08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BAMS - Terinspirasi Sang AyahBy: Ret | Inspirasi | 07 Agustus 2010, 13:58:36 | Dibaca: 1103 kali “Gue serius ada di sini (pelayanan-red). Jujur di sini gue enggak nyari duit. Gue nyari kepuasan hati. Gue ingin bisa nyenengin orang lain. Ketika orang bisa tergerak mengikut Tuhan, kepuasan itu enggak terbayar.” Di saat kariernya tengah bersinar, rupanya terbersit kerinduan dalam diri Bams untuk melayani Tuhan. Kerinduannya pun terjawab, ia ditawari menjadi vokalis GMB. “Dari dulu gue sudah terpikir untuk pelayanan. Karena tawaran itu, akhirnya gue enggak jadi buat album rohani solo,” jelas pemilik nama lengkap Bambang Reguna Bukit. Tatkala ditawari menjadi vokalis GMB, pertimbangan rupiah rupanya jauh dari pikiran Bams. “Di pelayanan gue betul-betul nothing to lose. Gue enggak nyari duit dan ketenaran, karena ketenaran juga enggak ada gunanya,” imbuh pria kelahiran 16 Juni 1983 ini. Bams berharap apa yang dilakukannya bisa membantu orang-orang yang tengah butuh pencerahan. NASIHAT SANG AYAH Selain gara-gara nasihat Sang Ayah, rupanya Bams juga terinspirasi dari Ayahnya. “Di Gereja Bokap aktif melayani. Dia ikut vokal grup. Dia juga mendirikan LBH buat masyarakat yang teraniaya tetapi enggak mampu bayar. Masak gue yang cuma punya Band Samson enggak mau melayani,” ujar putera dari Pengacara Hotma Sitompoel ini. Bams menyimpan kekaguman terhadap Ayahnya. Meski sudah menjadi pengacara hebat, ia masih memiliki hati untuk melayani Tuhan dan orang lain. Sikap itulah yang kini ditirunya. Selagi mampu berkarya, ia ingin melayani Tuhan. Ia tidak ingin nantinya menyesal bila terlambat melayani Tuhan. “Bukannya gue menyombongkan diri. Gue ingin orang lain tertular semangat gue. Jangan nantinya telat melayani.” TIDAK MERUBAH DIRI Sebagai penyanyi sekuler, memungkinkan bagi Bams untuk harus manggung di klub. Namun, kesempatan itu tidak ia salah gunakan. Ia ingin menjadi terang di tempat itu. Caranya, ia menolak untuk minum-minuman keras, seks bebas, dan narkoba. Ia ingin menunjukkan kepada teman-temannya bahwa ia bisa bersih dari minum-minuman keras, seks bebas, dan narkoba. “Kalau gue bisa, berarti mereka juga bisa,” tandasnya. Kendati demikian, godaan untuk mencicipi alkohol, seks bebas, dan narkoba selalu datang. Selama ini Bams bisa menolak berbagai godaan tersebut. “Godaan apapun sebetulnya bisa kita taklukin. Sebab itu semua sebenarnya datang dari pikiran. Gue punya banyak temen yang jatuh dalam seks bebas, alkohol, dan drugs. Mereka nyesel banget sudah melakukan itu semua.” Bams belajar dari pengalaman teman-temannya yang jatuh dalam seks bebas dan narkoba. Ia tidak ingin hidupnya sama seperti teman-temannya. “Terlalu banyak yang harus dikorbankan. Konsekuensinya lebih berat ketimbang nikmatnya yang sesaat,” katanya. Bams melihat harga yang harus dibayar terlalu besar bila menuruti keinginan dosa seks, narkoba, dan alkohol. Karena itu, Bams lebih memilih melayani Tuhan dan menyenangkan orang lain, sebab kepuasannya tidak bisa terbayar dengan materi apapun. Sumber: Majalah Bahana, Agustus 2010 [Kembali] By: Safry biantong | 11 Agustus 2010 | 07:32:17 Makasih k' Bams..dengan kesaksiannya, saya semakin kuat menghadapi setiap godaan yg selalu menghapiriku. GBU By: Jonado | 15 Agustus 2010 | 08:23:18 Thaks Bams kesaksiannya sangat membangun hidup saya, meskipun saya tidak bisa hidup seperti Bams. tapi ada pelajaran yang sangat berharga yang saya dapatkan. klo boleh ijin sama Majalah Bahana saya kopiin kesaksian ini ya? saya pengen belajar dari pribadi Bams yang mampu menaklukkan dosa dengan berpikir bahwa Tuhan segala-galanya By: Moderator jangan kopi-paste... itu plagian namanya By: Tonny Simanjuntak | 22 Agustus 2010 | 07:53:37 Mudah-mudah cita-cita Bam terwujut Tuhan Yesus memberkati By: cristofel | 26 Agustus 2010 | 22:09:29 melyani Tuhan memang selagi kita masih mudah jangan sudah tua-tua baru mau.karena kekuatan yang Tuhan beri haruslah kita pake tuk kemuliaan namaNya. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||