08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Berlari Mencapai TujuanBy: Pdt. DR. M.D. Wakkary | Vitamin | 27 Juli 2010, 15:08:24 | Dibaca: 900 kali Tertatih-tatih Hagar melangkah. Ia tampak kelelahan. Bekal yang dimilikinya telah habis. Beberapa hari lalu, karena tidak tahan tekanan majikannya. Akhirnya, ia pergi. Lari. Tanpa tujuan. Di padang gurun, dekat suatu mata air, ia berjumpa dengan Malaikat TUHAN. Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.” (Kej. 16:8.) Hagar adalah budak Sarai, istri Abram. Waktu itu nama Sarai belum diganti menjadi Sarah. Nama Abraham masih Abram. Karena Sarai mandul, ia mengizinkan Abram mengambil Hagar menjadi gundiknya. Ketika Hagar mengandung, terjadi konflik antara Sarai dan Hagar. Sarai tersaingi sedangkan Hagar besar kepala karena akan memberikan anak kepada tuannya. Maka Sarai menindas Hagar. Akhirnya Hagar tidak tahan dan lari meninggalkan Sarai. Kemanakah engkau pergi? Kalau pertanyaan ini ditujukan kepada orang Kristen, mereka seharusnya dapat menjawab. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus mengatakan: “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” (1 Kor. 9:26). Berlari artinya mengerahkan segenap kekuatan. Begitu juga petinju yang tidak asal mukul. Apalagi memukul angin. Ini juga perlu dicamkan Majalah Bahana dalam Hut-nya yang ke-21. Bahana harus mampu menjelaskan ”dari mana dan mau kemana”. Terutama ”kemananya”. Tidak mungkin Bahana tak memiliki tujuan. Visi dan misi, juga niat luhur mendirikan Bahana merupakan nilai-nilai yang harus menyertai gerak langkah media ini. Akan tetapi, tidak hanya puas dengan itu. Pencapaian tujuan ”kemana” itu harus dengan strategi yang matang. Kepada jemaat di Filipi, Paulus menulis: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Flp. 3:13-14) Kita mau mencapai yang ada di depan. Jangan tangisi atau sesali kegagalan di masa lalu. Yang sudah berhasil capai yang lebih tinggi lagi. Yang belum berhasil ini waktunya untuk menerima keberhasilan. Karena saya yakin tujuan Bahana adalah memenuhi panggilan Kristus Yesus. Syukur, Tonggak dan Berencana Bersyukur merupakan kewajiban orang Kristen. Termasuk pengasuh Bahana. Mereka harus bersyukur dipercaya mengasuh media ini. Tidak semua orang dipanggil menggeluti bidang ini. Bersyukur juga diarahkan kepada hasil yang telah dicapai. Mendirikan tonggak. HUT merupakan waktu untuk merenung. Seperti di jalan ada tonggak yang menunjukkan jarak kilometer. Pada saat inilah Bahana melihat ke belakang dan menatap ke depan. Merencanakan masa depan. HUT juga merupakan momentum untuk menyusun program perencanaan yang meningkat dari tahun sebelumnya. Bentuk peningkatan ini harus dicari. Tantangan ke depan tentu ada. Terutama bermunculannya teknologi canggih. Namun, jangan khawatir. Meski media elektrik lebih canggih tidak lantas pembaca media cetak berkurang. Meski banyak iklan TV namun iklan cetak tidak turun. Karena itu gunakan momentum HUT untuk bergegas mencapai tujuan. Tujuan akhir adalah memuliakan nama Tuhan Yesus. *) Dihimpun dari wawancara dan khotbah oleh Robby Repi. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||