08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jangan Lupakan Kaum LemahBy: rap | Renungan | 16 Agustus 2010, 09:43:08 | Dibaca: 589 kali Bacaan: Imamat 19:9-22 Firman Tuhan mengajar agar para orang kaya tidak melupakan hak orang miskin yang terkandung dalam kekayaan mereka. Tuhan menetapkan bahwa hak orang miskin sepenuhnya ada dalam setiap hasil usaha orang kaya. Ketetapan itu antara lain tercermin pada kisah Boaz dan Rut. Berdasar Kitab Taurat, ada ketetapan bahwa setiap kali pemilik ladang memanen hasil ladangnya, maka ia tidak diperkenankan menghabiskan sama sekali. Ia harus menyisakan hasil panen itu (dengan sengaja) yang diperuntukkan bagi para orang asing atau orang miskin yang membutuhkan makanan. Tuhan Yesus menekankan prinsip ini antara lain dengan mengatakan bahwa jika ada saudara yang membutuhkan makanan atau pakaian— dan kita memiliki untuk diberikan, maka kita tidak boleh menahan-nahan. Jika ini kita lakukan, kita telah berbuat dosa kepada Allah maupun orang itu. Prinsip yang diajarkan oleh Tuhan sejak zaman Perjajnjian Lama itu, kini makin memudar, bahkan pudar sama sekali. Bukan hanya hasil panen yang dihabiskan, remah-remahnya pun akan dibabat sama sekali. Buahnya adalah kesenjangan yang makin menganga antara si kaya dengan si miskin. Kecenderungan hidup yang makin individualistik, hingga manusia tega menelan sesamanya. Marilah kita berintrospeksi. Sebagai orang percaya, apakah kita masih memiliki bela rasa cukup kepada para orang lemah dengan langkah konkret? Apakah kita menyediakan pintu hati untuk rela berbagi dengan mereka, sesuai kemampuan yang ada? Kiranya Tuhan berkenan dengan yang kita lakukan! Sumber: Renungan Malam, Agustus 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||