Pdt. Sonang Pardede, S.Th - Menyesuaikan Diri dalam Pelayanan Baru
By: Zega | Inspirasi | 14 Agustus 2010, 09:29:24 | Dibaca: 989 kali
Di manapun kita berada, proses adalah realitas hidup yang harus dilalui. Termasuk dalam pelayanan. Pelayanan apa pun pasti ada tantangannya. Itulah yang dialami Pdt. Sonang Pardede, S.Th (41) dan Pdt. Henny M.Tarigan, S.PAK (40). Sebagai gembala baru perlu menyesuaikan diri dengan medan yang baru pula.
Sebenarnya, penggembalaan bukan hal baru bagi kami. Saya dan istri telah menggembalakan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) “Keluarga Allah” di Pematang Siantar—Sumatera Utara. Sejak Mei 1994 sampai Juli 2009 kami menggembalakan di sana.
Akan tetapi, pada Juli 2009, saya dihubungi oleh gembala sidang yang lama Pdt. Hudus Pardede, M.Div. Melalui istrinya, mereka mengatakan kamilah yang tepat untuk melanjutkan pelayanan di GSJA “Injil Sepenuh” Solo Utara ini. Kedua hamba Tuhan tersebut akan melayani di kota lain. Maka, mereka bertanggung jawab mencarikan pengganti. Masih ingat, saya minta diberi waktu 1-2 minggu untuk bergumul. Namun, mereka hanya memberi waktu dua hari saja untuk berdoa.
Terus terang kewalahan juga. Pasalnya, kami sebenarnya lebih suka melayani di Kota Medan atau Batam. Namun, setelah kami mempertimbangkan dan konfirmasi dengan keluarga, mereka pun oke. Dasar itulah yang memantapkan kami melangkah untuk melayani di Kota Solo ini. Akhirnya, tawaran pelayanan sebagai gembala sidang di GSJA Injil Sepenuh Solo Utara saya terima.
MELALUI PROSES Walaupun kami sudah menggembalakan, namun kami masih diproses. Ada hal-hal yang harus kami lalui. Badan Pengurus Daerah (BPD) GSJA masih terus memproses kami dalam pelayanan. Oleh anugerah Tuhan, pada 6 Februari 2010 lalu, kami ditahbiskan sebagai gembala sidang. Surat Keputusan (SK) penugasan sebenarnya telah turun pada 1 Februari 2010. Semua proses dan aturan kami taati selama orientasi berlangsung.
Dalam penggembalaan di tempat baru, tentu gaya kepemimpinan kami berbeda dengan gembala sebelumnya. Maklum, Pdt. Hudus lebih akademis, sementara kami lebih kepada hal-hal yang praktis. Lagi-lagi sebagai gembala yang baru kami dituntut dapat menyesuaikan diri. Lebih tepatnya, belajar menyesuaikan diri. Tentu, sebagai manusia biasa hal ini tidak mudah. Namun, kami mencoba belajar agar pelayanan berjalan dengan baik.
MENYATUKAN VISI Kalau ditanya, apa yang menjadi sasaran kami dalam waktu dekat? Bagi saya yang penting adalah menyamakan persepsi antara gembala, staf pastoral, dan pengurus gereja. Kami sangat menyadari menyamakan persepsi ini sangat diperlukan. Pastinya, saya dan istri adalah pribadi yang tak sama dengan gembala sebelumnya. Kami merindukan GSJA Injil Sepenuh Solo Utara ini dapat menjadi gereja yang misioner. Bagaimanakah hal itu dapat terwujud? Tentu, dimulai dengan menyamakan visi, misi, dan persepsi. Kalau itu yang terjadi, saya yakin dalam waktu tak terlalu lama kami mengalami lawatan Tuhan lebih lagi. Bukan berarti sekarang belum dilawat Tuhan. Namun, yang saya maksud adalah lawatan Tuhan yang lebih besar.
MEMBERDAYAKAN SDM Selain menyamakan visi, kini kami sedang mengejar pemberdayaan SDM dalam pelayanan. Untuk alasan itulah kami selenggarakan SPK (Saya Pengikut Kristus). Program ini kami adopsi untuk meningkatkan kemampuan dalam pelayanan. Pelatihan-pelatihan, doa-doa juga makin ditingkatkan. Seperti diyakini oleh Ibu Gembala, Pdt. Henny M. Tarigan, S.PAK bahwa lebih baik banyak berdoa daripada berkata-kata. Sebab, ketika kita berdiam diri, di situlah kita dapat melihat Tuhan bekerja. Bila kita mencoba dengan kekuatan sendiri, Tuhan justru undur dari kita. “Prinsip inilah yang saya dan istri pegang erat-erat dalam pelayanan,” tegas Pdt. Sonang menutup wawancara dengan Bahana.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)