08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Semua Karena AnugerahBy: Pdt. Henoch Edi Haryanto, M.Th. | Vitamin | 13 Juli 2010, 13:44:25 | Dibaca: 1184 kali Dalam kesempatan HUT Bahana ke-21 ini, saya mengajak kita merenungkan nasihat Rasul Paulus. ”Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku” (1 Korintus 15:10). 1. KITA ADA KARENA ANUGERAH-NYA Kematian dan kebangkitan-Nya membuat kita mengalami pendamaian dengan Allah. Kita dilepaskan dari kuasa dosa dan murka Allah. Juga, memberikan pembaruan dalam segala segi kehidupan. Namun, banyak orang yang meragukan kebenaran Injil. Hal itu sudah terjadi sejak zaman Paulus. Paulus sebenarnya tak pernah berjumpa Yesus sewaktu Yesus hidup. Namun, ia bersemangat menyampaikan berita tersebut kepada orang-orang yang tak pernah dikenal dan bahkan pernah dimusuhinya. Semuanya itu dilakukan karena ia mengalami sesuatu dari Yesus (Kis.9:1-31). Keselamatan yang kita peroleh adalah kasih karunia Allah. Menyadari bahwa semua yang kita peroleh itu adalah berkat kasih karunia Allah, akan membuat kita tidak lupa diri atau sombong (bd. 1 Kor.15:9; Roma 7:19-25). Tanpa Yesus, kehidupan agama tak berarti dan tak berguna. Kebinasaan dan penghukuman kekal menjadi bagian kita. 2. ANUGERAH ALLAH MEMBERI TANGGUNG JAWAB Paulus mengatakan bahwa anugerah Tuhan yang diberikan kepadanya tidak sia-sia, itulah sebabnya ia bersedia untuk bekerja keras. Sebagai respons atas anugerah Tuhan, Paulus giat melayani di ladang-Nya. Begitu banyak tantangan dan ancaman yang dapat membuatnya kecewa atau berhenti melayani (bd. 2 Kor.11:23-29; 4:7-12). Juga begitu banyak alasan bagi seseorang untuk melayani Tuhan. Namun, jika semua pelayanan yang dilakukannya tanpa ada kesadaran karena anugerah-Nya, maka akan mendatangkan konsekuensi yang tak baik bagi pelayanannya. Melayani bukan karena kita layak tetapi karena Allah bermurah hati untuk melibatkan kita. Setiap tugas pelayanan yang diberikan, kita terima dengan rasa syukur dan penuh tanggung jawab (bd. 2 Kor.4:1,16-18). 3. ANUGERAH ALLAH MEMOTIVASI KITA UNTUK MEMULIAKAN TUHAN Bagi Paulus hanya satu, bagaimana supaya Tuhan dimuliakan melalui hidupnya. Kemuliaan bagi Tuhan, satu pemikiran yang unik di dalam kekristenan. Pemahaman keyakinan lain lebih kepada ”merasa takut kepada Tuhan,” karena ilah mereka memberikan unsur kontrol kepada kepribadian. Namun, kekristenan tak demikian. Yesaya mengatakan, “Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku.” (Yesaya 43:7). Sebab itu, di dalam diri manusia, kita melihat peta dan teladan Tuhan, yaitu pancaran kemuliaan Tuhan yang mewakili sang Pencipta. Alkitab menulis, “Allah memahkotai manusia dengan kemuliaan dan kehormatan.” Manusia bermartabat berbeda dengan makhluk-makhluk lain. Perbedaannya adalah manusia mempunyai kehormatan dan kemuliaan sebagai mahkota. Mahkota ini berasal dari Tuhan. Itu sebabnya, Tuhan adalah sumber kehormatan, sumber penghargaan, dan sumber kemuliaan. Yesus Kristus berkata, “Kemuliaan yang Kuterima, bukan dari manusia, melainkan dari Allah saja.”. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] By: hery junaedi | 22 Juli 2010 | 05:52:42 sangat memberkati, GB Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||