08 Februari 2012,
Flash News: Line service BB: 21416FCB • Info pemasangan iklan pada eBahana.com: klik here   Wisdom today: "Apa yang kita tabur, suatu saat pasti kita tuai."
 

Tolong, Tangan Bugil di Depan Kamera

By: Len | Hot News | 16 Agustus 2010, 10:14:36 | Dibaca: 855 kali

Dampak permanen negatif begitu banyak. Sedangkan dampak keuntungan bersifat sementara dan dangkal. Inilah konsekuensi yang harus ditanggung pelaku pornografi seumur hidupnya (Paul Gunadi).

Sisi lain dari perkembangan teknologi informasi sudah diprediksi sejak dulu. Persaingan luar biasa di dunia kerja, berujung pada pengangguran dan kemampuan ekonomi yang memburuk, kriminalitas, penggunaan obat-obatan terlarang, dan pornografi. Ini kondisi buruk yang perlahan-lahan sedang merasuki umat manusia.

Pernyataan ini disebutkan oleh Dra. Magdalena Sukartono, ketika dimintai pendapatnya mengenai kasus pornografi artis yang sedang hangat diperbincangkan. Ia mengatakan, masalah-masalah seperti ini sudah ada sejak zaman dulu. Biasanya terjadi karena kurangnya peran orangtua memberi nilai-nilai kepada anak sehingga ketika anak beranjak dewasa, karakter mereka rentan terpengaruh oleh hal-hal negatif. Bisa juga karena panutan yang mereka lihat sejak kecil tidak baik. “Seringkali orangtua menyuruh anak melakukan hal baik, tetapi mereka sendiri tidak memberi contohnya,” ucap Magdalena.

PERUBAHAN
Selain itu, pola lain yang mengancam sistem di dalam masyarakat adalah perubahan konsentrasi masyarakat dari agraris menjadi industrial. Dulu menjadi petani sekarang menjadi pekerja kantoran karena lahan pekerjaan itu yang tersedia. Ada dua hal yang bisa dilihat dari perubahan ini. Pertama, orangtua semakin sibuk bekerja di luar rumah. Bisa jadi karena tuntutan kebutuhan yang semakin tinggi, atau hanya sekadar pembuktian eksistensi diri. Akibatnya, waktu yang dimiliki anak untuk bersama orangtuanya menjadi semakin sedikit.

Poin kedua adalah adanya pergeseran extended family. Keluarga yang dulu terdiri dari anak-anak, bapak ibu, kakek nenek, dan saudara lainnya, bahkan hingga mencapai empat generasi dalam satu rumah, kini menyempit menjadi tinggal dua generasi saja. Bapak, ibu, dan anak-anaknya. Hal ini menyebabkan tidak adanya penyangga sosial lain di dalam rumah, apabila kedua orangtua bekerja di luar rumah.

Apa jadinya anak-anak? Mereka tinggal teralienasi di rumah sendiri. Tapi tunggu dulu, mereka tidak kesepian. Orangtua juga tidak khawatir karena perkembangan gadget saat ini sudah jauh melampaui kebutuhan manusia. Tinggal telepon, SMS, email, chatting,dan memakai media komunikasi lain, anak tetap bisa berkomunikasi dengan orangtuanya.

FACE TO FACE
Akan tetapi, meski komunikasi berjalan lancar, waktu untuk melakukan interaksi face to face tidak lagi menjadi prioritas. Inilah yang disebut Andreas Soeroso (55), Sosiolog Universitas Gajah Mada, sebagai autisitas sosial. Kondisi ini terjadi ketika kurangnya intensitas face to face antarmanusia sehingga menyebabkan tidak adanya totalitas di dalam berkomunikasi. Orang-orang membentuk dunianya sendiri tanpa perlu melibatkan ekspresi muka maupun bahasa tubuhnya. Emosi yang muncul bersifat datar karena mereka hanya berhadapan dengan mesin.

Bukan hanya ketika berkomunikasi melalui gadget, ketika bermain pun, anak-anak sekarang sudah dihadapkan pada mesin – ketika mereka melakukan kesalahan, mereka dengan mudah menyalahkan si mesin tadi. Berbeda ketika bermain bersama teman-temannya dengan permainan tradisional, ada sanksi yang harus dijalani ketika melakukan kesalahan atau tidak taat pada peraturan yang ditetapkan. Keberadaan sanksi ini membuat mereka mau tidak mau harus mematuhi norma yang berlaku.

Magdalena menyebut, boleh saja kedua orangtua bekerja – karena memang demikian tuntutan ekonomi, namun mereka harus menyediakan waktu berkualitas yang bisa dinikmati bersama. Bukan sekadar duduk nonton televisi bersama, tetapi perlu adanya komunikasi intensif. Akan tetapi Andreas menambahkan, semakin sedikit waktu interaksi face to face yang terjadi, semakin sedikit pula transfer nilai-nilai dilakukan. Demikian juga, semakin intensif nilai-nilai tersebut diberikan kepada anak, semakin kuat nilai tersebut tertanam. Hasilnya, anak semakin mampu berpikir dan memutuskan mana yang positif mana yang tidak. “Karena masalahnya sekarang adalah, anak-anak bingung menentukan sikap karena lemahnya dasar positif yang mereka punyai,” kata Andreas.

MOTIF PELAKU
Dari pihak si pelaku sendiri, sebenarnya apa sih sebabnya mereka berperilaku tidak sopan di depan (video) kamera, Paul Gunadi menyebut tiga motif utama. Pertama, mereka belum menyadari konsekuensi perbuatan tersebut. Kedua, mereka terikat rasa setia kawan. Besar kemungkinan, ketika melakukan hal tersebut ada rasa bersalah – yang muncul seperti alarm dari nilai-nilai yang tertanam, namun karena kesetiakawanan, rasa bersalah tersebut menjadi pudar. Ketiga, mereka ingin membuktikan diri terhadap lingkungannya.

Dari sisi teologis, Saria Marantika mengatakan bahwa konsekuensi melakukan perilaku tidak sopan di depan kamera adalah dosa (lihat tulisan Dari Dalam Terpancar ke Luar). Tetapi konsekuensi lain yang tidak boleh dilupakan adalah semakin rapuhnya wadah yang disebut keluarga. Andreas menjelaskan bahwa anak-anak yang menonton atau bahkan menjadi pelaku perilaku tidak sopan tersebut, mengalami loncatan pemahaman mengenai seks tanpa melalui jalur-jalur yang seharusnya. Akibatnya, terjadi antiklimaks di dalam perkawinan saat perkawinan tersebut seharusnya baru mulai bertumbuh. Lalu segera muncul kebosanan, dan diakhiri dengan perceraian. Bayangkan jika keluarga-keluarga kristiani terus-menerus mengalami hal ini.

Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi? Caranya tidak lain adalah memprioritaskan komunikasi face to face antara anak dan orangtua, juga anak dengan masyarakat lainnya sehingga timbul kekuatan karakter. Melalui komunikasi face to face tersebut, nilai-nilai kristiani bisa ditransfer ke dalam diri anak seintensif mungkin.

NILAI-NILAI
Menurut Sandra Sembel seorang pengamat pendidikan, proses penanaman nilai-nilai memang berlangsung seumur hidup, namun masa paling kritis adalah lima tahun pertama. Inilah masa penanaman benih karakter pada anak. Selanjutnya adalah masa pengembangan dan pematangan. Ketika dewasa, ia berada dalam masa pemantapan karakter. Rumah (orangtua), gereja, sekolah (guru), dan masyarakat adalah kelompok-kelompok yang sanggup memberi nilai-nilai kepada seorang individu. Ketika seseorang sudah dewasa, nilai-nilai yang tertanam di bawah sadar akan bertindak sebagai alarm yang sangat efektif dalam berbagai situasi terutama dalam sebuah pengambilan keputusan. Namun kata Sandra, nilai-nilai ini tidaklah muncul begitu saja. Perlu ada investasi waktu, pembelajaran, dan tindakan sejak dini sehingga nilai-nilai bisa melekat dan membudaya.

Nilai-nilai yang tertanam sejak kecil bisa juga hilang atau terkontaminasi nilai negatif jika tidak dipelihara dengan dukungan orang-orang terdekat dan pimpinan Roh Kudus. Ada tiga cara agar nilai-nilai tersebut bertahan lama, yaitu memeliharanya dengan berpartisipasi dalam kegiatan positif, menghindari sumber-sumber pengaruh yang melemahkan nilai tersebut, dan terakhir, memperbaiki diri dengan nilai-nilai baru ketika jatuh dalam kesalahan.

Tetapi, bagaimana jika sudah terlanjur, apakah masih ada kesempatan? Paul Gunadi merangkum empat langkah untuk kembali menjadi manusia baru. Pertama, mohon ampun kepada Tuhan. Selalu tersedia pengampunan bagi mereka yang mau bertobat. Kedua, tetap jalani hidup. Nasi sudah menjadi bubur. Sewaktu-waktu foto atau video tersebut bisa muncul lagi seperti hantu masa lalu, bahkan ketika seseorang sudah bertobat. Akan tetapi tetap yakini bahwa pengampunan Tuhan itu sempurna. Ketiga, jangan mengulanginya lagi. Terakhir, terimalah kegagalan sebagai bagian integral dari kehidupan. Masa lalu sudah berlalu, yang hadir sekarang, dan patut disyukuri adalah masa kini.

Sumber: Majalah Bahana, Agustus 2010


Nama
Email
Komentar Anda *) Tekan "Shift+Enter" untuk turun 1 baris.
 8809
Masukkan code unik di atas

 
 
 
Most Wanted
Imelda Fransisca - Host Natal Vatikan
Menjadi ibu adalah kebanggaan yang dirasakan oleh mantan Miss Indonesia 2005, Imelda Fransisca (29). Apalagi ... Selengkapnya
Lebih Suka Jadi Atlet
Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Irwan Alexander Kartiko - Orangtua Asuh
Artis Irwan Alexander Kartiko merasa terbeban menolong anak-anak muda di Indonesia. Terlebih lagi ketika ia ... Selengkapnya
Iin Indriani - Rilis Single Hasratku
Penyanyi keroncong, Iin Indriani mengaku, menyanyi keroncong memang sulit. Karena dinilai sulit, banyak anak muda ... Selengkapnya
Astrid Ellena - Alami Mukjizat di Ajang Miss Indonesia 2011
Ellen terhenyak ketika terpilih sebagai Miss Indonesia. Mahkota yang diidam-idamkan para wanita Indonesia itu mendarat ... Selengkapnya
Astrid Tiar - Pesan Film dari Tuhan
Artis berdarah Batak, Astrid Tiar Panjaitan kini tengah sibuk main film. Tahun ini, ia akan ... Selengkapnya
Glenn Alinske - Investasi Saham
Artis berwajah oriental, Glenn Alinskie memilih menginvestasikan uangnya dalam bentuk saham. Hal itu dilakukannya sejak ... Selengkapnya
Nadine Chandrawinata - Jadi Produser Film
Nadine Chandrawinta baru saja memulai debutnya sebagai produser film. Film perdana yang diproduserinya adalah The ... Selengkapnya
Maria Selena - Si Tomboi yang Menjadi Putri
Walau dulu penampilannya begitu tomboi, Maria Selena sempat berpikir untuk mengikuti kontes kecantikan. Sayang, karena ... Selengkapnya
Ministry Music Center - Melayani Jual Beli Alat Musik
Mempertahankan eksesitensi suatu usaha, lebih sulit dibandingkan ketika merintisnya sendiri. Dengan keyakinan dan kegigihan, pasti ... Selengkapnya
Menghidupi Injil dalam Keanekaragaman
Ketika remaja, Geoff berencana untuk kuliah di universitas, lalu bekerja di perusahaan ayahnya. Tapi, Tuhan ... Selengkapnya
Utojo Sutjiutama - Sampaikan Kabar Sukacita dengan Sinema
Ketika industri film nasional lesu, bukan berarti mengurangi semangatnya untuk tetap berkarya di dunia sinematografi. Semangat ... Selengkapnya
Arend Stevanus Michiels - Optimis Bisa Lestarikan Musi Keroncong
Banyak anak muda Indonesia yang melupakan musik keroncong. Padahal musik keroncong berasal dari Tanah Air ... Selengkapnya
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari Raya Semua Orang Kudus selalu diperingati oleh gereja pada 1 November. Momen ini sekaligus ... Selengkapnya
Risma Oktavia Simbolon - Lestarikan Khazanah Bangsa
Tidak banyak generasi muda yang berminat melestarikan budaya bangsa. Kondisi tersebut rupanya mengusik penyanyi Rizma ... Selengkapnya
Meninggalkan Popularitas Melayani Komunitas
Keinginan menjadi penyanyi mulai dirintis Alvin Kurniawan saat ia duduk di bangku SMA. Dengan dukungan ... Selengkapnya
Ayah dan Pekerjaan Rumah Tangga
Sulitnya mencari pekerjaan dewasa ini berimbas pada perubahan peran pria dan wanita, termasuk dalam keluarga.Teman ... Selengkapnya
Natal yang Berkesan dan Penuh Arti
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang ... Selengkapnya
Natal yang Suram
Shalom Pak Eko di BAHANA, Mungkin email saya agak membingungkan, tapi harus saya katakan bahwa ... Selengkapnya
Membiasakan Anak dengan Utang
Pak Eko di BAHANA Saya ingin bertanya tapi mungkin pertanyaan saya agak aneh. Apakah salah ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat
Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
Mempertahankan Kekayaan
Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Tips Praktis Melejitkan Kinerja
Manusia bukan mesin yang dapat bekerja tanpa bantuan orang lain. Namun, sehebat-hebatnya mesin, kita mengenal ... Selengkapnya
Membagi Waktu dengan Anak
Seorang teman mempunyai bayi lagi. Anak pertamanya laki-laki, sebut saja Danny, sekarang berusia 26 bulan. ... Selengkapnya
Natal Sang Firman Turun ke Bumi
Natal bukanlah perayaan, lebih tepat disebut peringatan. Kita mengingat kasih-Nya yang besar. Dia meninggalkan surga, ... Selengkapnya
Wadah bagi Anggur Baru
Jangan pernah merasa gagal ataupun menyerah, karena jika Anda tidak pernah menyerah, Anda tidak akan ... Selengkapnya
Tuhan Menampung Air Mata Kita
Menangis adalah ekpresi jiwa. Inilah ekspresi mendasar yang melekat pada setiap manusia. Sikap bawaan manusia ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan
Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
Ada apa di Keluargaku?
Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
Aku Punya Sahabat
Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Manfaat Roh Kudus bagi Kita
Roh Kudus adalah oknum Allah Tri Tunggal yang sangat diperlukan orang percaya. Roh Kudus itu ... Selengkapnya
Daniel
Daniel dan ketiga sahabatnya termasuk tawanan yang dibuang ke Babel. Mereka berasal dari keturunan bangsawan ... Selengkapnya
Moses Binur (53) - Hidup Tak Seperti Dulu Lagi
Moses Binur sangat bersyukur. Ia bertemu Tuhan yang memberinya kehidupan baru. Dari kegelapan kepada terang. ... Selengkapnya
Debora Endah Yati (17) - Natal Tiba...
Setiap kali Kak Corlis Napitupulu datang ke kampungku di Indramayu, aku ikut mendengar cerita tentang ... Selengkapnya
Kisah Petani dari Temanggung
Santai, itu kesan pertama yang tertangkap dari sosok Muryanto (52), petani tembakau dari Temanggung. Sesekali ... Selengkapnya
Claradila Damayanti Putri - Kalau Aku Besar Nanti ...
Kulihat sebuah iklan di koran tentang arena bermain bernama Kidzania. Iklan itu menarik perhatianku. Iklan ... Selengkapnya
Berliana Renta Simangunsong - Pertolongan di Setiap Persimpangan Jalan
Kesulitan hidup mengajar Berliana Renta Simangunsong tak bosan berjuang. Berjalan berkilo-kilo meter, mendatangi rumah-rumah, mencari ... Selengkapnya
JOHN HARTMAN: Banyak Orang Berdoa untuk Kesembuhan Saya
Rev. John Hartman memulai pelayanannya di Placerville, California tahun 1976. Selain aktif dalam pelayanan lewat ... Selengkapnya
Enaknya Bau Ayam Goreng
Selamat datang di KFC! Dengan Sany, ada yang bisa dibantu?” Demikian sapaan selamat datang bagi ... Selengkapnya
KADIA - Terbaik untuk Andika
Kalau diserahkan, kami akan kehilangan anak kami untuk selama– lamanya. Gula darahnya sangat tinggi. Bisa ... Selengkapnya
Rezeki Mendadak
Bacaan: Matius 7:12-14 Apa yang akan Anda lakukan seandainya menemukan uang Rp 1 Miliar ketika ... Selengkapnya
Menyambut Pergantian Tahun
Bacaan: 2 Samuel 11:1-27Malam tahun baru adalah hal yang dinanti-nantikan oleh banyak orang dengan beragam ... Selengkapnya
Hadiah Terindah
Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
Posisi di Hadapan Tuhan
Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
Jangan Wariskan Utang
Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
Bertobat Secepat Mungkin
Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
Jangan Mau Dibohongi
Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
Pemimpin yang Melayani
Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
RUU Kerukunan Umat Beragama Harus Ditolak
Jakarta, BAHANA Rancangan Undang-Undang Kerukunan Umat beragama harus ditolak karena di dalamnya memuat berbagai hal ... Selengkapnya
Pelatihan Jurnalistik di Universitas Negeri Malang
Malang, BAHANA Tulisan punya dampak yang sangat besar dalam perjalanan sejarah dunia. Seandainya tidak ada ... Selengkapnya
Penahbisan Pendeta Diharapkan Optimalkan Pelayanan
Yogyakarta, BAHANA Berawal dari kerinduan jemaat memiliki dua pendeta, GKJ Wirobrajan, Yogyakarta, akhirnya menyelesaikan serangkaian ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur
Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Doa Bersama untuk Negeri
Bandung, BAHANASekitar 600 orang mengikuti doa dan puasa bersama di depan Istana presian di jalan ... Selengkapnya
Anak-Anak Panti Asuhan Cetak Prestasi
Jakarta, BAHANAMenurut Direktur Panti Asuhan (PA) St. Vincentius Putera, Pastor Daniel Dedie Kurniadi OFM, nama ... Selengkapnya
Album Kasih Setia Mu Teddy Andrew - Terpilih Untuk Dikasihi
Jakarta, BAHANA Impian merupakan suatu harapan yang diperjuangkan. Ketika impian Teddy Andrew membuat album menjadi ... Selengkapnya
Syafii Maarif, Konsisten Menyuarakan Kebenaran dan Keadilan
Jakarta, BAHANA “Sebagai anak bangsa sejatinya tetap konsisten untuk berteriak dan bertindak dalam menyuarakan kebenaran ... Selengkapnya
Karakter Sejati Murid Kristus
Pengarang : Brian ByrneFormat Buku : 14 x 21cmJumlah Hlm : xiii + 205Be my ... Selengkapnya
Bertumbuh dalam Kebenaran
Judul: Kebenaran yang MembebaskanPengarang : Johny TheFormat Buku: 14 x 21cmJumlah Halaman: viii + 152Ada ... Selengkapnya
Dipulihkan untuk Memulihkan
Judul: Healing MinistryPengarang : Chester dan Betsy kylstraFormat Buku : 16 x 24cmJumlah Hlm : ... Selengkapnya
Pola Pikir Melayani
Pengarang : Ev. Daniel Alexander Format Buku : 12 x 19cm Jumlah Hlm : viii ... Selengkapnya
Pengangkatan
Judul : Could The Rapture Happen Today?Tebal : VII + 199Penulis : Mark HitchcockFormat : ... Selengkapnya
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Pengarang : Pdt. Jonar T.H. Situmorang,M.A.Format Buku : 15 x 23cmJumlah Hlm : x + ... Selengkapnya
MENELANJANGI IBLIS
Pengarang : Pdt. Jekoi Silitonga Format Buku: 14 x 21Jumlah Hlm: xvi + 216 ... Selengkapnya
Renungan Akhir Zaman
Pengarang : Haryadi BaskoroFormat Buku : 14 x 21Jumlah Hlm : xiv + 370 Kedatangan Tuhan ... Selengkapnya
 

Semua Warta »

Warta Selengkapnya

Debora Endah Yati (17) - Natal Tiba...Ministry Music Center - Melayani Jual Beli Alat MusikPelatihan Jurnalistik di Universitas Negeri MalangTomboy, tapi Feminim
Sinar Pelangi, Sinar LaserHabis Natal, Kok Jadi Pusing?Natal Sang Firman Turun ke BumiGambar Iblis Ditemukan di Lukisan Giotto
Langsing dan CerahImelda Fransisca - Host Natal VatikanPenahbisan Pendeta Diharapkan Optimalkan PelayananHadiah Terindah
Fakta Unik di Sekitar NatalHayatilah Makna Natal yang SesungguhnyaNatal yang Berkesan dan Penuh ArtiMenghidupi Injil dalam Keanekaragaman
Yesus Dasar PertobatanDampak Kawin CampurUtojo Sutjiutama - Sampaikan Kabar Sukacita dengan SinemaWadah bagi Anggur Baru
NATAL, KOK BIKIN KESAL? Mencari Makna Natal yang HilangTuhan Menampung Air Mata KitaNatal yang SuramHidup dalam Kebenaran
Arend Stevanus Michiels - Optimis Bisa Lestarikan Musi KeroncongKuhidup dalam KemenanganLebih Suka Jadi AtletDoa Bersama untuk Negeri
Anak-Anak Panti Asuhan Cetak PrestasiKisah Petani dari TemanggungPosisi di Hadapan TuhanPerceraian Politik
Jangan Wariskan UtangSegala Sesuatu Ada BaiknyaPentingnya Lagu untuk AnakLagu Dewasa Bukan untuk Anak-anak!
Hari Raya Semua Orang KudusBertobat Secepat MungkinMembiasakan Anak dengan UtangRisma Oktavia Simbolon - Lestarikan Khazanah Bangsa
Ada apa di Keluargaku?Indonesia Siapa Punya? Cara orang-orang sederhana mencintai bangsanyaBerawal dari KeluargaSebungkus Mie Instan
Karakter Sejati Murid KristusTINA TOON WORK HARD, PLAY HARDClaradila Damayanti Putri - Kalau Aku Besar Nanti ...Hubungan Sesama Jenis
Irwan Alexander Kartiko - Orangtua AsuhSpirit Keberhasilan


Cari Arsip


Warta Kita
06 Desember 2011
Berlangganan Majalah Bahana bisa diskon 20%
...Selengkapnya

03 April 2009
Mohon bantuan tentang info jadwal ibadah dan misa
...Selengkapnya

20 Maret 2009
Saran browser untuk akses website eBahana.com
...Selengkapnya

Video

Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)

Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini»
*)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB)



Top Artikel



Polling
Rubrik Inspirasi mana yang paling Anda sukai dari majalah Bahana ?
  Jumpa Bintang
  Bincang Tokoh
  Hati Gembala
  Usaha Kita
  Inspirasi



SMS Renungan
>Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Pagi
Kirim ke:
TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363
Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG
dan kirim ke 5454 (Telkomsel)
Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN



Sabda Tuhan
:
http://sabdaweb.sabda.org
 
 




Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi |