08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Alam Memoles Flores - Lukisan Pagi di Kaki GunungBy: Anestasia Briliyanti | Inspirasi | 11 Agustus 2010, 09:16:00 | Dibaca: 1292 kali Selamat malam para penumpang kapal Sirimau. Saat ini Anda sudah sampai di Pelabuhan Larantuka. Begitu kira-kira seorang kru kapal mengumumkan. Spontan saya meloncat kegirangan. Perjalanan menuju Flores Timur kali ini saya lewati dengan kapal laut dari Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah. Tiga hari tiga malam, kapal besar Sirimau membawa saya bersama tiga ribu orang dengan rute perjalanan yang cukup mencengangkan. Waktu memang tak memburu perjalanan kami. Maka wajar jika perjalanan dengan kapal laut menjadi pilihan kami. Selain alasan ekonomis. Lagipula, saya belum pernah melakukan perjalanan dengan kapal ini. Kabupaten Flores Timur memiliki tiga kecamatan di tiga pulau terpisah, yaitu Larantuka sebagai ibu kota kabupaten, Adonara, dan Solor. Larantuka sebagai ibu kota kabupaten memiliki pelabuhan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Siang malam pelabuhan ini tidak pernah sepi dengan pedagang, awak kapal, dan ramainya masyarakat. Banyak kapal berlabuh di sini, termasuk kapal- kapal kecil antar pulau, kapal patroli laut, kapal barang, kapal ikan, dan Sirimau. Tidak lupa, bila ada event–event berskala internasional, kapal- kapal asing pun sering berlabuh di pelabuhan ini. Air lautnya masih sangat jernih, bahkan di dermaga pelabuhan. Sangat bening sampai kita bisa melihat dasar lautnya yang ternyata tidak terlalu dalam. Jangan heran jika kita menyeberang antar pulau, bisa melihat ikan terbang, dan melihat pusaran air yang dihindari oleh kapal-kapal. Pusaran air ini bisa membuat kapal berputar-putar, hanya di lokasi itu saja. Di Flores saya menginap di rumah teman saya, di atas bukit, tepat di bawah kaki Gunung Ile Mandiri. Ketika pagi tiba, saya terbangun dan menuju teras rumah. Lukisan alam membentang luas. Di seberang sana, di lautan nan indah, berderet pulau-pulau besar. Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Pulau Lembata. Banyak Ikan Paus di laut sekitar pulau ini. Tidak sabar, dengan hal-hal seru lainnya, bergegas saya mandi dan memulai petualangan mulai hari ini… Danau Asmara Sedikit perjuangan untuk menuju danau itu. Akses jalan kecil, sempit, berbatu-batu, terjal, dan berdebu. Tapi hal ini cukup terobati dengan pemandangan laut dan pantai di sepanjang perjalanan. Pantai biru, airnya sangat jernih. Di sisi kanan dan kiri sejauh mata memandang hanya birunya laut, juga deretan pulau- pulau di seberang lautan. Memakan Bolomu? Potensi Alam dan Kreativitas Lokal Meski demikian, mereka tidak mengonsumsinya. Penduduk beralasan, jika kacang mete ini dibakar untuk proses pengelupasan kulit luar, maka ayam-ayam peliharaan akan mati kalau menghirup asap atau uap dari kacang mete. Harga mentah dari kacang mete ini juga cukup membuat saya kaget, harga pada saat musim panen, rata- rata berkisar Rp.4.000 – Rp.10.000. Selain itu, Flores juga memiliki kain tradisional, yakni kwatek. Kain tenun tradisional ini terbuat dari kapas pilihan. Kain ini digunakan masyarakat asli daerah untuk acara-acara tradisi besar. Acara pernikahan, pesta adat, dan pesta panen. Bahan pewarna kain didapat dari akar tanaman tarum yang didapat di daerah perbukitan dan pegunungan, dengan keberagaman warna-warna mencolok seperti merah, oranye, kuning, dan cokelat. Dengan proses pembuatan yang cukup rumit, satu lembar kain tenun biasanya dihargai mulai harga Rp.500.000,- sampai jutaan rupiah. Selain untuk pesta-pesta rakyat, kain ini bisa dijadikan suvenir untuk teman dan kerabat. Banyak sekali kenangan di Flores. Betah saya di sana. Tapi pekerjaan menantiku di Pulau Jawa. Juga kapal itu. Yang akan membawaku melewati gelombang air. Sumber: Majalah Bahana, Agustus 2010 [Kembali] By: ani indri hapsari | 22 Agustus 2010 | 10:29:26 Saya jadi rindu dengan flores tahun 1998 saya bersama beberapa rekan pernah melayani di Leoleba, dr Larantuka masih masuk lagi. Walau jauh dari lampu kota tapi daerah ini sangat unik dan istimewa.... Alam dan hasil buminya luar biasa. GBU Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||