08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Harga Sebuah MimpiBy: Jaclyn Litaay | Inspirasi | 02 September 2010, 11:59:45 | Dibaca: 1029 kali Butet Manurung adalah satu dari sekian orang yang sangat tahu apa yang benar-benar diinginkan dan dicari dalam hidup. “Saya tidak mau jadi apa pun yang membuat saya tidak merdeka.” Tak heran dalam kondisi serba terbatas di rimba, Butet tak lantas terkungkung. Ia (dan timnya) sering menggunakan uang pribadi untuk mempertahankan proyek Ruma Sokola yang dirintisnya. Bukan satu dua kali ia melakoni ini. Berkali-kali bangkrut dan putus asa, berulang kali juga ia mengepak ranselnya hendak pulang ke Jakarta. Lalu apa yang paling berharga dalam hidup Butet? “Mimpi. Harus selalu punya mimpi.” Saat masih kanak-kanak ketika membaca Lima Sekawan dan menonton Sean Connery beraksi dalam film Indiana Jones, Butet kecil sudah punya mimpi untuk berpetualang jauh. “Aku bilang sama bapakku, ‘aku mau jadi seperti itu, Pak.’ Bapakku bilang, ‘Ya, ya. Nanti kamu seperti itu’.” Mimpi itu terbayar sekarang. Banyak relawan telah bergabung dengannya merintis pendidikan untuk anak-anak yang sulit terjangkau. Tak hanya di pedalaman Jambi. Ruma Sokola sudah menjangkau anak-anak di Aceh, Garut, Klaten, Yogyakarta, Makassar, Bulukumba, Flores, dan Halmahera. Mungkin kesibukan mewujudkan mimpi itulah yang membuat Butet baru bertemu jodohnya belum lama ini. Gae lapai. Artinya gadis lapuk. Begitulah panggilan khas orang rimba untuknya. “Mereka bilang aku tidak mungkin menikah. Sudah terlalu tua…,” tutur anak pertama dari empat bersaudara ini. Tidak terlambat? “Nggak tahu,” Butet menunduk dan tertawa kecil. Setelah bolak-balik orangtua menyuruhnya menikah, akhirnya 2 bulan sebelum ke Indonesia, Butet menikah dengan Kelvin James Milne pria asal Canberra Australia. Mereka teman sekelas di Australian National University. Butet senang karena Kelvin tidak mengenal Butet sebagaimana orang-orang mengenalnya. Bagaimana perasaan Butet tentang Kelvin? “Lucu aja. Aku nggak merasa ketemu dia terus hidupku akan berubah tapi melengkapi yang ada. Aku berharap aku juga bisa menguatkan hidupnya. Sumber: Majalah Bahana, September 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||