08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kisah Kasih di WonogiriBy: Pdt.DR.Ir. Niko Njotorahardjo | Inspirasi | 09 Juli 2010, 15:34:11 | Dibaca: 1241 kali Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269 Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, membasahi lapangan olah raga Girimanda—Wonogiri. Lapangan becek, berlumpur. Namun, kondisi ini tak mengurungkan semangat warga kota Wonogiri dan kota-kota sekitarnya untuk mengikuti Healing Movement yang diadakan Healing Movement Ministry yang dikomandoi Pdt. DR. Niko Njotorahardjo (17/5). Beralaskan koran berbalut lumpur, warga memuji-muji Tuhan tiada henti. Nama Yesus berkumandang di lapangan terbuka kota tersebut. Acara yang digelar bertepatan dengan ulang tahun Kota Wonogiri ke-269 ini dihadiri sekitar 6000-an umat kristiani. Warga datang dengan berbagai keluhan dan penyakit. Mereka berharap Kristus penyembuh sejati melawat mereka. Kerinduan itu pun jadi nyata. Melalui puji-pujian banyak orang dikuatkan, disembuhkan, dan diteguhkan secara rohani. Pdt. Niko menegaskan dirinya bukanlah penyembuh. “Saya datang bukan untuk menyembuhkan saudara-saudara. Saya hanyalah alat-Nya,” tegas Niko dengan suara lantang, disambut, “Amin” oleh umat yang hadir. Menembus masuk ke lapangan Girimanda butuh perjuangan. Pasalnya, di luar bertebaran spanduk yang menolak digelarnya acara rohani ini. Ya, prokontra di antara sebagian warga masyarakat masih terjadi. Syukurlah keadaan dapat dikendalikan. Kuasa Tuhan bekerja. DATANG UNTUK MEMULIHKAN Yohanes 10:10 mengatakan, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Terlihat jelas, iblis datang untuk mengacaukan hidup manusia. Namun, Yesus datang membawa pemulihan. Pemulihan sempurna. Pemulihan yang mendamaikan manusia dengan Bapa. Bagaimana pemulihan itu dapat terjadi? Pdt. Niko menegaskan dua hal. Pertama, iman kepada Kristus—iman yang menyelamatkan. Percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kedua, pengampunan. Dalam pelayanan Yesus, Dia selalu mengatakan, “Dosamu sudah diampuni, jadilah sembuh.” Jadi, urutan utama adalah bertobat. Membereskan dosa. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tatkala menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di sanalah terjadi hal bersejarah. Dosa diampuni. Relasi dengan Bapa dipulihkan. Pemulihan itulah yang mendatangkan kesembuhan sejati. Bagi sebagian orang, kesembuhan ilahi masih menuai prokontra. Ada yang bilang kesembuhan ilahi hanya pada zaman para rasul. Bahkan, sebagian orang menolaknya. Namun, Didik Waluyo, S.PAK, Plt. Penyelenggaea Bimas Kristen Kabupaten Wonogiri punya tanggapan sendiri. Apa pendapat Anda mengenai kesembuhan ilahi? Di Gereja saya (Gereja Kristen Jawa, red), kesembuhan ilahi tidak populer. Namun, secara pribadi saya yakin adanya kesembuhan ilahi. Bagi saya, ini rencana Tuhan bagi umat manusia. Tuhan memakai manusia untuk menyatakan rencana-Nya. Dalam hal ini, Dia memakai hamba-hamba-Nya. Kesembuhan ilahi hanya berlangsung pada zaman para rasul. Tanggapan Anda? Kalau dahulu Tuhan menyatakan mukjizat, saya yakin Tuhan yang sama melakukannya di zaman kita. Bukankah Allah dalam Perjanjian Lama (PL), dalam Perjanjian Baru (PB) adalah Allah yang kita percaya juga di era anugerah ini? Anda pernah menyaksikan secara langsung orang-orang yang menerima kesembuhan ilahi? Ya, pernah. Namun, kesembuhan ilahi itu harus membawa seseorang makin dekat dengan Tuhan. Jika seseorang telah menerima kesembuhan, hendaklah ia makin berpaut kepada Tuhan Yesus. Apakah karena pernah menyaksikan sendiri, lalu Anda mantap meyakini kesembuhan ilahi masih berlangsung hingga sekarang? Jelas. Saya telah berulang kali melihat keajaiban itu. Maka, saya tak ragu lagi. Apakah Anda punya dasar bahwa kesembuhan ilahi masih berlangsung sekarang? Ya, Alkitab mengatakannya. Seluruh dasar teologi saya adalah Alkitab. Bila Alkitab menyatakan kesembuhan ilahi ada, maka saya ikuti saja. Dalam Kitab Suci dikatakan demikian: “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Petrus 2:24). Kalau Alkitab mengatakan ada kesembuhan ilahi, apa dasar untuk menolaknya? Anda punya pesan kepada pembaca Bahana di dalam dan luar negeri? Dari lapangan Girimanda—Wonogiri, saya Didik Waluyo, Pelaksana Tugas Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menegaskan, “Kuasa Tuhan Yesus masih sama. Percayalah kesembuhan ilahi masih berlangsung.” Di kesempatan Ulang Tahun Bahana ke-21 ini, saya berharap pembaca Bahana makin dewasa dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Selamat ulang tahun pula kepada Majalah Rohani Populer Bahana, majalah rohani kebanggaan Indonesia. Sukses selalu. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||