08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tuhan Selalu Punya Cara untuk Membawaku Kembali Pada-NyaBy: evolia | Kesaksian | 20 Juli 2010, 08:25:10 | Dibaca: 1356 kali Saya tahu, seharusnya saya menulis kisah ini sejak lama. Akan tetapi, saya juga sadar, saya telah menundanya sekian lama dengan alasan-alasan yang sebenarnya hanya merupakan pengalihan dan pembetulan dari rasa malas saya. Selama saya menundanya, begitu banyak kejadian yang pada akhirnya mendorong saya kembali teringat akan janji saya untuk menuliskan kisah ini. Sebab saya percaya, tidak ada kata terlambat selagi ada kesempatan. Oleh karena itu, saya memulai kembali kisah saya ini bertahun-tahun ke belakang untuk memenuhi janji saya kepada Tuhan. Waktu itu umurku baru sembilan belas tahun. Ketika pertama kali aku memutuskan untuk melayani Tuhan melalui sebuah persekutuan doa, aku begitu menggebu-gebu, karena aku merasakan cinta luar biasa kepada Tuhan. Aku mau membalas cintanya dengan melayani-Nya. Kehidupan rohaniku pun berjalan sangat baik. Hubungan intim dan intens aku jalin bersama Tuhan. Dalam pelayanan, aku bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi kekasihku. Kami sama-sama melayani. Dari hari ke hari aku merasa pelayananku semakin baik. Tanpa aku sadari kesombongan sudah mulai ada dalam diriku. Di sinilah awal celah dosa itu masuk. Saat aku mulai semakin dekat dengan kekasihku, kami pun mulai lupa diri. Kami melakukan perbuatan yang seharusnya hanya dilakukan oleh sepasang suami istri. Anehnya walau kami berdua sadar hal itu adalah dosa besar, kami berdua tidak dapat menhentikkannya. Bahkan tanpa sadar aku mulai menikmatinya. Entah mengapa, seperti candu, sebesar apapun keinginan aku untuk berhenti, sebesar itu pula keinginan untuk mencobanya lagi. Hal yang lebih memalukan lagi, aku tetap terjun di pelayanan. Aku sadar, Tuhan pasti sangat sakit dengan perbuatanku. Setiap kali dalam doaku, aku memohon ampun, tapi dengan mudahnya pula aku mengingkari janji pertobatanku lagi. Lama kelamaan aku pun terbiasa dengan perilaku terlarang itu. Lama kelamaan kehidupan pelayananku pun semakin kering, dan aku pun tidak dapat merasakan lagi kuasa Allah bekerja dalam pelayananku. Aku sadar itu semua adalah kesalahanku. Tidak lama kemudian, aku putus dengan kekasihku dan menjalin hubungan dengan pria lain. Ternyata aku kembali terjebak pada hubungan terlarang dengan kekasihku yang baru. Bahkan bisa dibilang bertambah parah. Karena pada saat itu aku sudah tidak lagi terlibat dalam pelayanan. Kehidupan rohani pribadi sudah benar-benar kacau. Aku benar-benar sudah bertolak dari Tuhan. Walau saat melakukan dosa aku sadar sepenuhnya bahwa hal tersebut dosa, tetapi sekali lagi aku tidak dapat meghentikannya. Sampai kekasihku meninggalkanku. Aku benar-benar hancur. Tetapi sungguh Tuhan itu baik, walau aku telah berlari sangat jauh dari dirinya, Dia ternyata tidak pernah sekalipun meninggalkanku. Saat aku hancur, Dia mengirim malaikatNya padaku. Seorang sahabat, di mana aku bisa bercerita segalanya tentang kehidupanku. Dia menerimaku apa adanya. Sejak itulah masa-masa pemulihanku dimulai. Aku bersyukur, Yesus tidak pernah berubah dan tidak pernah menolakku. Bahkan Dia tidak mengurangi sedikitpun cinta-Nya kepada ku. Aku pun kembali. Pada aat itu, aku baru merasakan ketakutan akan resiko dari kesalahanku di masa lalu. Aku mulai dihantui ketakutan terjangkit HIV. Dalam ketakutanku, aku berdoa dan memohon kepada Tuhan, agar aku dihindarkan dari virus tersebut. Aku pun memebranikan diri untuk mengikuti test HIV. Sebelumnya aku berdoa dan bernazar kepada Tuhan, bila hasilnya negatif aku akan mensharingkan pengalamanku ini. Dan inilah yang saat ini aku lakukan. Hasilnya negatif, dan aku sungguh bersyukur kepada Tuhan. Sekali lagi aku bersyukur, dan memohon ampun kepada Tuhan, dan aku berjanji untuk tidak lagi berbuat hal yang memalukan tersebut. Inilah kisahku. Aku juga memohon ampun pada-Mu Tuhan, kalau baru hari ini akhirnya aku memenuhi nazarku. Terima kasih karena masih memberiku kesempatan. Saat ini aku sudah menikah, dengan malaikat yang Tuhan kirimkan kepadaku. Dia seorang yang takut akan Tuhan, dan dia banyak mengajarkan kepadaku arti takut akan Tuhan yang sesungguhnya. Bukan seberapa sering kita berdoa atau membaca firman, atau seberapa hebat pelayan kita. Akan tetapi, takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat yang akan menuntun kita agar tetap menjadi umat-Nya yang setia, bahkan setia sampai akhir. THANK YOU JESUS ... Tuhan memberkati ... [Kembali] By: evolia | 20 Juli 2010 | 15:13:47 Bila gunung di hadapanku / tak jua berpindah / Kau berikanku kekuatan / untuk mendakinya / Kulakukan yang terbaikku / Kau yang selebihnya / Tuhan selalu punya cara / Membuatku menang pada akhirnya. By: lucy | 25 Juli 2010 | 17:52:51 Syalom Evolia, aq tertarik dgn kesaksianmu dan aq ingin tw lbh banyak ttg km, aq bs hub km lwt apa y? tol hub aq d email : lucynainggolan@yahoo.co.id big thx, gbu By: Regina Justicya | 28 Juli 2010 | 11:46:54 saya nangis baca kesaksian ini.. TUHAN YESUS LUAR BIASA ! By: Evolia | 02 Agustus 2010 | 14:35:20 Thank you all. Senang bisa memberkati melalui kesaksian ini. GOD IS GOOD ALL THE TIME!!!!!! By: claudia | 24 Juni 2011 | 13:49:35 yaaah...yesus sungguh baik..tp knpa Dia mengambiL orang yang amat aku cintai dan kami sudah berpacaran serius 5th...aku masih tdk mngerti n tdk mmpu mnerimanya...mohon saran,apa yang harus saya lakukan?saya sudah kegreja,berdoa stiap saat,namun air mata n rsa sakit ini ttp ada....
Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||