06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
K u s t aBy: ryu | Bible World | 22 Juli 2010, 11:50:02 | Dibaca: 892 kali Kusta adalah salah satu penyakit yang telah dikenal manusia sejak zaman kuno, terutama di daerah Afrika dan Asia Tengah. Penelitian para pakar modern menunjukkan bahwa penderita kusta telah ada sejak tahun 600 SM, tetapi data dari Alkitab menunjuk pada rentang waktu yang lebih panjang. Alkitab pertama kali menyebut mengenai penyakit ini secara langsung pada Keluaran 4:6. Inilah penyakit yang ditakuti orang pada masa kuno. Penelitian yang dilakukan oleh GH Armauer Hansen pada 1873 menunjukkan bahwa kusta disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae. Kuman ini pertama kali menyerang saraf tepi, yang selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang dan juga testis, kecuali susunan saraf pusat. Gejala awal penyakit kusta yaitu ditandai adanya bercak putih seperti panu atau bercak merah seperti kadas pada kulit yang tidak gatal (Im. 13:2), tidak mengeluarkan keringat, tidak ditumbuhi bulu, dan mati rasa atau kurang rasa bila disentuh. Kusta yang merupakan penyakit menahun ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Imamat 14 menerangkan panjang lebar tentang apa yang harus dilakukan para dan terhadap penderita kusta. Salah satunya dengan mengasingkan mereka selama kurun waktu tertentu. Kitab 2 Raja-raja 7:3 menerangkan adanya empat penderita kusta yang diasingkan di luar pintu gerbang kota. Pengisolasian terhadap penderita kuta memang sesuatu yang populer pada zaman dahulu. Di film klasik Benhur, digambarkan adanya sebuah lembah yang dikhususkan bagi para penderita kusta. Tindakan pengasingan ini sangat beralasan, karena meski kusta tidak mudah menular tetapi penularan tetap dapat terjadi jika seseorang terlalu lama kontak dengan penderita. Penderita kusta kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang kurang atau belum memahami arti penting dari kebersihan lingkungan. Meski demikian, faktor genetik juga turut menjadi salah satu penyebabnya. Namun seiring perkembangan zaman, para penderita kusta dapat diobati. Dari hal ini kita diingatkan satu pelajaran penting, yaitu untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Sumber: Renungan Siang, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||