08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Aktivasi Otak Tengah Tak Ada Dasar IlmiahBy: Manati I. Zega/Daniel | Hot News | 23 Juli 2010, 09:29:42 | Dibaca: 5116 kali Aktivasi otak tengah (midbrain) makin marak. Beragam aksi spektakuler dipertontonkan. Katanya, midbrain yang telah diaktivasi menjadikan anak berusia 5-15 tahun jadi jenius. Benarkah demikian? Atau, ada faktor X yang perlu dicermati? Aktivasi otak tengah menjadi sebuah fenemena dalam dunia pendidikan. Fenomena ini mengundang keingintahuan, penasaran, sekaligus kegelisahan. Keingintahuan dipicu oleh testimoni para pelatih dan peserta. Konon ceritanya, setelah otak tengah diaktivasi, prestasi di sekolah melejit. Bahkan, sering pula dipertontonkan kemampuan tertentu. Misalnya: dapat membaca dengan mata tertutup (blindfold reading method). Dalam aksinya, anak yang telah diaktivasi tersebut dapat melakukan kegiatan tertentu pula. Sebutlah, bisa melewati penghalang dengan mata tertutup tanpa menabraknya. Bahkan dapat melihat isi suatu kotak tanpa membuka tutupnya. Masih banyak hal lain yang dapat mengundang decak kagum siapa pun. Kata para aktivisnya, ini adalah efek samping otak tengah yang telah diaktivasi. Selain blindfold reading method, ada pula yang dapat membaca dengan meraba (skin vission). Melalui skin vission ini, anak dapat membaca dengan mata tertutup hanya dengan meraba, terkadang membau, atau meletakkan barang tertentu di bawah hidung. Secara rasional, hal ini sukar dimengerti. Namun, para mentor selalu berdalih bahwa itu terjadi akibat otak tengah yang telah diaktivasi. Wow....keren! Hebat! Luar biasa! Namun, jangan berhenti di situ dulu. Ternyatatidak hanya senang. Kekhawatiran pun merebak. Apa pasal? Orangtua yang menggunakan logika sehat, menengarai ada faktor X di balik semua itu. Namun, lagi-lagi para aktivis selalu membantahnya. Tengoklah tulisan Hartono Sangkanparan dalam karyanya, Dahsyatnya Otak Tengah (Visimedia, 2010). Dalam tulisan itu, Hartono menyiratkan bahwa ada hal-hal yang sukar dilogika. Sukar dilogika ini bukan berarti suatu penipuan. MENGALIR SAMPAI JAUH Sejarah mutlak diperlukan. Melalui sejarah kita dapat menganalisa sesuatu. Saking pentingnya sejarah, maka ada nasihat yang mengatakan jangan melupakan sejarah. Aktivasi otak tengah pun punya sejarah. Setelah berdiskusi dengan hamba Tuhan keturunan Jepang, dr. Venny Pungus, SpKJ menjelaskan demikian. “Dahulu banyak orang China yang ke Jepang. Di sana mereka berjuang untuk hidup,” kata dokter Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta itu. Kemudian, karena tak mampu bertahan, mereka mengembangkan kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir yang menghasilkan sesuatu yang luar biasa. RESPONS Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita mengenal apakah otak tengah itu? Teori yang dibangun para aktivis midbrain mengatakan otak tengah adalah jembatan antara otak kanan dan otak kiri. Dalam tulisan-tulisan dan pelatihan selalu dikatakan demikian. Benarkah begitu? Rupanya, literatur kedokteran membantahnya. Lagi-lagi menurut dr. Venny, otak tengah berada di antara otak depan dan otak belakang. Sementara yang membagi dua otak kanan dan kiri namanya corpus callosum. Maka, dapatlah dipastikan, otak tengah tidak berfungsi menghubungkan otak kiri dan kanan seperti diajarkan selama ini. Menurut dr. Venny hal itu terjadi karena para aktivis bukanlah dokter yang memahami anatomi tubuh manusia. Karena itu, saran Pst. Ir. Timotius Arifin, DPM, membicarakan masalah otak serahkan ahlinya. Dicontohkan Gembala Senior GBI Rock Denpasar ini, kalau seseorang tubuhnya sakit, tanyalah kepada dokter, bukan kepada sarjana teknik atau ahli bahasa. Kalau demikian, bagaimana struktur otak tengah itu? Kepada Zega dan Luci dari Bahana, dr. Venny kembali menguraikan. Struktur otak tengah (midbrain) berisi antara lain corpora quadrigemina yang terdiri dari colliculus superior dan inferior. Fungsinya untuk visual dan auditori (pendengaran). Di samping itu, dalam midbrain sendiri terdapat jalur-jalur motorik untuk otot dan jalur-jalur sensori, untuk perabaan. Juga ada syaraf ketiga dan keempat untuk dilatasi (melebar/membesar, red) pupil dan mengatur gerakan bola mata. Midbrain juga berfungsi mengontrol respons kita. Ya, respons tatkala melihat/mendengar sesuatu. Perhatikanlah ini. Ketika pupil terkena cahaya, ia membesar atau mengecil. Lho, kok bisa? Hal ini terjadi karena fungsi syaraf yang ada di midbrain. Sekarang, kalau orang mengatakan melatih midbrain membuat anak jadi cerdas. Apa dasar ilmiahnya? Kalau dilatih seperti itu, kecerdasannya di mana? Pasalnya, fungsi midbrain bukan untuk kecerdasan. Fungsi memori ada di otak depan di sana ada sistem limbik, di situ pusat emosi dan memori. Misalkan, Anda mengingat sesuatu, fungsinya ada di otak depan. Bukan pada midbrain. Memang, saat aktivasi otak tengah, katanya anak-anak bisa punya kelebihan. Bisa melakukan ini dan itu. Kabarnya pula kalau terus dilatih, akan mempunyai kemampuan memprediksi. Bagaimana itu terjadi? “Bagi saya, ada faktor X yang dimanfaatkan,” urai jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu. Secara logika berdasarkan anatomi dan fungsi tubuh, jika midbrain diaktifkan untuk menjadikan jenius, jelas tidak logis. Dengan skin vision misalnya, seorang yang dilatih bisa membaca/melihat suatu tulisan, ini tidak nalar. Apa alasannya? Karena ketika Tuhan menciptakan, fungsi kulit adalah sebagai alat peraba. Bukan untuk yang lain-lain. Maka, bila dalam midbrain terjadi hal di atas, diduga ada trik khusus. ALAT UKUR HARUS JELAS Setelah mengikuti pelatihan aktivasi otak tengah, seorang anak dapat mengurutkan kartu remi sesuai angka, warna dan bentuk kartu dengan mata tertutup. So what gitu lho? Apakah Anda ingin anak Anda main kartu dengan mata tertutup? Apakah Anda ingin ia dapat membaca jawaban di buku ketika sedang ulangan? Atau, Anda rindu anak bertumbuh dan berkembang normal serta cerdas sesuai kemampuannya? Tidak ada kurikulum pelajaran dan tidak ada pekerjaan yang mensyaratkan seseorang harus bisa melihat sesuatu secara tembus pandang. “Ini kiranya menjadi bahan pertimbangan kita,” pinta jebolan kedokteran spesialis kesehatan jiwa Universitas Indonesia (UI) itu. TAK ADA JALUR INSTAN Secara kuantitatif, orang yang dikategorikan jenius punya IQ (Intelligence Quotient) di atas 130. Namun, definisi ini pun dipertanyakan. Mengapa? Karena penskoran IQ lebih banyak menggunakan metode tes bidang logika. Padahal, kecerdasan bukan hanya masalah logika matematika. Namun, bisa juga kecerdasan dalam bidang lain. Albert Einstein jenius dalam fisika, namun tidak dalam bidang lain, misalnya seni. Aktivasi midbrain kerap dikaitkan dengan proses belajar mengajar. Disebutkan anak punya konsentrasi tinggi. Benarkah demikian? Bagi Dr. Bob, proses belajar mengajar membutuhkan situasi yang kondusif terhadap emosi, yaitu limbic brain (otak limbik). Kemudian dalam metode belajar (how to learn), kita libatkan kedua belahan otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Ini bukan aktivasi otak tengah yang seperti menyalakan listrik dengan saklar. Optimalisasi penggunaan otak dengan menyeimbangkan otak kiri dan kanan dapat dilakukan bila telah mengetahui kekhasan fungsi keduanya. Ditambahkan oleh Rektor Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) Bandung ini, belahan otak kiri punya fungsi tersendiri. Fungsinya meliputi berpikir: analisis, logika, urutan, detail, angka/tulisan, kata-kata, dll. Sementara belahan otak kanan meliputi fungsi berpikir: kreatif/imajinatif, emosi/perasaan, acak, menyeluruh, gambar, irama/musik, dll. Contoh penggunaan kedua belahan otak itu secara bersamaan adalah ketika seorang ibu mengajarkan nama-nama hari kepada anaknya. Sang ibu tidak hanya menyebut Senin, Selasa, …, Minggu secara datar dengan kata-kata (otak kiri saja) namun sekaligus menyanyikannya dengan irama (otak kanan). Akibatnya, kedua belahan otak digunakan seimbang. Hasilnya, proses belajar menjadi lebih mudah. Berdasarkan pengalaman sebagai pembicara seminar mengoptimalkan kinerja otak, Dr. Bob mengurai metode lain. Metode lain misalnya, metode asosiasi yang membuat visualisasi (otak kanan) terhadap pelajaran yang akan diingat atau belajar dengan menggunakan mind map. Kiranya jangan terkecoh dengan midbrain yang disamarkan sebagai jambatan penghubung antara otak kiri dan otak kanan. Aktivasi otak tengah tidak ada hubungannya dengan proses mengajar. Mohon dipahami. Pembelajaran (kecerdasan) bukan hanya melibatkan bagian otak tertentu saja. Pembelajaran sejati melibatkan sebagian besar otak. “Istilah aktivasi otak tengah, boleh dikatakan menyesatkan makna,” cetus Dirut Bimbingan Belajar Ganesha Operation tersebut. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] By: hai hai | 02 Agustus 2010 | 03:09:46 BLINFOLD READING adalah SULAP TANPA TRIK. Semua orang bermata normal bisa melakukannya tanpa perlu AKTIVASI otak tengah apalagi kekuatan GAIB. Tutup kedua mata dengan telapak tangan anda. Apa yang terjadi? Anda BISA melihat dari bagian BAWAH telapak tangan. Turunkan telapak tangan anda hingga ujung hidung.Apa yang terjadi? Anda TETAP BISA melihat dari bagian BAWAH telapak tangan. itulah yang TERJADI ketika anda MENUTUP mata dengan KAIN, LAKBAN bahkan TOPENG BESI; Anda SELALU bisa MELIHAT dari bagian bawah PENUTUP mata. ITulah yang disebut BLINDFOLD READINg, melihat dari bagian BAWAH penutup mata, BUKAN melihat dengan gelombang OTAK TENGAH apalagi dengan kekutan GAIB. By: edith edlyn | 18 Agustus 2010 | 21:45:30 tolong bantuan saudara2 semua di forum2 ini...biar bs membuka mata saudara2 kita dr pembodohan masal.. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4804278&page=122 http://www.facebook.com/pages/Menggugat-GMC-Genius-Mind-Consultancy-Indonesia/136540899711671 bantuan dan dukunga dr pr ahli yg kami butuhkan unt menguak kebenaran....
By: mamet | 19 Agustus 2010 | 11:35:17 manusia itu berusaha dan terus berusaha, penemu teori bumi itu bulat dulu juga hampir mati dibunuh rekan sesama pelaut saat mengarungi lautan, ketika datang dan menyaksikan rahasia aktivasi otak tengah bagaimana prosenya mungkin mereka yang hanya memandang dari luar baru percaya dengan aktivai otak tengah. Selama ini memamng dari para aktivator tidak mengupas lebih dalam tentang pross aktivasi karena itu merupakan rahasia dari lembaga penyelenggara. yang jelas percaya nggak percaya proses aktivasi otak tengah tidak saja sia sia karena kana da perubahan yang positif. Terkait dengan penelitian silahkan bagi para peneliti yang mengaku sering meneliti secaa ilmiah bia bergabung ke lembaga kami jika ingin melakukan penlitian ilmiah terkait proses aktivasi, Namun sebelumnya tentunya harus melalui tanda tangan perjanjian dengan lembaga kami karena para peneliti otomatis akan mengetahui detail proses dari lembga kami. salam kunjungi www.ybaindonesia.wordpress.com By: irfan | 07 Oktober 2010 | 01:53:41 Adakah diantara para Alumni yang telah mengikuti Pelatihan BFR GMC ini bisa mengingat lebih cepat ato membaca lebih cepat ato menghitung lebih cepat... , kalo yang namanya hanya bisa melihat dengan mata tertutupmah itumah bukan kejeniusan sejati dong.... kejeniusan sejati mah apabila seorang anak bisa mengingat dengan cepat... membaca dan memahami dengan cepat ...dan berhitung ato bermatematika dengan cepat..... dan sejenisnya....: kalo hanya sekedar hanya bisa melihat dengan mata tertutup tapi anaknya masih tidak bisa bagus belajarnya mah... UNTUK APA.... , Jujur saja saya memang masih menguasai cara Mengingat cepat hasil pelatihan di PENA EMAS dahulu tapi untuk soal berhitung cepat dan membaca cepat saya tidak menguasai......... dan bagi Anda yang penasaran dengan metode menghapal cepat yang saya pelajari... Bisa saya demonstrasikan langsung di hadapan Anda....kalo mau.....[metode yang saya pelajari adalah metode mnemonic "mungkin Anda pernah ingat ada film Jhonny Mnemonic" kurang lebihnya seperti di film2 itulah gambarannya tapi gak mirip2 amat... Metode mnemonic adalah metode menghapal dengan mengasosiakan suatu hal dengan sesuatu hal yang menarik/konyol/aneh/jijik/dsb. jadi pada intinya metode mnemonic itu adalah cara menghapal dengan melibatkan seluruh indra tubuh kita dan juga dengan melibatkan perasaan serta imajinasi kita.... (pelatihan seperti ini baru masuk akal bagi saya)... tapi tentunya ada cara dan teknik untuk melatih metode ini...yaitu anak lebih diarahkan untuk lebih bisa merasakan seluruh indra dan menggunakan perasaan serta mengembangkan imajinasi....ketika menghapal suatu benda.... dan metode ini menurut saya adalah hal yang mudah untuk dipelajari semua orang......bahkan saya pun bisa menguasai tehnik berpikir cepat ini ... Andapun bisa seperti itu...... dan saya belajar tehnik ini bukan ketika usia saya 5 ato 15 taun.... tetapi saya mempelajari pelatihan ini pada saat saya berusia 24 taun... dan menurut saya metode ini bisa dipelajari oleh usia berapapun dan oleh siapapun sepanjang dia sudah bisa berimajinasi dan belum pikun.... itu saja peraturannyamah... hehe...... Ayo... Reply yah... Ada yang mo menguasai metode ini? bisa sih saya bagi ilmunya.... By: bayu | 01 Januari 2011 | 18:00:06 masya allah saya sebagai mahasiswa psikologi sangat terpukau dengan pembahasan yang satu ini.karena saya juga bukan pihak yang senang apabila sesuatu yang tidak ilmiah masuk dan mencemari budaya ilmiah yang ada di indonesia pada khususnya. memang masyarakat harus diberi pemahaman pada sesuatu yang nyleneh secara keilmuan ini..... aktivasi otak tengah adalah hal yang mustahil By: otak manusia itu terbatas | 17 Maret 2011 | 04:10:12 Aq ga setuju dengan penulisan2 sebelumnya. Tidak semua hal, bisa ditelusuri dg kapasitas logika manusia untuk menyingkap semua hal yang Tuhan ciptakan. Aq salah satu orang Indonesia yang berpikiran terbuka terhadap kemungkinan fungsi otak tengah. Aq bukan orang yg mudah terpengaruh, orang bilang ini, semua ikut ini, orang bilang itu, semua ikut itu, seperti orang yg tidak punya nilai diri yang tegas, justru aq yang akan mempengaruhi orang-orang dg analisa ku sendiri yg benar. Menggapi komentar Bayu dan pendapat sejenis: Bagaimana Indonesia mau maju, jika selalu menutup segala kemungkinan yg lainnya yg sebenarnya memiliki nilai positif tapi dianggap buruk. Jangan langsung menilai buruk, tanpa menganalisa kejelasan yg pasti secara keseluruhan. Itu bukan sikap yang kritis.. Seperti orang yang dapat melihat hantu, sementara yg lain tidak dapat melihat hantu, sampai saat ini belum bisa dijelaskan secara ilmiah secara akurat, hanya sebatas teori dugaan saja dari orang yg merasa dirinya sok pintar. contoh lain seperti ilmu mengeluarkan roh dari Tubuh, efek plasebo, telepati, meramal, kehebatan dari keberadaan anak-anak Indigo yang jumlahnya hanya beberapa persen saja, mukzizat kesembuhan yg benar terjadi dianggap bualan oleh sekelompok orang, kedatangan UFO di Indonesia yg memiliki ciri yang sama seperti yg pernah terjadi di Amerika dulu dianggap rekayasa oleh orang yg sok pintar. tidak heran Tuhan justru lebih senang memilih orang-orang yg memiliki latar belakang yg bodoh daripada yg pintar yg justru memimpin dunia, semua teknelogi yg kalian pake saat ini justru berada karena orang yg memiliki latar belakang yg bodoh melihat semua kemungkinan yg ada dan tidak langsung menghakimi buruk seperti yang dilakukan banyak orang, karena yg dianggap buruk banyak orang, belum tentu buruk justru itu bisa menjadi yg terbaik, yg kedua orang yg memiliki latar belakang yg bodoh memiliki sifat yg sama keras kepalanya dengan orang yg merasa dirinya sok pintar sehingga orang yg merasa dirinya sok pintar bisa ditaklukan dg orang yg memiliki latar belakang yg bodoh. sadar atau tidak semua teknelogi yang kalian pake saat ini, justru hampir semua diciptakan oleh orang yg memiliki latar belakang yg bodoh, yg dulunya dianggap tidak masuk akal, aneh, konyol, tidak mungkin dan berbagai macam pandangan buruk lainnya, seperti lampu yg diteliti ratusan kali oleh Alva Edison, yg dulu dianggap remeh, tidak ada gunanya dan mustahil oleh orang-orang sekitar. Aku sangat memuji orang yg bisa menemukan fungsi dari keberadaan orak tengah. Tepuk tangan pemirsa kepada orang yg semestinya mendapatkan tepuk tangan.. http://psychology.about.com/od/biopsychology/ss/brainstructure_4.htm mengenai tidak adanya jalur instan, apakah musik klasik yg didengarkan saat ibu mengandung untuk meningkatkan kecerdasan bayi, termasuk jalur yg seperti apa? apakah teknelogi brainwave yg dijual di pasaran untuk meningkatkan kecerdasan dengan cara kerja mengaktifkan bagian otak tertentu seperti otak kiri atau kanan dengan gelombang frekuensi tertentu, termasuk jalur yg seperti apa? singkat saja, sebenarnya masih terlalu banyak yg perlu aku bahas mengenai pendapat ini.. By: anto | 06 September 2011 | 07:26:56 tapi kalo emang benar ada itu gimana gan? Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||