan semuanya bukan lulusan sekolah formal, tapi hanya ikut Paket C lalu ujian persamaan, jadi mengajar mereka itu tidak seperti mahasiswa tapi lebih mirip mengajar anak SMP atau SD, harus penuh kesabaran, ujar Jenni sambil tersenyum mengingat kembali perjuangannya dan rekan pengajar lainnya. Tapi puji Tuhan kita semua berhasil, lanjutnya. Jenni tidak sebatas melatih penduduk lokal menjadi guru TK, ia juga merintis dua TK di Pulau Pagai Utara, yakni di dusun Muarataikako dan Bulakmonga yang kini diajar oleh guru-guru hasil pelatihannya. Dunia Tersendiri Hampir seluruh Kepulauan Mentawai telah dijelajahinya, ia tinggal di dusun-dusun yang sangat terpencil yang tidak memiliki akses transportasi dan komunikasi yang baik. “Kemanapun kita pergi di sini pasti lewat laut, dan tempat-tempat yang saya datangi tidak ada sinyal telepon selular, aku tinggal di rumah-rumah berdinding bambu dan beratap daun, makan keladi, pisang dan ikan sama seperti Orang Mentawai,” Jenni bercerita. Di sini aku seperti memiliki duniaku sendiri, jauh dari dunia modern dan hingar-bingar kota, yang ada hanya suara debur ombak dan tiupan angin di menara-menara gereja, lanjutnya. “Tapi aku senang,” ucapnya tiba-tiba. Keterpencilan Mentawai tidak lantas membuatnya merasa terisolasi, justru ia ingin membuat pulau tropis yang statis ini jadi dinamis. Nazar Ia bersedia melakukan semua hal ini karena nazarnya pada Tuhan. Ketika aku mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, aku bilang pada Tuhan, kalau aku lulus ujian aku mau memberikan hidupku pada Tuhan , kenang Jenni. Setelah meraih gelar sarjana, Tuhan ingatkan dia akan hal itu, secara tidak sengaja pula ia dipertemukan dengan PESAT dalam acara yang diadakan di Medan. Jadilah ia seperti sekarang ini. Bahkan ketika gempa dan tsunami yang menghantam Mentawai pada 25 Oktober lalu, Jenni pun bergabung dengan Tim Bantuan Kemanusiaan PESAT “Melayani Sesama” dan berangkat ke Sikakap pada seminggu pasca tsunami. Ia mengkoordinir posko di Sikakap dan turut mendistribusikan bantuan ke desa-desa di bagian selatan yang rusak parah. Ada harapan yang tersimpan dalam lubuk hatinya, Jenni sangat ingin melihat Orang Mentawai, generasi penerusnya banyak yang pergi sekolah dan memajukan bangsanya. Sumber: Majalah Bahana, Januari 2011 [Kembali] By: melda waty | 06 Februari 2012 | 16:31:16 syalom kaq, nama saya melda. klw bleh sya ingin brkenalan lbh dkat dgan ka2. krna saya adalah anak yang lahir di kep mentawai dan ingin mencari orang tua kngkat saya Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||