08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menempatkan Rasa TakutBy: diy | Renungan | 29 Juli 2010, 08:33:13 | Dibaca: 382 kali Bacaan: 1 Samuel 17:34-39 Daud tahu kepada Siapa dirinya menaruh percaya sehingga berbagai keadaan yang dihadapi tak membuatnya kecut hati. Ia tidak takut saat menghadapi binatang buas, perampok maupun Goliat, manusia raksasa yang menjadi andalan bangsa Filistin. Namun berbeda halnya ketika ia berbuat dosa dan Tuhan menegurnya dengan keras. Daud merupakan contoh pribadi yang dengan tepat menempatkan rasa takutnya. Terhadap bahaya dari luar yang mengancam dan siap menghabisi dirinya sebagai orang percaya, sama sekali tak membuatnya takut. Sebaliknya ketika dirinya berbuat dosa ia dengan sungguh-sungguh menyesali dan membereskan di hadapan Tuhan. Ketika ia dibenci Saul dan hendak dibinasakan raja yang sedang dirasuk roh jahat, Daud hanya berusaha menghindar. Dua kali ia mendapat kesempatan unutk menghabisi Saul, namun dua kali pula ia membiarkan kesempatan itu. Hal ini membuat prajurit yang berpihak bertanya yang oleh Daud dijawab bahwa dirinya tak akan menghabisi orang yang diurapi Tuhan. Jadi, keengganannya membunuh Saul karena ia menghormati Tuhan. Kepekaan dan penempatan rasa takut yang benar, membuat Daud berhasil mencapai pemuliaan. Ia dipercaya menjadi Raja Israel yang memerintah dengan berbagai keberhasilan dalam menumpas bangsa yang menjadi musuh umat Allah. Zaman ini pun penempatan terhadap rasa takut secara benar, masih relevan. Marilah kita belajar dari raja besar ini dengan menempatkan rasa takut secara tepat agar melaluinya Tuhan pun makin mempercayai kita. Sumber: Renungan Pagi, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||