08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menangani Luka EmosiBy: ktn | Tips | 28 Juli 2010, 15:45:51 | Dibaca: 708 kali Sakit hati, kepedihan hati, atau secara umum dapat disebut sebagai emosi yang terluka, sangat mungkin dialami oleh setiap orang. Mengapa? Hal ini tak lain karena kondisi jiwa manusia yang rapuh dan mudah terluka. Namun, bukan berarti tak bisa dipulihkan kembali. Beberapa langkah berikut dapat Anda terapkan untuk melayani orang lain maupun mengalami pemulihan emosi secara pribadi. 1. Mencari akar masalahnya. Mintalah Roh Kudus untuk menyingkapkan akar masalah dari luka hati, baik lewat orang itu sendiri atau ketika Roh Kudus memberi kesan tertentu kepada Anda. Kesabaran Anda sangat diperlukan karena setiap orang memerlukan waktu untuk bercerita mengenai masalah emosional yang dialaminya, terutama bila masalahnya semakin berat dan menyakitkan baginya. 2. Mencabut akar masalah. Setelah akar masalah ditemukan, Anda harus segera mencabutnya dengan melakukan tiga hal berikut: pengakuan dan pertobatan, melepaskan pengampunan yang di dalamnya mencakup rekonsiliasi. Pengalaman hidup Yusuf di Kejadian 37-50 dapat menjadi bahan perenungan yang sangat baik. 3. Menghancurkan kekerasan hati. Reaksi atau respons yang salah ketika mengalami sakit hati dapat mengeraskan hati kita. Oleh karena itu, diperlukan hati yang terbuka, rela dikoreksi oleh Tuhan dan manusia, dan izinkan Roh Kudus menghancurkan segala bentuk kekerasan hati yang menolak datangnya pemulihan dari Allah. Selanjutnya, “si penderita” masalah emosional juga perlu menyerahkan semua kepedihan kepada Allah. Waspadalah, karena bisa jadi ada manifestasi roh-roh jahat ketika Anda melayani. Bila ini terjadi, gunakan otoritas nama Yesus untuk mengusir roh jahat tersebut. 4. Mengalami pemulihan total. Tahap terakhir untuk mengalami pemulihan total adalah dengan memberi asupan “gizi” rohani ke dalam area yang baru saja Anda layani. Berikan asupan penghiburan dan pengharapan ke dalam dirinya, berikan tujuan dan visi yang baru ke dalam dirinya, dan mintalah Allah memberikan ayat-ayat khusus yang langsung dapat diterapkan ke dalam keadaannya itu. Terakhir, bersiaplah untuk mendampingi sampai orang itu mengalami pemulihan sepenuhnya. *) Disadur dari: Healing Emotional Wounds/ Ruth Hawkey/ Penerbit ANDI Sumber: Renungan Malam, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||