08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bagaimana Pandangan Teologi Tentang Perceraian?By: Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala | Konseling | 04 September 2010, 14:14:09 | Dibaca: 1578 kali Sebut saja nama saya Rani. Setelah 12 tahun usia penikahan saya, saya berniat meninggalkan suami karena sejak menikah suami melarang saya ke gereja. Ia keberatan bila saya tetap menjadi orang Kristen. Sebagai tambahan informasi, suami saya pernah berselingkuh (berzina) 8 tahun yang lalu, tapi saya masih memaafkan demi anak-anak. Namun, kini saya bertekad menceraikannya. Bagaimana pandangan teologi dan iman Kristen? (Rani, Jawa Timur) Ibu Rani, terima kasih untuk pertanyaannya. Saya turut sedih dengan kondisi keluarga ibu. Mengapa suami ibu Ani melarang ke Gereja dan keberatan bila ibu tetap Kristen? Nampaknya, ia adalah non Kristen? Jika demikian, memang pemahaman imannya dengan ibu berbeda. Itulah sebabnya, sejak awal Alkitab melarang pernikahan campur (beda iman). Soal perceraian, Alkitab dengan sangat jelas dan tegas melarang hal itu. Pada awal khotbah-Nya, yang dikenal dengan Khotbah di Bukit, Tuhan Yesus menyerukan bahwa setiap orang yang menceraikan istrinya, ia menjadikan istrinya berzina. Bukan saja demikian, Tuhan Yesus juga melanjutkan: “Siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zina” (Matius 5:32). Menjelang akhir masa pelayanan Tuhan Yesus di dunia ini, pengajaran itu ditegaskan-Nya lagi. Ketika itu, orang-orang Farisi datang kepada-Nya dengan menanyakan hal perceraian. “Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?” Perhatikan kalimat dengan alasan apa saja. Menjawab pertanyaan itu, Tuhan Yesus kembali menegaskan bahwa barangsiapa menceraikan istrinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zina” (Mat.19:9). Jadi, menurut saya, kita tidak perlu ragu terhadap pengajaran Alkitab soal perceraian. Hal itu sangat jelas dan tegas. Karena itu, doa saya, kiranya Bapa Surgawi mengaruniakan keharmonisan kepada ibu dan suami. Sejauh itu tergantung kepada ibu, berilah pengampunan kepada suami dan doakan terus. Namun, jika suami ibu yang menceraikan, ibu tidak dapat berbuat banyak. Kiranya Allah menguatkan ibu agar tetap dimampukan membangun keluarga bahagia. Tuhan Memberkati. Sumber: Majalah Bahana, September 2010 [Kembali] By: dedy | 13 Oktober 2010 | 23:31:56 kok sedikit sekali lieraturnya....... haaaaaaaaaaaaaaaaaaa gak iklhas ini jadinya Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||