08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Trifena Juli Purwaningsih: Pusing Pasca OperasiBy: Niken Maria Simarmata | Kesaksian | 28 Juli 2010, 15:40:09 | Dibaca: 1407 kali Aku kerap merasa perut bagian atas sakit menekan ulu hatiku. Mag, pikirku. Maka aku tak ragu-ragu membeli obat mag di warung. Sakitku berkurang setelah meminumnya. 1996 tak lama lulus aku dapat pekerjaan di sebuah laboratorium kesehatan. Oh, senangnya. Namun tak kusangka baru beberapa minggu menjalani training laborat di Jakarta sakit perutku kambuh. Ketika di chek, ternyata HB ku turun. Aku dipulangkan ke Solo. Menjalani transfusi darah. Kondisikupun membaik. Tapi aku kehilangan pekerjaan Dua tahun kemudian, aku mengalami hal yang sama. Perutku sakit bukan main. Karena tak tahan akupun ke rumah sakit. Menjalani transfusi darah tanpa penjelasan medis yang benar-benar jelas kumengerti. Kejadian itu berulang di tahun 2000 dan 2004. Setiap buang air besar selalu berdarah. Bahkan dalam setahun 2004-2005 bolak-balik enam kali ke rumah sakit dengan keluhan dan tindakan medis yang sama. HBku cuma 3 sedangkan normalnya 12. Karena membutuhkan darah cukup banyak untuk transfusi, aku juga mencari donor darah. Syukurlah saudara dan temanku yang punya golongan darah sama denganku, rela menjadi donor. Aku pernah membutuhkan hingga 8 orang pendonor. Puncak Kesakitan Gembala sidang gerejaku, bu Heny Gunawan dan suaminya, Pak Arif mengantarku dengan mobilnya. Aku ditemani mama yang gundah melihatku. “Bu Heny cepat…saya sudah nggak kuat,” kataku memohon. “Iya..ya Jul, sabar…berdoalah.” Mobil melaju menuju RS. Dr Oen. Karena saking sakitnya terpikir hari itu adalah hari terakhir untukku. Kuserahkan tubuh, jiwa dan roh pada Tuhan. Ampuni aku. Ampuni aku, ya Tuhan. Di sisi lain, aku juga mohon kesembuhan. Turunlah belas kasihan-Mu pada ku, ya Tuhan... Malam itu juga tim medis memeriksaku. Salah satunya adalah dokter ahli saluran pencernaan. Menurutnya kondisiku memang sudah berat. Diagnosa dokter, aku terkena tumor usus akut. Tiga kali suntikan tak mempan menahan rasa sakitku. Operasi tak dapat ditunda. Aku dibawa ke ruang yang sangat terang benderang, dipakaikan topi operasi. Tak lama kemudian, laaapppp. Aku tak sadar oleh obat bius total Aku menjalani operasi dari jam sebelas hingga jam dua dinihari . Dokter menunjukan pada mama usus yang akan dipotong. Pagi hari, jam sepuluh aku terbangun. Seluruh perutku penuh perban. Bergerak sedikit saja terasa perih. Namun leganya, sakit yang menyiksaku sirna. Puji Tuhan. Pertolongan Teman Setelah kuhitung – hitung, ternyata biaya rumah sakit besar juga. Banyak teman kantor, saudara, teman gereja datang menengokku memberi tanda kasih berupa uang. Tentu saja ini sangat membantu meringankan bebanku. Delapan hari aku tidak boleh makan dan minum, kebutuhan tubuhku mengandalkan infus. Hari ke sepuluh, aku bisa pulang. Nah, ini dia masalahnya. Biaya rumah sakit kurang lima belas juta rupiah. Dari mana? Pusssinggg…. Malam itu aku benar-benar tidak bisa tidur. Kepalaku nyut-nyutan, memutar otak, mencari jalan keluar, uang! Tuhan, tolonglah aku. Dan suatu hari , “Jul, pakai dulu uang ini. Gampang, nanti kalau kamu sudah punya uang dituker,” kata bu Choti sambil menyerahkan uang 15 juta. Dituker yang maksudnya adalah dikembalikan. Aku kaget, karena bu Choti teman satu partai rela dan tergerak meminjamkan uang agar aku bisa ‘keluar’ dari rumah sakit. Akupun tak menduga, pertolongan Tuhan datang kembali. Teman di kantor, pak Hari Rudianto memberikan uang lima juta. Uang itu sangat kubutuhkan membeli obat selama beberapa waktu pasca operasi. Kebaikan mereka adalah salah satu bukti kasih Tuhan. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||