07 September 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menyelamatkan SAHABAT dan USAHABy: Indayati Oetomo | Konseling | 12 Juli 2010, 15:54:02 | Dibaca: 195 kali Shalom Bahana, nama saya Indah, 24th, saya seorang karyawan sebuah rental film. Karena pendapatan saya selama ini tidak mencukupi saya join dengan seorang kawan untuk mencoba berwiraswasta yaitu jualan makanan kecil, tetapi seiring waktu berjalan usaha kami tidak berhasil dan mengalami kerugian. Kami saling menyalahkan. Pertengkaran sering terjadi dan persahabatan kami diambang kehancuran. Tapi saya tidak akan berkembang jika tetap bersikap seperti ini. Apa yang dapat saya lakukan untuk menyelamatkan persahabatan dan usaha? Makasih. GBU (081752xxxx) Indah yang baik, dalam membangun suatu bisnis atau membangun suatu komunitas, kecocokan akan lebih mudah apabila anggota-anggotanya sudah saling mengenal. Karena dalam membangun sebuah bisnis akan ditemui banyak permasalahan, terutama dalam masalah operasional. Untuk itu apabila tim kita bisa sehati sepikir, maka bisnis kita akan memperoleh hasil sesuai yang kita harapkan. Dan hal tersebut lebih mudah penyesuaiannya kalau kita bekerja dengan sahabat, keluarga atau orang yang sudah kita kenal pribadinya. Kesamaan visi-misi bisa terbentuk, namun sifat “egois atau sifat sikut-sikutan” adalah persoalan yang sulit dihindari dalam komunitas bisnis apalagi per-kongsian. Sudah menjadi sifat hampir semua manusia, di mana saat persahabatan kita mulai bersinggungan dengan urusan yang namanya “uang”, maka pada saat itu pula persahabatan kita bisa berakhir. Kelemahan yang sering kita miliki dalam membangun bisnis dengan sesama teman adalah,kurangnya “sikap profesionalisme”. Misalnya, kalau kita bekerja dengan orang awam, kita memiliki sikap lebih terbuka, apa saja harapan yang kita inginkan termasuk gaji serta tugas sampai sejauh mana tanggung jawab yang kita emban. Dan sikap tersebut tidak kita berlakukan terhadap bisnis pertemanan dengan alasan serta prasangka “masakan dengan teman sendiri harus memakai aturan yang ketat”. Justru sikap “tepa-selira” atau “terlalu toleran” tersebut yang pada akhirnya akan menjadi “bom waktu” bagi per-kongsian kita. Biasakanlah bersikap profesional terhadap siapapun terutama dalam persoalan yang bersinggungan erat dengan keuangan , agar hubungan pertemanan atau persaudaraan tetap terjalin dengan harmonis. Saran saya untuk masalah Anda adalah, carilah waktu yang baik suasananya dan mulailah dengan bersikap terbuka, hal-hal apa saja yang menjadi ganjalan relationship Anda dan partner selama ini. Apa harapan Anda berdua dalam membangun bisnis bersama. Yang penting, miliki hati serta pemikiran bahwa “persahabatan lebih berharga dari segala materi”, sehingga Anda akan lebih mampu menguasai emosi serta berhikmat saat berkomunikasi . Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] By: Anton | 16 Juli 2010 | 14:15:23 Syallom, nama saya anton umur 30 thn, saya bingung harus bagaimana, saya menikahi seorang wanita non kristen dengan masuk agamanya karna dia hamil, sementara setelah itu saya harus menikahi pacar saya yang kristen juga karna semua sudah dipersiapkan, tp ternyata cewe non muslim itu keguguran, dan saya berniat menceraikannya dan kembali kepada istri saya yang sah dimata TUHAN dan agama,,apa yang saya harus lakukan dan apa Tuhan msh mau mengampuni saya???? thx Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||