Firman Tuhan & Kehidupan Kita

By: Pdm. Stevanus Adrianto, S.Th | Vitamin | 07 Okt 2010, 16:08:06 | Dibaca: 2368 kali

Selama pelayanan, saya mengalami betapa hebatnya dampak firman Tuhan yang dihidupi. Maksudnya, firman Tuhan yang dipraktikkan sebagai gaya hidup sehari-hari.

Bila kita menjadikan Alkitab sebagai dasar pijak dalam beriman, pengaruhnya sangat besar. Setidaknya, itulah pengalaman hidup saya bersama Tuhan. Dalam berbagai pelayanan, Tuhan menunjukkan bahwa firman-Nya benar.

Memang tak dapat dipungkiri, untuk meyakini Alkitab sebagai firman Tuhan di zaman ini tantangannya sangat besar. Tidak tanggung-tanggung, orang yang pintar berteologi, kerap kali melemahkan anak-anak Tuhan yang baru mulai bertumbuh. Misalnya: saya pernah mendengar ceramah yang menekankan bahwa kita harus mencari dalam Alkitab, mana yang firman dan mana yang bukan. Mungkin saja akibat belajar dari demitologisasi yang pernah diteorikan teolog Jerman Rudolf Karl Bultmann (20 Agustus 1884—30 Juli 1976). Demitologisasi artinya membuang hal-hal yang dianggap mitos dalam Alkitab. Makin dibuang, makin tipislah Alkitab kita.

KENALLAH SEJAK DINI
Rasul Paulus, seorang rasul besar yang tak perlu diragukan. Kepada anak rohaninya Timotius, ia menyatakan pentingnya mengenal firman Tuhan. Firman Tuhan yang telah dikenal sejak kecil pasti ada manfaatnya. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dituliskan demikian. “Engkau harus ingat bahwa sejak kecil engkau sudah mengenal Alkitab. Alkitab itu dapat memberikan kepadamu pengertian untuk mendapat keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus.” (2 Timotius 3:15).

Apa manfaat mengenal Alkitab sejak dini? Ayat di atas mengatakan akan memberikan kepada kita pengertian. Pengertian untuk apa? Pastinya pengertian untuk mendapat keselamatan melalui iman kepada Kristus. Mustahil seseorang beroleh pengertian yang benar tanpa melalui Alkitab.

Alkitab adalah buku wajib bagi mereka yang ingin mengetahui kehendak Tuhan dalam hidupnya. Karena itulah Rasul Paulus mengingatkan Timotius.

Alkitab adalah catatan tertulis mengenai kehendak Allah bagi manusia. Saya mengingat pepatah yang mengatakan tulisan sejelek apa pun akan bertahan lebih lama daripada daya ingat terhebat mana pun.

Alkitab ditulis agar kita punya data yang tahan lama sehingga setiap generasi dapat memahami kehendak Tuhan dalam hidupnya. Allah sangat memahami dalil ini. Oleh karena itu, Alkitab diberikan agar kita dapat belajar memahami kehendak-Nya secara utuh.

SULUH DALAM KEHIDUPAN
Dalam Perjanjian Lama (PL), Daud pun menyadari betapa pentingnya firman Tuhan dalam hidup ini. Daud datang pada pengakuan demikian, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105).

Pernah berjalan di malam hari tanpa penerangan? Kalau Anda pernah mengalaminya, pasti memahami maksud saya. Berjalan dalam kegelapan membuat kita menabrak sana-sini bukan? Namun, begitu ada cahaya, kita pasti tahu jalan yang akan dilalui. Benarlah Pemazmur ketika ia mengumpamakan firman Tuhan sebagai pelita.

Banyak orang Kristen tersandung sana-sini. Mengapakah demikian? Salah satu alasannya adalah karena tidak memakai firman Tuhan sebagai penerang dalam hidupnya. Banyak suami/ istri gelap mata, melakukan hal-hal yang tidak benar. Mengapa? Karena Alkitab ditinggalkan.

Mengapakah kekristenan di Barat jadi mati suri? Alasannya adalah mereka tidak menghargai firman Tuhan dalam kehidupan. Akibatnya, kekeringan rohani melanda. Bahkan, kehilangan iman. Mereka berkata otak adalah Tuhan. Namun, kenyataan itu membuat hati mereka tidak berpaut lagi kepada Tuhan. Karena itulah, pemazmur mengakui firman Tuhan pelita dan terang dalam kehidupan.

FIRMAN MENJAGA HIDUP
Firman Tuhan sangatlah penting dalam hidup. Ia dapat mencegah kita dari segala tindakan amoral. Saya ingat seorang guru Sekolah Minggu (SM) yang nyaris berbuat dosa dengan pelacur. Tiba-tiba ia ingat firman Tuhan dan lagu SM. Lagu itu berkata hati-hati gunakan matamu. Sontak ia tersadar. Saat itu juga ia menyadari bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Tepatlah yang dikatakan Daud. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:105). Karena itu, marilah menyelaraskan hidup sesuai dengan firman Tuhan. Kiranya firman Tuhan menjadi panglima yang mengomandoi hidup kita. Amin!

Sumber: Majalah Bahana, Oktober 2010

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13