Guru – Dalam Tantangan Pola Pembelajaran Di Era Milenium Ketiga
By: BPK Penabur/Bahana | Artikel | 13 Juli 2010, 13:34:46 | Dibaca: 1413 kali
1. Globalisasi yang berjalan terus. Perubahan yang terjadi adalah fenomena perluasan globalisasi ke dalam sektor jasa dalam bentuk kecenderungan dewasa ini kesehatan dan pendidikan dijadikan komoditas untuk diekspor dan dijual meskipun dalam beberapa hal mengalami kesulitan. WTO dan GATS membangun satu pernyataan politis dan legal terhadap kenyataan ini.
2. Kemiskinan yang belum berubah. Menurut Bank dunia, di negara miskin orang hidup dengan kurang dari dua dolar sehari atau kurang dari satu dolar sehari di negara yang sangat miskin. Meskipun belum ada penelitian yang dapat dijadikan pegangan, guru di negara miskin atau sangat miskin memperoleh gaji bulanan sebesar 50 dolar atau kurang. Sudah tentu hal itu akan sangat mempengaruhi kualitas mengajar. Pada gilirannya akan terkait dengan mutu pendidikan. Kondisi kemiskinan sangat terkait dengan kondisi kesehatan dan berjangkitnya bermacam penyakit yang berhubungan dengan kualitas kehidupan dan pendidikan.
3. Bertambahnya penduduk dunia yang hidup di negara-negara demokratis
Dalam kaitan dengan kehidupan berorganisasi atau berserikat (termasuk guru) masih banyak negara yang tidak memberikan kebebasan, sehingga banyak organisasi guru yang memperoleh tekanan dari pemerintah. Dalam kondisi guru tidak memiliki kebebasan secara demokratis, akan sulit untuk tumbuh dan berkembangnya pendidikan bermutu dan keadilan sosial. Kecenderungan lain yang terjadi adalah munculnya terorisme di berbagai belahan dunia yang berpengaruh terhadap kehidupan dan keamanan dan sangat berpengaruh bagi jalannya pendidikan.
4. Rendahnya bantuan pembangunan dari negara-negara OECD. Tindakan yang diambil oleh para pendidik dan organisasinya hanya akan efektif sepanjang negara-negara maju dan sejahtera secara bersama-sama menyediakan bantuan pembangunan untuk kualitas pendidikan dan keadilan sosial. Kenyataannya bantuan dari negara-negara anggota OECD (Organization of Economic Cooperation and Development) masih rendah yaitu 0,26% GDP meskipun rekomendasi PBB sebesar 0,7%.
5. Tekanan dan lobi-lobi perusahaan neo-liberal untuk menerapkan privatisasi dalam pelayanan publik. Tekanan dari pihak-pihak dunia usaha neo-liberal untuk menerapkan privatisasi dalam pelayanan publik (termasuk pendidikan), telah menimbulkan kesulitan bagi para guru dalam mewujudkan kualitas pendidikan dan keadilan sosial.
Di sektor privat guru mengalami kesulitan dalam melakukan mobilisasi karena kondisi swasta yang lebih dominan. Status guru di sektor swasta masih sangat lemah untuk melakukan kebebasan berorganisasi sehingga menjadi pekerja yang pasif dan banyak tergantung. Kecenderungan ini terjadi dengan kurangnya dana dari pemerintah untuk pendidikan publik, diikuti makin meningkatnya biaya pendidikan yang memberatkan masyarakat. Dalam situasi seperti itu, pihak-pihak swasta dengan konsep privatisasi mulai masuk ke dunia pendidikan. Keadaan ini sangat terasa di Indonesia dengan rendahnya anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah bagi pendidikan khususnya pendidikan dasar. Dalam kondisi seperti itu mutu pendidikan dan keadilan sosial dalam pendidikan akan banyak mengalami hambatan.
6. Kebangkitan masyarakat madani disektor pendidikan. Hingga saat ini hanya persatuan orangtua murid sebagai organisasi non-pemerintah di luar organisasi guru yang memberikan perhatian terhadap pendidikan. Kemitraan ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Dengan menggunakan payung Kampanye Glogal untuk pendidikan, EI telah berhasil membangun kerja sama dengan sejumlah NGO (lemba1ga non-pemerintah) dalam rangka mewujudkan pendidikan untuk semua. Namun, di beberapa negara ada kecenderungan upaya ini mengalami kendala berupa tantangan dengan adanya rekrutmen guru yang tidak profesional yang didukung oleh pemerintah tertentu dan Bank Dunia.
7. Keadaan yang lebih buruk berkenaan dengan pelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan telah terjadi di mana-mana sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam berbagai aspek kehidupan seperti bencana alam, banjir, kekeringan, dsb. Hal itu banyak disebabkan oleh kompetiisi ekonomi untuk mendapatkan keuntungan tanpa mempertimbangkan akibat-akibat buruk terhadap lingkungan, kurangnya informasi publik tentang perlunya pelestarian lingkungan yang disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, adanya.penebangan hutan secara sembarangan, kegagalan memelihara sumber air, sungai, penggunaan pestisida yang berlebihan, dalam pertanian, dan sebagainya.
Artikel ini sebagian dari tulisan Prof. Dr. H. Mohamad Surya yang dimuat dalam buku pendidikan yang akan dibagikan pada seminar pendidikan di BPK Penabur Jakarta. Artikel ini pula merupakan kerja sama BPK Penabur dengan Majalah Rohani Populer Bahana.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)