08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Untuk Kecerdasan Bangsa IniBy: Len | Hot News | 26 Juli 2010, 09:57:47 | Dibaca: 579 kali Dua dari tiga anaknya telah menjalani aktivasi. Sedangkan si sulung sudah menginjak usia tujuh belas. Sudah tak dianjurkan lagi. Stefanus Sugiono Sutedjo (45), salah seorang trainer aktivasi otak tengah, bersedia membagikan pengalamannya kepada Bahana. Ia bertemu Donny Satiya, pemegang lisensi Genius Mind Consultancy (GMC) Indonesia, beberapa tahun lalu di sebuah Man’s Camp. Tak dinyana, pertemuan tersebut berbuahkan kerja sama yang ditekuni Sutedjo setahun terakhir. Agustus 2009, Donny mengajak Sutedjo mengikuti sebuah training di Bandung. Training ini berupa latihan untuk mengaktivasi otak tengah anak-anak berusia 5-15 tahun. Seharian, mereka belajar tentang rahasia-rahasia sukses. “Rahasia sukses yang pertama adalah hati yang gembira. Selain itu, bersungguh-sungguh, tidak mudah putus asa, serta menghormati orangtua juga termasuk di dalamnya,” ujar Sutedjo. Tak lupa, senam otak pun dipelajari. Setelah kenyang dengan teorinya, lima belas orang trainer awal GMC ini juga diwajibkan mengikuti on job training. “Tidak boleh memimpin kelas dulu sebelum ikut dua kali di kelas aktivasi.” Kelas awal aktivasi otak tengah dimulai September 2009, tidak lama berselang pelatihan yang dijalani Sutedjo. Mereka memilih Bandung sebagai tempat pertama. Pro Kontra Jika berbicara mengenai persetujuan, para kenalan, yang telah menjadi rekan sebelum ia aktif sebagai trainer otak tengah memang tidak seluruhnya bersikap pro. “Ada juga yang kontra, tapi sejauh ini tidak ada yang terang-terangan menolak,” kilahnya. Bagaimana dengan keluarga? “Kebetulan istri saya punya karunia melayani sebagai guru. Jadi, menurut saya cocok jika kami ada di bidang ini saat ini,” ujarnya. Bukti dari teguhnya keyakinannya itu, kedua anaknya diizinkan untuk ikut aktivasi otak tengah pada training edisi pertama di Bandung. Disebut Berprospek Bagus “Melalui program ini, kita harapkan bisa ikut mencerdaskan generasi bangsa. Selain itu, ada perubahan karakter. Aktivasi otak tengah anak membuat anak yang tadinya egois bisa menjadi toleran karena otak kanan menjadi berkembang dengan otak kiri. Artinya kan, kekerasan di masyarakat akan menurun apabila ada generasi yang jenius dan bermoral baik,” paparnya. Orangtua-orangtua, tambah Sutedjo, saat ini sudah mulai percaya bahwa aktivasi otak tengah ini luar biasa sekali. Di setiap kota yang dikunjunginya, topik mengenai program yang santer terdengar akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan. Atas kepopulerannya memancing minat masyarakat, ada banyak orang yang memanfaatkan kesempatan. Oknum-oknum tersebut, sebut Sutedjo, “menyontek” cara-cara GMC dalam hal mengaktivasi otak tengah. Bagaimana caranya? “Mereka merekam cara aktivasinya kemudian menggunakan itu untuk mengaktivasi otak anak-anak. Padahal hasil rekaman tersebut tidak bagus bagi anak-anak yang mengikuti program itu. Ada bagian-bagian yang tidak sama dengan aslinya,” terang Sutedjo. Jemaat salah satu GBI di Bandung ini dengan tegas menyebut bahwa metode yang mereka lakukan hanya menggunakan senam otak dan musik khusus, bukan semacam hipnotis, jampi-jampi atau mantera. “Banyak orangtua yang takut mengikutkan anaknya karena hal itu,” tutupnya. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||